Maulana Tandatangani Komitmen Pembangunan Meritokrasi Instansi Daerah

Palembang – Wali Kota Jambi, Dr.dr.H. Maulana, M.K.M, melakukan penandatanganan komitmen bersama Pembangunan Meritokrasi Instansi Daerah Se-Wilayah Kerja Kantor Regional VII Badan Kepegawaian Negara (BKN), Rabu (10/9/2025).

Penandatanganan itu dilakukan Wali Kota Maulana saat menghadiri kegiatan Pembangunan Meritokrasi Instansi Daerah Se-Wilayah Kerja Kantor  VII Badan Kepegawaian Negara (BKN) di Ballroom Novotel Palembang Hotel & Residence. Yang turut dilakukan secara serentak bersama para Kepala Daerah Wali Kota /Bupati Wilayah Kerja Regional VII BKN. Dengan dipimpin langsung oleh Kepala BKN RI Prof Dr. Zudan Arif Fakrulloh.

Meritokrasi birokrasi merupakan sebuah sistem manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mendasarkan pengangkatan, penempatan, promosi, dan penghargaan pada kompetensi, kualifikasi, dan kinerja individu, bukan pada faktor-faktor lain seperti hubungan pribadi, kekerabatan, politik, atau kekayaan.

Usai kegiatan tersebut, Wali Kota Maulana mengatakan bahwa penandatanganan ini dilakukan dalam upaya memperkuat tata kelola Aparatur Sipil Negara (ASN) yang profesional, transparan dan akuntabel, sehingga mampu memberikan pelayanan publik yang optimal kepada masyarakat.

“Hal ini tentunya sangat baik terhadap manajemen talenta terutama dalam pengembangan karir seorang ASN,” katanya.

Dirinyaa mengungkapkan, bahwa Pemerintah Kota Jambi mendukung penuh penerapan sistem Meritokrasi dalam tata kelola Pemerintahan dalam pelaksanaan menagemen Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Saya mewakili Pemkot Jambi tentunya sangat mendukung pembangunan Meritokrasi ini. Insya Allah dengan sistem yang baru ini semua kader-kader terbaik dari ASN mampu ditempatkan sesuai dengan kompetensi dan potensinya, sehingga semua sistem birokrasi kita bisa berjalan secara maksimal sesuai dengan kemampuan dari ASN dimulai sejak CPNS sampai dengan pada posisi-posisi tertentu sudah dipetakan sesuai dengan potensi diri kemampuan masing-masing,” ungkapnya.

Wali Kota Maulana juga tekankan, bahwa penerapan sistem merit atau meritokrasi ini bukan hanya soal regulasi, tetapi juga komitmen moral dan politik dari para Kepala Daerah.

“Penandatanganan komitmen bersama ini menjadi simbol kuat bahwa reformasi birokrasi bukan hanya wacana, tetapi aksi nyata yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan,” pungkas Maulana.

Sementara itu, pada kegiatan tersebut, Kepala BKN Zudan Arif Fakrulloh, menegaskan komitmen lembaga yang dipimpinnya untuk mempercepat penerapan meritokrasi di seluruh instansi daerah. Dengan tujuan mempercepat proses manajemen talenta ASN di seluruh Indonesia.

“Jumlah ASN kita mencapai 5,4 juta, ini sebuah kekuatan besar yang harus dikelola dengan tepat. Manajemen Talenta akan menjadikan ASN lebih berdaya guna, bukan sekadar disiplin administratif,” tegasnya.

Dia menekankan pentingnya transparansi dan penguatan Manajemen Talenta ASN untuk percepatan layanan administrasi kepegawaian.

“Dengan penerapan sistem merit yang baik, setiap ASN diharapkan dapat berkembang sesuai kompetensi dan potensinya, sehingga mampu memberikan kontribusi maksimal bagi pembangunan nasional maupun daerah,” tekan Zudan. 

Dalam kegiatan yang membahas strategi penerapan sistem Meritokrasi dalam pengelolaan SDM aparatur, termasuk penguatan peran Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) di daerah tersebut. Turut dilakukan penyerahan penghargaan kepada mitra strategis BKN-RI, serta penandatanganan Komitmen Bersama tentang Akselerasi Penerapan Manajemen Talenta ASN antara Kepala Daerah Pemerintah Provinsi Se-Wilayah Kerja Kantor VII Badan Kepegawaian Negara (BKN) dengan Kepala BKN RI Prof Dr. Zudan Arif Fakrulloh.

Melalui kegiatan ini, diharapkan penerapan sistem meritokrasi dan manajemen talenta ASN semakin terakselerasi, sehingga Aparatur Sipil Negara dapat dikelola lebih profesional, berintegritas, serta mampu menjawab kebutuhan pembangunan di daerah.

Dikesempatan itu, turut hadir Deputi Bidang Pembinaan Penyelenggaraan Manajemen Aparatur Sipil Negara (PPMASN) di Badan Kepegawaian Negara (BKN) Dr. Herman, M.Si., serta jajaran terkait di Pemerintah Provinsi maupun Kabupaten/Kota Se-Wilayah Kerja Kantor VII Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Wali Kota Maulana Bimbing Yexi Tamara Baca Kalimat Syahadat

Kota Jambi - Bulan Kelahiran Nabi Muhammad Shallallaahu ‘Alaihi Wassallam 1447 H/2025 M menjadi kado istimewa dan penuh makna bagi Yexi Tamara (27) warga Tionghoa beragama Budha, yang kini resmi memeluk Agama Islam.

Hal itu setelah Yexi mengucapkan dua kalimat syahadat yang dibimbing langsung oleh Wali Kota Jambi Dr.dr.H. Maulana, M.K.M, pada Jumat pagi (5/9/2025) di Masjid Amanah DPRD Kota Jambi.

“Asyhadu an laa ilaaha illallaahu, wa asyhaduanna muhammadar rasuulullah,” ucap Yexi mengikuti bimbingan Wali Kota Maulana, tanpa ada paksaan dari pihak manapun dan dalam keadaan sehat jasmani dan rohani.

Yexi Tamara (27) warga JL. Fatahilla RT 23, Kelurahan Rajawali, Kecamatan Jambi Timur, Kota Jambi yang kini telah resmi memeluk Agama Muslim turut berganti nama menjadi Alisha Zafira. Momen ini disambut dengan takbir dan haru dari puluhan jemaah yang hadir, termasuk Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly, Sekretaris Dewan Noviarman, Kepala Bagian Kesra Kamal Firdaus, serta Pengurus Mualaf Qur’an Center Indonesia Regional Jambi M. Faisal.

Usai kegiatan tersebut, Wali Kota Maulana mengatakan, dipilihnya dirinya menjadi pembimbing pengucapan dua kalimat syahadat terhadap Alisha (27)  setelah diamanahkan langsung oleh pihak Mualaf Qur’an Center Indonesia Regional Jambi.

“Dihari Jumat yang penuh berkah ini saya diberi kepercayaan dari pihak Quran Center diminta bersama Ketua DPRD dan para tokoh yang hadir untuk memmantu membaca dua kalimat syahadat bagi saudara kita Yexi Tamara yang kemudian nama muslimahnya adalah Alisha,” ucapnya.

“Alhamdulillah proses berjalan dengan lancar dan kami sudah memastikan bahwa ini ikhlas dari hati dan tidak ada paksaan dari pihak manapun,” lanjut Maulana.

Dengan telah resmi menjadi seorang muslimah, Maulana juga menyebut, telah menjadi tanggung jawab bersama untuk membimbing dan mengajari Alisha, terutama dalam masalah ibadah.

“Kami mengucapkan selamat telah menjadi saudara muslim kami dan Insya Allah kami semua punya kewajiban untuk membimbing dan mengajari para mualaf. Karena mereka adalah bagian dari keluarga kita yang harus kita bimbing termasuk dalam ibadahnya maupun dalam berbagai aspek kehidupannya,” sebutnya.

“Hdayah yang telah diberikan kepada saudara kita Alisha ini merupakan cerminan dari Islam sebagai agama rahmatan lil ‘alamin, yang membawa kasih sayang bagi seluruh alam. Ini bukan hanya tentang bertambahnya jumlah umat Muslim, tetapi lebih dari itu, ini adalah tentang hati yang terbuka dan hidayah dari Allah Subhana Wa Ta’ala,” pungkas Wali Kota Maulana.

Sementara itu, Ketua DPRD Kemas Faried yang turut menjadi saksi pada momen tersebut,  menyampaikan rasa syukur dan haru. Karena sebagai umat muslim sangat mengutamakan tali persaudaraan.

“Alhamdulillah, bertambah sudah saudari sesama Muslim kita hari ini. Saya merasa terharu dan bangga, apalagi pelaksanaannya di Masjid DPRD Kota Jambi ini. Kita sama-sama mendoakan agar Alisha Zafira tetap istiqomah dan selalu mendapatkan keberkahan,” singkatnya.

Usai resmi menganut Agama Muslim, Alisha dengan penuh haru mengungkapkan rasa syukurnya setelah prosesi syahadat.

“Hati saya terasa damai dan ringan, niat memeluk Islam berawal dari keinginan hati dan dukungan dari beberapa anggota keluarga yang sudah lebih dulu menjadi mualaf. Saya selalu berdoa meminta petunjuk, dan langkah itu  diberi petunjuk oleh yang di atas ke jalan yang di ridhoi. Tentunya, momen ini tidak akan pernah saya lupakan,” ucap Alisha.

“Saya berterima kasih kepada semua pihak yang telah menuntun, terutama kepada Bapak Wali Kota Jambi. Dan saya berharap masyarakat untuk dapat membantu membimbing agar tetap istiqomah dalam menjalankan ajaran Agama Islam, sehingga menjadi umat Muslim yang di ridhoi oleh Allah Subhana Wa Ta’ala,” tutupnya.

Sebagai informasi, dengan Alisha telah resmi menganut Agama IsIam, saat ini Mualaf Quran Center Jambi telah  membina 228 orang dan mereka belajar secara gratis, yang dominasi dari suku Batak dan Tionghoa. Tidak hanya menyediakan bimbingan spiritual tetapi Quran Center juga memperhatikan aspek ekonomi para mualaf. 

 

 

 

 

Program Banharkat, Walikota Beri Solusi Permodalan Berusaha

Kota Jambi - Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi secara bertahap meluncurkan program meningkatkan kesejahteraan masyarakat diantaranya bagi para pelaku kelompok usaha masyarakat.

Wali Kota Jambi, Maulana, bersama Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosa, Senin (1/9/2025), bertempat di Aula Griya Mayang, secara resmi melaunching sekaligus melakukan kick off Program Banharkat (Bantuan Kelompok Usaha Masyarakat). Program ini merupakan salah satu dari 11 program unggulan “Kota Jambi Bahagia”, yang dirancang memperkuat daya saing UMKM sekaligus memperluas akses permodalan masyarakat.

Sebagai tanda dimulainya implementasi program tersebut, secara simbolis diserahkan Surat Persetujuan Putusan Kredit (SP2K) kepada lima orang perwakilan pelaku usaha UMKM, yang menjadi penerima manfaat tahap awal.

Wali Kota Jambi, Maulana menjelaskan bahwa inovasi Banharkat merupakan wujud nyata kolaborasi Pemerintah Kota Jambi melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), dalam rangka memberikan solusi keuangan yang sehat bagi masyarakat. Program ini dihadirkan untuk melawan maraknya praktik pinjaman online (Pinjol) ilegal dan rentenir yang selama ini merugikan masyarakat, khususnya para pelaku UMKM.

“Dalam implementasinya, kami bekerja sama dengan OJK serta dua bank mitra, yaitu Bank BTN dan Bank Jambi. Potensi pembiayaan yang tersedia melalui program ini sangat besar, mencapai hingga Rp110 miliar. Bahkan, kelompok usaha terkecil sekalipun dapat mengakses pinjaman, di mana setiap individu bisa memperoleh pembiayaan hingga Rp5 juta tanpa agunan. Ini adalah jawaban dari Kota Jambi Bahagia dari aspek UMKM,” ungkap Wali Kota Maulana.

Ia menegaskan, program Banharkat dirancang agar tidak memberatkan para pelaku UMKM yang tengah didorong untuk naik kelas menuju level pengusaha. Selain tanpa agunan, skema pinjaman yang ditawarkan juga sangat ringan, dengan suku bunga hanya sebesar 3 persen per tahun.

“Secara bertahap, jika usaha kecil ini berjalan baik, maka plafon pinjaman akan otomatis meningkat ke level super mikro. Pada tahap ini, pelaku usaha dapat memperoleh pinjaman hingga Rp10 juta, dengan bagi hasil yang tetap sama, yakni 3 persen. Begitu pula seterusnya, plafon pinjaman bisa terus naik hingga mencapai Rp100 juta per orang,” jelasnya.

Maulana berharap, dengan resmi diluncurkannya Program Bantuan Kelompok Usaha Masyarakat (Banharkat), para pelaku UMKM di Kota Jambi dapat memanfaatkannya secara optimal, khususnya generasi muda yang sedang merintis usaha agar mampu berkembang lebih jauh.

“Ada sekitar 60 ribu pelaku UMKM di Kota Jambi, mulai dari kalangan anak muda, ibu-ibu, hingga bapak-bapak. Karena itu, saya berharap program ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya, sekaligus dikolaborasikan antar kelompok usaha. Dengan demikian, dampaknya tidak hanya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian daerah, sejalan dengan tekad kita membangun sektor ekonomi berbasis pariwisata,” ungkap Maulana.

Kata Maulana, hadirnya Program Banharkat bukan sekadar inovasi pembiayaan, melainkan juga bagian dari komitmen Pemerintah Kota Jambi dalam memperkuat peran UMKM dan ekonomi kreatif sebagai tulang punggung perekonomian daerah.

“Program ini lahir dari semangat untuk menghadirkan akses permodalan yang mudah, cepat, dan tepat sasaran. Harapannya, para pelaku UMKM dan ekonomi kreatif dapat tumbuh lebih kuat, berdaya saing, serta mandiri, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif serta berkelanjutan,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Maulana juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada OJK Provinsi Jambi beserta seluruh Industri Jasa Keuangan (IJK) yang telah memberikan dukungan serta menjadi mitra kolaborasi yang baik, sehingga Program Banharkat dapat terlaksana dan berjalan dengan baik.

“Terima kasih kepada OJK dan seluruh mitra dari Industri Jasa Keuangan yang telah bersama-sama berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Jambi. Tanpa dukungan dan sinergi ini, tentu program Banharkat tidak akan dapat berjalan optimal. Saya yakin dengan kebersamaan kita, manfaat program ini akan semakin besar dirasakan oleh masyarakat, khususnya para pelaku UMKM di Kota Jambi. Saya percaya momentum launching hari ini akan menjadi motor penggerak baru bagi ekonomi kerakyatan di kota Jambi,” pungkas Wali Kota Jambi itu.

Sementara itu, dalam sambutannya, Kepala OJK Provinsi Jambi, Yan Iswara Rosya, menyampaikan apresiasinya terhadap langkah Pemerintah Kota Jambi yang menghadirkan Program Banharkat sebagai upaya mendukung tumbuh kembang UMKM melalui kolaborasi bersama Industri Jasa Keuangan (IJK) di Jambi.

“Dengan adanya gebrakan ini, tentu kita berharap masyarakat dapat terhindar dari jeratan pinjaman online ilegal maupun praktik rentenir. Melalui kolaborasi ini, IJK berkomitmen memberikan suku bunga yang rendah untuk membantu memenuhi berbagai kebutuhan pembiayaan masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, Program Banharkat diharapkan tidak hanya mampu memperluas akses permodalan, tetapi juga mendorong peningkatan kapasitas pelaku UMKM. “Melalui Banharkat, mari kita bersama-sama mengakselerasi pertumbuhan UMKM, agar mereka dapat naik kelas hingga ke level pengusaha, sekaligus menjaga keberlanjutan program ini di Kota Jambi,” singkatnya.

Dalam momentum tersebut, turut dilaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tentang Pengelolaan Keuangan Daerah antara Pemerintah Kota Jambi dengan Bank BTN Cabang Jambi, yang ditandatangani langsung oleh Wali Kota Jambi bersama pimpinan BTN Cabang Jambi, Fidelis Zebua.

Selain itu, juga dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan UKM Kota Jambi dengan Bank BTN Cabang Jambi serta Bank Jambi. Kerja sama tersebut mencakup pemberian fasilitas kredit kepada UMKM binaan Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan UKM Kota Jambi, sekaligus penguatan skema penyaluran kredit maupun pembiayaan bagi pelaku UMKM di bawah binaan dinas tersebut.

Perjanjian Kerja sama tersebut, ditandatangani oleh Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM Kota Jambi Moncar Widaryanto bersama Pimpinan Bank Jambi Cabang Sutomo Rahma Derita dan Branch Manager PT Bank Tabungan Negara Kantor Cabang Jambi Fidelis Zebua.

Turut hadir dalam launching tersebut, Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Jambi Tunas Agung Jiwabrata, Staff Ahli Wali Kota dan Asisten Sekda, sejumlah Kepala Perangkat Daerah, Kepala Bagian dan Camat dilingkungan Pemkot Jambi, serta udangan lainnya. 

Kartu Bahagia Wali Kota Bantu Kesehatan Balita Asiyah

Kota Jambi - Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., kembali hadir membawa semangat dan harapan bagi warganya. Selasa (2/9/2025), disaat menjenguk Asiyah Nur Zhevanya, balita berusia 2 tahun yang tengah dirawat intensif di RSUD Raden Mattaher.

Asiyah Nur Zhevanya adalah anak dari pasangan Ali Imron dan Mega warga Kelurahan Talang Bakung, Kecamatan Paal Merah, Kota Jambi yang tengah dirawat karena menderita penyakit Hidrosefalus atau yang lebih dikenal dengan kondisi penumpukan cairan serebrospinal (CSF) yang berlebihan di dalam otak, sehingga menyebabkan tekanan berbahaya dan kerusakan jaringan otak, serta menyebabkan kepala bayi membesar.

Wali Kota Maulana mengatakan bahwa, Asiyah Nur Zhevanya telah menjalani operasi hingga 4 kali.

“Alhamdulillah, kondisi ananda Asiyah kini berangsur membaik. Hal ini tentu berkat ikhtiar, doa orang tua, serta pelayanan terbaik yang diberikan oleh RSUD Raden Mattaher, yang terus meningkatkan kualitas layanan kesehatan spesialistiknya,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Maulana juga langsung mengaktifkan BPJS Kesehatan bagi Asiyah untuk menjamin kebutuhan perawatan jangka panjang melalui program Kartu Bahagia.

“Dan hari ini, kami juga secara langsung mengaktifkan BPJS Kesehatan untuk perawatan jangka panjang melalui program Kartu Bahagia, sekaligus juga menyerahkan bantuan uang tunai untuk biaya keluarga,” tambahnya.

Ia menjelaskan, selain melalui program Kartu Bahagia yang dimiliki Pemerintah Kota Jambi untuk menjamin berbagai kebutuhan sosial masyarakat, termasuk layanan kesehatan yang dapat diaktifkan kapan saja oleh keluarga kurang mampu, tersedia pula layanan dari Pemerintah Provinsi Jambi berupa Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) bagi warga yang belum tercover program Pemkot Jambi.

“Pada prinsipnya, berbagai kebijakan yang kami hadirkan harus benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Pemerintah akan selalu hadir di tengah-tengah warga, memberikan perlindungan dan solusi, terutama bagi mereka yang membutuhkan,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Raden Mattaher, Dr. dr. Herlambang, Sp. OG., menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Jambi atas hadirnya program Kartu Bahagia. Menurutnya, program tersebut semakin mendekatkan masyarakat dengan pemerintah serta memberikan rasa kehadiran negara di tengah warga yang membutuhkan.

“Ini adalah contoh nyata bahwa setiap pemimpin ketika mengeluarkan kebijakan, harus benar-benar untuk melayani masyarakat, bukan sebaliknya minta dilayani masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menegaskan komitmen pihak rumah sakit untuk memberikan pelayanan terbaik bagi kesembuhan Asiyah Nur Zhevanya.

“Insya Allah, kami akan terus mengupayakan perawatan yang maksimal dan berkomunikasi secara intensif dengan keluarga,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Maulana turut didampingi oleh Ketua Baznas Kota Jambi Syamsir Naim beserta jajaran dan Camat Telanaipura Rizalul Fikri. 

 

Prestasi Bersejarah, Kota Jambi Raih Anugerah Kota Layak Anak Peringkat Utama Nasional

Kota Jambi - Prestasi gemilang kembali menghampiri Tanah Pilih Pusako Batuah. Setelah sebelumnya memborong berbagai penghargaan bergengsi di tingkat nasional, kini Kota Jambi kembali meneguhkan langkahnya sebagai Kota Layak Anak (KLA) dengan predikat tertinggi nasional, yakni “Peringkat Utama”.

Penghargaan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) Republik Indonesia ini, menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kota Jambi di bawah duet kepemimpinan Wali Kota Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., dan Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah bagi anak.

Sebelumnya, Kota Jambi telah meraih penghargaan KLA peringkat Nindya. Tahun ini, atas kerja keras seluruh elemen, termasuk masyarakat, Kota Jambi berhasil meningkatkannya ke level tertinggi, dan ini menandai lompatan besar dalam kualitas kebijakan, program, dan layanan yang berpihak pada pemenuhan hak anak di berbagai sektor di Kota Jambi.

Penghargaan bergengsi peringkat Utama ini hanya diraih oleh 22 pemerintah kota dan kabupaten se-Indonesia. Bersama Kota Jambi yang berhasil meraih anugerah KLA peringkat Utama diantaranya adalah Kota Yogyakarta, Kota Surabaya, Kota Semarang, dan Kota Denpasar. Raihan ini sekaligus mencatatkan Kota Jambi sebagai satu-satunya pemerintah daerah di Provinsi Jambi yang berhasil meraih penghargaan prestisius tersebut.

Pemberian penghargaan diserahkan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia Arifatul Choiri Fauzi, dan diterima langsung oleh Wali Kota Jambi dokter Maulana dalam sebuah selebrasi yang berlangsung di Auditorium KH. M. Rasjidi, Kementerian Agama RI, jalan MH. Thamrin No.6, Jakarta Pusat, Jumat malam (8/8/2025).

Usai menerima anugerah tersebut, kepada sejumlah awak media, Wali Kota Jambi dokter Maulana menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas penghargaan itu.

“Alhamdulillah, malam ini Saya mewakili pemerintah kota Jambi didampingi Ibu Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Perlindungan Perempuan dan Anak (DPMPPA) Noverentiwi Dewanti menerima langsung penghargaan dari Ibu Menteri PPPA yaitu penghargaan dengan kategori tertinggi yaitu Kota Layak Anak tingkat Utama, dan ini baru pertama kali diraih kota Jambi bahkan di provinsi Jambi,” ujar Wali Kota Maulana didampingi Kepala DPMPPA Kota Jambi Noverentiwi Dewanti.

“Predikat Utama ini adalah hasil kerja keras seluruh elemen masyarakat, perangkat daerah, dunia usaha, dan pihak-pihak terkait yang terus bersinergi. Untuk itu, penghargaan ini kita persembahkan kepada semua yang telah berkolaborasi bersama untuk mewujudkan kota Jambi sebagai Kota Layak Anak. Salah satu bentuk konkret sinergi itu adalah Forum Anak Bumi Angso Duo serta inovasi edukatif seperti Program Pita Molin, yang secara aktif memberikan penyuluhan tentang kekerasan anak langsung ke sekolah-sekolah,” tambahnya.

“Tak hanya itu, berbagai kebijakan progresif juga telah diterbitkan untuk mendukung Kota Layak Anak, seperti Perda Perlindungan Anak, Kawasan Tanpa Rokok, hingga Perwal tentang Penurunan Stunting dan Perlindungan Anak dari Radikalisme,” lanjutnya.

Wali Kota juga menegaskan, komitmen Pemerintah Kota Jambi terhadap KLA bukan sekadar formalitas, tetapi merupakan bagian dari strategi pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) jangka panjang.

“Kami ingin melahirkan generasi unggul, agen perubahan masa depan, yang tumbuh di lingkungan yang aman dan berdaya. KLA adalah salah satu pilar pentingnya. Ini bukan sekedar penghargaan, tetapi amanah untuk terus menjaga dan meningkatkan komitmen kita,” tegas Maulana.

“Selamat, dan ini prestasi yang membanggakan, karena ini adalah yang pertama kali kita meraih predikat tertinggi sebagai Kota Layak Anak. Terima kasih untuk semuanya, salam bahagia,” pungkas Wali Kota Jambi itu.

Sementara itu, dalam arahannya pada acara penganugerahan penghargaan tersebut, Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi menyampaikan apresiasinya kepada daerah yang berhasil meraih anugerah KLA. Katanya, KLA merupakan wujud nyata dan komitmen dari sebuah daerah dalam membangun sistem yang menjamin terpenuhinya hak-hak anak terhadap perlindungan secara terencana, menyeluruh dan berkelanjutan.

“Lebih dari sekedar label, KLA merupakan pendekatan pembangunan yang holistik yang mencakup seluruh aspek kehidupan anak, mulai dari hak sipil, peran keluarga, kesehatan dan pendidikan hingga perlindungan bagi anak,” ujarnya.

Dia menyebut, pengembangan KLA merupakan bukti nyata komitmen daerah dalam menterjemahkan prinsip konvensi hak anak kedalam kebijakan dan tindakan nyata.

“KLA menjadi jembatan antara aturan hukum menuju pemenuhan hak-hak anak di tingkat lokal agar setiap anak tumbuh aman dan inklusif sehingga mampu mencapai kompetensi maksimal,” sebutnya.

Lebih dari itu, kata Arifatul, KLA juga untuk mendorong pembangunan yang responsif gender memastikan perempuan dan anak mendapatkan ruang akses, serta perlindungan yang setara demi terciptanya masyarakat yang adil dan berkelanjutan yang telah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.

“Hal ini menegaskan bahwa capaian peringkat KLA tak hanya mencerminkan kinerja pemerintah daerah, tetapi juga menunjukkan seberapa efektif peran Pemerintah Pusat dalam membina, memperkuat dan memfasilitasi pemenuhan hak, serta perlindungan anak di seluruh Indonesia,” katanya.

“Dalam hal ini peran Pemerintah Pusat juga tercermin dalam program-program prioritas Bapak Presiden Prabowo Subianto dalam menjamin pemenuhan hak anak Indonesia, melalui tiga program prioritas. Yakni makan bergizi gratis, cek kesehatan gratis dan sekolah rakyat,” lanjutnya.

Penghargaan Kota Layak Anak kategori Utama merupakan capaian tertinggi dalam penilaian Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) RI. Kota Jambi berhasil memenuhi indikator-indikator strategis, seperti ketersediaan sarana ramah anak, pendidikan berkualitas, layanan kesehatan prima, partisipasi anak dalam pembangunan, hingga kebijakan daerah yang berpihak pada kepentingan terbaik bagi anak.

Dengan raihan ini, Kota Jambi semakin menegaskan dirinya sebagai kota yang tidak hanya maju dalam pembangunan fisik, tetapi juga unggul dalam membangun masa depan generasi penerusnya.

 

Hadir di MPP Kota Jambi, Kepengurusan E-Paspor Memudahkan Masyarakat

Kota Jambi - Wali Kota Jambi Dr.dr.H. Maulana, M.K.M, melakukan tinjauan terhadap gerai kepengurusan paspor elektronik (E-paspor) Kantor Imigrasi Jambi yang ada di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Jambi, Rabu (23/7/2025).

Dalam tinjauannya itu, Wali Kota Maulana turut didampingi Kakanwil Imigrasi Wahyu Hidayat, Amd. LM SH.M.Si, Kepala Kantor Imigrasi Hubertus Hence, SE. MH, dan Kepala DPMPTSP Yon Heri beserta jajaran.

Dengan adanya pelayanan imigrasi pengurusan paspor di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Jambi menjadi alternatif bagi masyarakat yang lebih dekat dijangkau, lebih cepat, nyaman dan yang paling penting adalah membahagiakan karena tidak perlu mengantri lama.

Pelayanan paspor elektronik di MPP ini dapat dinikmati di gerai Imigrasi lantai 2 MPP dengan jadwal pelayanan setiap hari Rabu dari pukul 08. 00 wib sampai dengan 13.00 wib.

Dalam keterangannya, Wali Kota Maulana mengatakan, dengan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap paspor ini, maka diharapkan hadirnya Kantor Imigrasi ke Mal Pelayanan satu pintu milik Pemkot Jambi juga dapat memudahkan masyarakat.

“Semua menyatakan senang, karena prosesnya mudah melalui aplikasi sesuai dengan jadwal dan tempat nya juga nyaman,” ungkapnya.

Sebagai evaluasi dan masukan, Maulana menyebut agar waktu pelayanan dapat ditambahkan, yang saat ini hanya disetiap hari Rabu.

“Karena layanan ini sangat membantu masyarakat, maka dari itu kedepan mungkin bisa lebih ditingkatkan lagi untuk waktu layanan,” pungkas Wali Kota Maulana.

Sementara itu, Kakanwil Imigrasi Wahyu Hidayat menyebutkan, bahwa pelayanan pengurusan penerbitan E-paspor di MPP Kota Jambi ini telah masuk pada minggu ke empat sejak hadirnya di Mal Pelayanan Publik milik Pemkot Jambi.

“Dengan kuota 20 orang setiap kali membuka layanan perminggu hari ini semuanya telah full. Kami berharap kolaborasi antara Kantor Imigrasi Jambi dan Pemkot Jambi dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat bisa terus ditingkatkan,” sebutnya.

“Tentunya nanti akan kita tambah lagi, mungkin dalam satu minggu bisa dilaksanakan sebanyak dua kali sesuai dengan sarana dan prasarana yang ada disini,” singkat Wahyu.

Saat ini juga telah ada beberapa masyarakat pengguna layanan yang sedang menunggu antri untuk mengurus paspor. Nah.. mungkin Bapak Walikota ingin menanyakan bagaimana nih pengalamannya dalam pengurusan paspor di MPP kota Jambi

Dikesempatan itu turut Wali Kota Maulana turut melakukan penandatanganan pada figura foto sebagai kenang-kenangan untuk penyelenggara pelayanan yang ada di Mal Pelayanan Publik Kota Jambi khususnya bagi gerai pelayanan Imigrasi sebagai komitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang dibubuhi oleh tinta berwarna gold/ emas sebagai filosofi bahwa komitmen pelayanan publik harus lebih baik di Kota Jambi, mendukung Misi Indonesia Emas 2045 dan Mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

 

Copyright © Free Joomla! 4 templates / Design by Galusso Themes