Kapolda Dan Wali Kota Maulana Lepas Ribuan Pelari di PMR 2025, “Serukan Semangat Nasionalisme dan Hidup Sehat”

Kota Jambi - Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., turut mendampingi Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H. Siregar, melepas ribuan peserta Presisi Merdeka Run (PMR) 2025, sebuah ajang lari bertema kebangsaan yang diinisiasi Kepolisian Daerah (Polda) Jambi.

Kegiatan yang berlangsung meriah dan semarak itu, mengambil titik start di kawasan Perkantoran Gubernur Jambi, Minggu (23/08/2025) dengan diikuti sebanyak 5.088 peserta yang tergabung kedalam tiga kategori jarak tempuh. Yaitu 5 kilometer (5K), 10 kilometer (10K), dan 21 kilometer (Half Marathon), yang diikuti mulai dari atlet profesional, komunitas lari, hingga masyarakat umum dari berbagai daerah.

Tampak hadir dalam kegiatan tersebut, Gubernur Jambi Al Haris, Ketua DPRD Provinsi Jambi Muhammad Hafiz, Kepala Kejaksaan Tinggi Jambi Hermon Dekristo, Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly, serta unsur Forkopimda Provinsi dan Kota Jambi, para Pejabat Utama Polda Jambi, pimpinan instansi vertikal, dan para undangan lainnya.

Disambut dengan antusias oleh ribuan peserta, Wali Kota Maulana turut mengapresiasi terselenggaranya Presisi Merdeka Run 2025. Menurutnya, selain wujud sinergi antara pemerintah daerah dan jajaran kepolisian dalam membangun semangat nasionalisme, menjunjung sportivitas, serta mempererat silaturahmi antar elemen masyarakat, kegiatan ini juga memberikan dampak positif dalam mendorong gaya hidup sehat di tengah masyarakat.

“Presisi Merdeka Run 2025 menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat dalam memperingati Hari Kemerdekaan RI dengan cara yang meriah, sehat, dan penuh semangat kebersamaan, tentunya kita akan dukung kegiatan positif seperti ini,” ujar Maulana usai pelepasan peserta.

Dia juga menyampaikan apresiasi tinggi dengan ditunjuknya Kota Jambi sebagai tempat pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, ajang ini tidak hanya menjadi wadah menumbuhkan semangat nasionalisme dan gaya hidup sehat, tetapi juga membawa dampak positif bagi perekonomian daerah.

“Saya sangat berterima kasih atas ditunjuknya Kota Jambi sebagai lokasi penyelenggaraan kegiatan ini. Kehadiran ribuan peserta dari berbagai daerah tentu memberikan manfaat besar bagi daerah kita,” katanya.

Ia menambahkan, kegiatan ini secara tidak langsung menjadi ajang promosi daerah, sekaligus sarana memperkenalkan potensi Kota Jambi kepada para peserta yang datang dari luar kota. Pergerakan ribuan orang tersebut turut menggerakkan sektor ekonomi masyarakat, mulai dari sektor perhotelan dan akomodasi, hingga kuliner, dan penjualan produk UMKM lokal.

“Ini event Sport Tourism, tentu menjadi berkah bagi pelaku usaha di Kota Jambi. Saat orang datang, mereka menginap, makan, belanja oleh-oleh, semua itu ikut menghidupkan roda perekonomian kita. Kegiatan semacam ini harus terus kita dukung,” tambahnya.

Dia berharap, event-event serupa dapat terus digelar di Kota Jambi, sebagai bagian dari upaya mendorong kebangkitan ekonomi daerah sekaligus memperkuat citra Kota Jambi sebagai kota yang ramah, sehat, dan terbuka bagi seluruh masyarakat Indonesia.

“Mudah-mudahan kegiatan-kegiatan seperti bisa terus berlanjut,” tutup Wali Kota Jambi itu.

Sementara itu, dalam sambutan pembukaannya, Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H. Siregar, menyampaikan pesan yang membangkitkan semangat kepada seluruh peserta. Ia menekankan pentingnya menjaga kesehatan fisik sebagai bagian dari semangat perjuangan yang harus terus diwarisi oleh generasi penerus bangsa.

“Di dalam raga yang bugar, tersimpan jiwa yang tangguh. Mari kita rayakan kemerdekaan ini dengan semangat sportivitas dan rasa persaudaraan,” ujarnya memberi semangat peserta.

Kapolda juga menyebut, untuk kelancaran dan pengamanan jalur, panitia bersama pihak Kepolisian telah melakukan rekayasa lalu lintas sementara di sejumlah ruas jalan utama di Kota Jambi.

“Sebanyak 1.563 personel gabungan dari Polri, TNI, dan Instansi terkait dikerahkan untuk memastikan keamanan, ketertiban dan kelancaran acara hingga selesai,” sebutnya.

Selain itu, untuk memberi rasa aman kepada para peserta PMR 2025, Kapolda Jambi menjelaskan setiap peserta telah mendapatkan perlindungan dari Jasa Raharja Putera selama event berlangsung mulai dari start hingga finish.

“Karena keselamatan peserta adalah prioritas dalam kegiatan ini,” jelas Irjen Pol Krisno.

Lebih dari sekedar ajang kompetisi lari, Presisi Merdeka Run 2025 menjadi momentum penting dalam mempererat semangat kebangsaan sekaligus memperkuat ikatan sosial antarwarga. Kegiatan ini sukses menghadirkan atmosfer kebersamaan dan nasionalisme yang kuat dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Pada momen semangat kemerdekaan tersebut, Wali Kota Maulana bersama tamu kehormatan yang hadir pada PMR 2025 itu, turut ambil bagian dalam rute jalan santai di kawasan Kantor Gubernur Jambi. Kehadiran mereka tak sekadar seremonial, tetapi juga menyampaikan pesan sederhana namun bermakna: “pentingnya menjaga kesehatan melalui olahraga”.

 

 

 

MPLS Serentak, Wali Kota Maulana Motivasi Siswa

Kota Jambi - Secara resmi Pemkot Jambi membuka pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2025/2026, mulai jenjang pendidikan dasar, dari PAUD, SD hingga SMP se-Kota Jambi. MPLS kali ini mengusung tema “Ramah Bahagia” yang dibuka langsung Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., Senin (14/7/2025).

Pembukaan dilaksanakan di halaman Sekolah Yayasan Al Falah, Jl. Sultan Thaha, Kelurahan Legok, Kecamatan Danau Sipin. Pelepasan balon ke udara sebagai simbol dimulainya kegiatan pengenalan sekolah secara serentak di Kota Jambi.

Pada hari pertama masuk sekolah tahun ajaran baru ini, Wali Kota Maulana juga meninjau langsung pelaksanaan MPLS di sejumlah sekolah, antara lain SD Islam Al Falah di Jl. HOS Cokroaminoto, Kelurahan Selamat, Kecamatan Danau Sipin, serta SMP Negeri 6 di Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Jambi Selatan. Kunjungan tersebut dilakukan “Hari ini adalah momentum penting, terutama bagi anak-anak kita yang memulai jenjang pendidikan baru. Kita ingin memastikan mereka merasa nyaman, aman, dan bahagia di lingkungan sekolah. MPLS ini harus menjadi pengalaman yang menyenangkan, bukan menakutkan,” ujar Wali Kota Maulana.

Ia juga menegaskan pentingnya peran sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang positif dan ramah anak.

“Kita mendorong semua sekolah di Kota Jambi untuk mengedepankan pendekatan yang humanis, edukatif. Sekolah harus menjadi rumah kedua yang membentuk karakter anak-anak kita menjadi generasi yang cerdas, berakhlak, dan bahagia,” lanjutnya.

Selain mengimbau para siswa untuk senantiasa menghormati guru sebagai sosok yang patut diteladani, Wali Kota Maulana juga mengingatkan pentingnya peran kakak kelas dalam memberikan contoh yang baik kepada adik-adik kelas yang baru memulai masa pendidikannya.

untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan MPLS berjalan dengan baik, aman, dan lancar.

“Terima kasih kepada Ayahanda dan Ibunda yang dengan penuh cinta dan tanggung jawab terus mendampingi langkah putra-putrinya menuju kesuksesan,” tutupnya.

Pada kesempatan itu, Wali Kota Jambi Maulana, juga tampak menyerahkan sejumlah hadiah kepada para peserta didik berupa perlengkapan alat sekolah. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung semangat belajar anak-anak dalam menjalani aktivitas pembelajaran sehari-hari.

Dalam kegiatan peninjauan ke sejumlah sekolah tersebut, Wali Kota Maulana turut didampingi oleh Anggota DPRD Kota Jambi, Martua Muda Siregar, Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi, Mulyadi, beserta jajaran, serta para kepala sekolah di lokasi kunjungan.

“Kampung Rawasari” Tampil Gemilang di Tingkat Nasional, Bukti Kolaborasi Efektif Pemkot Jambi dan Polri

Kota Jambi - Pemkot Jambi kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah nasional. “Kampung Rawasari”, yang berada di Kelurahan Rawasari, Kecamatan Alam Barajo, sukses meraih Juara 1 Nasional dalam ajang Kampung Bebas Narkoba Tahun 2025, yang digelar oleh Mabes Polri dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-79.

Penghargaan tersebut diberikan berdasarkan Surat Kapolri Nomor: B/14044/VII/HUM.1.1/2025/BAINTELKAM tanggal 17 Juli 2025, sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan Kampung Rawasari dalam membangun ketahanan sosial masyarakat terhadap bahaya narkoba melalui kolaborasi lintas sektor yang efektif dan berkelanjutan.

Penghargaan secara resmi diserahkan oleh Kapolresta Jambi, Kombes Pol Boy Sutan Binanga Siregar, S.I.K., M.H., saat memimpin Apel Pemberian Penghargaan kepada Satker/Polsek Polresta Jambi dan institusi di wilayah Kota Jambi yang telah menunjukkan pengabdian dan dedikasi luar biasa dalam mendukung tugas kepolisian. Kegiatan tersebut berlangsung di Lapangan Hijau Mapolresta Jambi, pada Selasa (30/07/2025).

Dalam amanatnya, Kapolresta Jambi menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas sinergi serta kerja keras seluruh elemen masyarakat, khususnya para tokoh di Kampung Rawasari, yang telah mendukung penuh tugas kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Terpisah, Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., turut mengapresiasi pencapaian ini. Menurutnya, penghargaan ini adalah bukti bahwa kerja kolaboratif antara pemerintah, TNI-Polri, dan masyarakat mampu menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan terbebas dari bahaya narkoba.

“Ini menjadi contoh nyata bahwa pendekatan partisipatif dan pencegahan berbasis komunitas adalah kunci keberhasilan dalam pemberantasan narkoba di wilayah perkotaan,” ujar Wali Kota Maulana.

Wali Kota juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Polri khususnya jajaran Polresta Jambi yang telah konsisten mengedepankan pendekatan preventif dan kolaboratif dalam upaya pencegahan narkoba di Kota Jambi.

“Terima kasih kami sampaikan kepada jajaran Polri, khususnya Polresta Jambi, atas komitmennya dalam mendampingi masyarakat. Ini adalah kemenangan bersama dan bukti bahwa keamanan dan kesehatan masyarakat bisa dicapai dengan sinergi yang kuat,” pungkas Wali Kota Jambi itu.

Berikut nama-nama tokoh dari Kampung Rawasari yang menerima penghargaan atas dedikasi mereka dalam mewujudkan kampung bebas narkoba:

• Iper Riyansuni, S.Thl., M.E., M.Kom. (Camat Alam Barajo)

• Repulis, S.E. (Lurah Rawasari)

• Wiwin A.S, S.H. (Ketua RT 05 Kelurahan Rawasari)

• Peltu Azhar Madian (Bhabinsa Kelurahan Rawasari)

• Aiptu Markos Parhusip (Bhabinkamtibmas Kelurahan Rawasari)

Capaian ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh wilayah di Kota Jambi untuk turut aktif mendukung upaya penanggulangan narkoba demi mewujudkan Kota Jambi yang bahagia, aman, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika.

Turut hadir dalam apel tersebut Wakapolresta Jambi AKBP Nurhadiansyah, S.I.K., M.H., para Pejabat Utama Polresta Jambi, Kapolsek jajaran, seluruh perwira, bintara, dan PNS Polresta Jambi, serta perwakilan Bhabinkamtibmas dari Polsek jajaran.

 

 

Wali Kota Maulana Gandeng BPJS Ketenagakerjaan, Lindungi Kegiatan RT Kampung Bahagia

Kota Jambi - Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., secara resmi membuka kegiatan Sosialisasi Manfaat BPJS Ketenagakerjaan Dalam Program Kampung Bahagia Kota Jambi, pada Rabu (9/7/2025).

Dilangsungkan di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi, kegiatan sosialisasi ini diikuti Lurah se-Kota Jambi dan para Ketua RT sebagai Pilot Project Program Kampung Bahagia Kota Jambi.

Sebagai bagian dari pembangunan kota yang inklusif dan berkelanjutan. Pemerintah Kota Jambi saat ini telah mengalokasikan anggaran untuk perlindungan sosial pekerja rentan, Ketua RT, Pekerja Harian Lepas (PHL) dan petugas Syara’. Hal ini sebagai wujud komitmen Pemerintah Kota Jambi dalam mendukung program perlindungan sosial.

Terbaru, Pemkot Jambi juga telah meluncurkan Program Kampung Bahagia, yang merupakan sebuah inovasi dan inisiatif dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat dari aspek sosial, ekonomi, dan kesehatan secara terintegrasi.

Inisiasi Wali Kota Jambi mengintegrasikan program BPJS Ketenagakerjaan ke dalam Program Kampung Bahagia adalah langkah strategis untuk memberikan jaring pengaman sosial yang lebih luas, adil, dan menyeluruh kepada seluruh masyarakat.

Dalam keterangannya, usai membuka kegiatan sosialisasi tersebut, Wali Kota Maulana, menyampaikan bahwa sebagai sebuah inovasi baru, Program Kampung Bahagia perlu terus disosialisasikan dan didiskusikan secara intensif agar dapat mencapai tujuan dan dampak yang diharapkan.

Ia menjelaskan bahwa pada tahun pertama pelaksanaannya, program ini masih dijalankan secara terbatas sebagai proyek percontohan, dengan melibatkan 67 RT sebagai pilot project.“Ini adalah konsep kebahagiaan bagi masyarakat, karena melalui program ini pembangunan dilakukan berdasarkan kebutuhan riil warga di tingkat RT. Jika kita berhasil menjalankannya dengan baik, maka tahun depan program ini akan diperluas dan diterapkan di seluruh RT di Kota Jambi,” ungkapnya.

Terkait pelibatan BPJS Ketenagakerjaan dalam Program Kampung Bahagia, Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., menjelaskan bahwa hal tersebut merupakan bagian dari subkegiatan yang telah diatur secara khusus dalam Peraturan Wali Kota (Perwal) Jambi Nomor 18 Tahun 2025. Regulasi tersebut mengatur tentang jaminan perlindungan sosial, termasuk jaminan kesehatan dan ketenagakerjaan bagi warga dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan secara bergotong royong di tingkat RT.

“Ini merupakan salah satu klausul penting dalam Program Kampung Bahagia. Jika ada warga yang mengalami musibah, seperti kecelakaan kerja atau meninggal dunia, maka seluruh biayanya akan ditanggung sepenuhnya, dan keluarga yang ditinggalkan akan mendapatkan santunan yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan yang mendesak,” jelasnya.

“Adapun untuk konsepnya berdasarkan surat tugas yang nantinya dilampirkan, sesuai dengan setiap kegiatan yang dilakukan di RT masing-masing. Dalam hal ini kita akan masukan pada premi khusus jasa konstruksi yang nilainya 0,24 persen dari nilai proyek atau kegiatan yang dikerjakan oleh masyarakat secara bergotong royong,” lanjutnya.

Ia menjelaskan bahwa keikutsertaan warga dalam program ini perlu difasilitasi secara administratif oleh Ketua RT setempat.

“Syarat utamanya ada pada Ketua RT, yang harus menerbitkan surat keputusan (SK) bagi setiap warga yang turut berpartisipasi dalam kegiatan. Dengan begitu, hak jaminan sosialnya dapat diproses dan dijamin sepenuhnya,” jelasnya.

Lebih lanjut, Maulana menegaskan bahwa hal itu merupakan bentuk nyata dari komitmen Pemerintah Kota Jambi dalam menjalin kolaborasi strategis bersama BPJS Ketenagakerjaan untuk menghadirkan perlindungan sosial bagi seluruh masyarakat.

Wali Kota Maulana menegaskan, bahwa Program Kampung Bahagia yang telah resmi diluncurkan beberapa waktu lalu ditargetkan akan mulai berjalan pada periode Agustus hingga Desember 2025.

“InsyaAllah, mulai 1 Agustus program ini sudah mulai berjalan. Launching resminya akan dilakukan setelah para Ketua RT yang menjadi bagian dari pilot project menyelesaikan musyawarah bersama warganya, untuk menentukan prioritas pembangunan sesuai kebutuhan di wilayah masing-masing,” jelasnya.

Maulana juga menekankan pentingnya semangat kebersamaan dalam menyukseskan program ini.

“Dengan niat baik dan semangat gotong royong untuk menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat, maka program ini harus kita jalankan dengan sungguh-sungguh. Harapannya, ke depan seluruh 1.650 RT di Kota Jambi siap melaksanakan program ini secara penuh. Jika proses ini berhasil, kita optimistis Kampung Bahagia dapat menjadi model percontohan secara nasional sebagai gebrakan baru dalam mewujudkan kebahagiaan masyarakat,” pungkasnya.

Usai dibuka secara langsung oleh Wali Kota, kegiatan sosialisasi yang diikuti para peserta yang terdiri dari Lurah se-Kota Jambi dan para Ketua RT sebagai Pilot Project Program Kampung Bahagia Kota Jambi itu berlangsung secara dinamis dan partisipatif. Diskusi ini menjadi ruang penting untuk menyamakan persepsi, memperkuat pemahaman, sekaligus merumuskan langkah-langkah strategis dalam penerapan program secara efektif dan tepat sasaran di tingkat RT. Suasana diskusi yang terbuka dan konstruktif juga mencerminkan semangat kolaboratif antara pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang lebih inklusif dan berorientasi pada kebahagiaan warga Kota Jambi.

Hadir sebagai narasumber dalam sosialisasi itu, Kepala DPMPPA Kota Jambi Noverentiwi Dewanti, yang memaparkan terkait petunjuk Pelaksanaan Program Kampung bahagia yang tertuang dalam Peraturan Wali Kota Jambi Nomor 18 Tahun 2025, dan Kepala Bidang Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Provinsi Jambi Alfian Sahputra, yang memaparkan terkait manfaat dari BPJS Ketenagakerjaan.

Tampak hadir pada sosialisasi tersebut, Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM Moncar Widaryanto, serta seluruh fasilitator program Kampung Bahagia. 

Ia menjelaskan bahwa keikutsertaan warga dalam program ini perlu difasilitasi secara administratif oleh Ketua RT setempat.

“Syarat utamanya ada pada Ketua RT, yang harus menerbitkan surat keputusan (SK) bagi setiap warga yang turut berpartisipasi dalam kegiatan. Dengan begitu, hak jaminan sosialnya dapat diproses dan dijamin sepenuhnya,” jelasnya.

Lebih lanjut, Maulana menegaskan bahwa hal itu merupakan bentuk nyata dari komitmen Pemerintah Kota Jambi dalam menjalin kolaborasi strategis bersama BPJS Ketenagakerjaan untuk menghadirkan perlindungan sosial bagi seluruh masyarakat.

Wali Kota Maulana menegaskan, bahwa Program Kampung Bahagia yang telah resmi diluncurkan beberapa waktu lalu ditargetkan akan mulai berjalan pada periode Agustus hingga Desember 2025.

“InsyaAllah, mulai 1 Agustus program ini sudah mulai berjalan. Launching resminya akan dilakukan setelah para Ketua RT yang menjadi bagian dari pilot project menyelesaikan musyawarah bersama warganya, untuk menentukan prioritas pembangunan sesuai kebutuhan di wilayah masing-masing,” jelasnya.

Maulana juga menekankan pentingnya semangat kebersamaan dalam menyukseskan program ini.

“Dengan niat baik dan semangat gotong royong untuk menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat, maka program ini harus kita jalankan dengan sungguh-sungguh. Harapannya, ke depan seluruh 1.650 RT di Kota Jambi siap melaksanakan program ini secara penuh. Jika proses ini berhasil, kita optimistis Kampung Bahagia dapat menjadi model percontohan secara nasional sebagai gebrakan baru dalam mewujudkan kebahagiaan masyarakat,” pungkasnya.

Usai dibuka secara langsung oleh Wali Kota, kegiatan sosialisasi yang diikuti para peserta yang terdiri dari Lurah se-Kota Jambi dan para Ketua RT sebagai Pilot Project Program Kampung Bahagia Kota Jambi itu berlangsung secara dinamis dan partisipatif. Diskusi ini menjadi ruang penting untuk menyamakan persepsi, memperkuat pemahaman, sekaligus merumuskan langkah-langkah strategis dalam penerapan program secara efektif dan tepat sasaran di tingkat RT. Suasana diskusi yang terbuka dan konstruktif juga mencerminkan semangat kolaboratif antara pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang lebih inklusif dan berorientasi pada kebahagiaan warga Kota Jambi.

Hadir sebagai narasumber dalam sosialisasi itu, Kepala DPMPPA Kota Jambi Noverentiwi Dewanti, yang memaparkan terkait petunjuk Pelaksanaan Program Kampung bahagia yang tertuang dalam Peraturan Wali Kota Jambi Nomor 18 Tahun 2025, dan Kepala Bidang Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Provinsi Jambi Alfian Sahputra, yang memaparkan terkait manfaat dari BPJS Ketenagakerjaan.

Tampak hadir pada sosialisasi tersebut, Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM Moncar Widaryanto, serta seluruh fasilitator program Kampung Bahagia.

Jelang Idul Adha, 42 Petugas Diterjunkan, Pemkot Jambi Kawal Ketat Pemeriksaan 4.300 Hewan Kurban

Kota Jambi - Menyambut Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah/2025 Masehi, Pemerintah Kota Jambi mengambil langkah proaktif untuk memastikan seluruh hewan kurban yang akan disembelih berada dalam kondisi sehat dan layak konsumsi. Sebagai bagian dari upaya tersebut, Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., secara resmi melepas sebanyak 42 petugas pemeriksa kesehatan hewan kurban pada Senin (2/6/2025).

Upacara pelepasan tersebut digelar di Peternakan Moro Seneng milik Pak Satiman di RT 21, Kelurahan Aur Duri, Kecamatan Telanaipura. Dalam kesempatan itu, Wali Kota juga melakukan pemeriksaan langsung terhadap sapi kurban milik Presiden RI, jenis Simental dengan bobot 770 kilogram, yang disiapkan khusus untuk masyarakat Kota Jambi.

Satgas pemeriksa ini terdiri dari petugas Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Jambi, yang didukung oleh para mahasiswa dari Fakultas Peternakan Universitas Jambi. Mereka akan bertugas memeriksa 4.300 ekor hewan kurban yang telah terdata, guna memastikan kondisi fisik dan kesehatannya layak untuk disembelih.

“Dari kebutuhan kita sekitar 3.900 ekor, tersedia 4.300. Jadi, jumlah hewan kurban di Kota Jambi bukan hanya cukup, tapi melebihi kebutuhan. Yang sekarang menjadi fokus utama kita adalah memastikan kesehatan hewan-hewan tersebut,” ujar Wali Kota Maulana.

Setiap petugas, lanjutnya, akan bertanggung jawab memeriksa sekitar 100 ekor hewan kurban. Di Peternakan Moro Seneng sendiri, sebanyak 204 ekor telah selesai diperiksa dan dinyatakan sehat.

Saya juga sudah menyerahkan langsung sertifikat kelayakan hewan kurban kepada Pak Satiman selaku pemilik. Ini penting untuk memastikan masyarakat mendapatkan daging kurban yang aman dan sehat,” ungkap Maulana.

Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, Pemkot Jambi juga akan melaksanakan pemotongan hewan kurban secara kolektif melalui partisipasi ASN dan keluarga besar Pemkot. Tahun ini, tercatat sebanyak 180 hewan kurban akan didistribusikan ke masyarakat, masjid, pegawai harian lepas (PHL), serta lembaga lainnya.

Dengan jumlah hewan kurban yang melebihi kebutuhan, Wali Kota menyampaikan bahwa hal ini berkontribusi terhadap stabilisasi harga komoditas, terutama daging, yang biasanya melonjak menjelang Idul Adha.

Dalam kesempatan itu, didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Jambi, Evridal Asri, Wali Kota turut secara simbolis memasang label sehat pada sapi bantuan Presiden RI, setelah dinyatakan sehat secara klinis oleh tim dokter hewan.

Langkah-langkah ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Jambi dalam memastikan pelaksanaan kurban yang sehat, aman, dan sesuai syariat, sekaligus menjaga kesehatan masyarakat dan stabilitas ekonomi di masa perayaan besar keagamaan

Peringatan Hari Lahir Pancasila di Kota Jambi : “Seruan Gotong Royong dan Penanaman Nilai Bangsa”

Kota Jambi - Memperingati hari lahir Pancasila tahun 2025, Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi menggelar upacara peringatan di lapangan kantor utama Wali Kota Jambi, Senin (2/6/2025).

Upacara ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana,M.K.M., dengan turut dihadiri Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha, Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly, Wakapolresta Jambi AKBP Nurhadiansyah, Dandim 0415/Jambi Kolonel Inf Yoga Cahya Prasetya, Dandenpom II/2 Jambi Letkol Cpm Sundoro, Kepala BNN Kota Jambi Kombes Pol. Katino, Sekda A Ridwan beserta jajaran Pemkot Jambi dan organisasi Kepramukaan kota Jambi.

Tahun ini, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia mengusung tema “Memperkokoh Ideologi Pancasila Menuju Indonesia Raya”. Tema tersebut mengandung pesan mendalam bahwa pembangunan bangsa Indonesia harus terus bertumpu pada nilai-nilai dasar Pancasila, Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan Sosial.

Dikesempatan itu, Wali Kota Jambi dokter Maulana membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Prof. Drs. KH Yudian Wahyudi, M.A., P.hd., yang menegaskan, Pancasila bukan sekadar dokumen historis atau teks normatif yang tertulis dalam pembukaan UUD 1945. Pancasila adalah jiwa bangsa, pedoman hidup bersama, serta bintang penuntun dalam mewujudkan cita-cita Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

“Dalam semangat memperkokoh ideologi Pancasila, izinkan Saya mengajak kita semua merenungkan kembali bahwa Pancasila adalah rumah besar bagi keberagaman Indonesia. Ia mempersatukan lebih dari 270 (dua ratus tujuh puluh) juta jiwa dengan latar belakang suku, agama, ras, budaya dan bahasa yang berbeda. Dalam Pancasila, kita belajar bahwa kebinekaan bukanlah alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk bersatu. Dari sila pertama hingga sila kelima, terkandung prinsip-prinsip yang menuntun kita membangun bangsa dengan semangat gotong-royong, keadilan sosial, dan penghormatan terhadap martabat manusia,” ujar Wali Kota Maulana membacakan amanat Kepala BPIP RI.

Dalam konteks pembangunan Nasional saat ini, lanjutnya, pemerintah telah menetapkan Asta Cita sebagai delapan agenda prioritas menuju Indonesia Emas 2045. Salah satu yang paling fundamental dalam Asta Cita tersebut adalah memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi dan Hak Asasi Manusia. Karena disadari bahwa kemajuan tanpa arah ideologis akan mudah goyah. Kemajuan ekonomi tanpa pondasi nilai-nilai Pancasila bisa melahirkan ketimpangan. Kemajuan teknologi tanpa bimbingan moral Pancasila bisa menjerumuskan bangsa pada dehumanisasi.

“Dalam era globalisasi dan digitalisasi yang semakin kompleks, tantangan terhadap Pancasila pun semakin nyata. Kita menyaksikan penyebaran paham-paham ekstremisme, radikalisme, intoleransi, hingga disinformasi yang mengancam kohesi sosial kita. Oleh karena itu, melalui Asta Cita, kita dipanggil untuk melakukan revitalisasi nilai-nilai Pancasila dalam segala dimensi kehidupan: dari pendidikan, birokrasi, ekonomi, hingga ruang-ruang digital,” lanjutnya.

Dalam dunia pendidikan, perlu ditanamkan Pancasila sejak dini, bukan sekadar dalam pelajaran formal, tetapi dalam praktik keseharian. Sekolah dan universitas harus menjadi tempat lahirnya generasi yang cerdas secara intelektual, tangguh secara karakter dan kuat dalam integritas moral.

Dalam Birokrasi, nilai-nilai Pancasila harus hadir dalam bentuk pelayanan publik yang berkeadilan, transparan dan berpihak pada rakyat. Setiap kebijakan dan program harus mencerminkan semangat kemanusiaan dan keadilan sosial, bukan kepentingan kelompok atau golongan.

Selanjutnya, dalam bidang ekonomi, perlu dipastikan bahwa pembangunan tidak hanya dinikmati oleh segelintir orang, tetapi menjadi berkah bagi seluruh rakyat Indonesia. Keadilan sosial, sebagaimana termaktub dalam sila kelima, harus menjadi orientasi utama. Usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), ekonomi kerakyatan dan koperasi harus terus diberdayakan agar tidak ada warga yang tertinggal dalam kemajuan bangsa.

Sementara itu, dalam ruang digital, kita harus membangun kesadaran kolektif bahwa dunia maya bukan ruang bebas nilai. Etika, toleransi dan saling menghargai tetap harus ditegakkan. Pancasila harus menjadi panduan dalam berinteraksi di media sosial maupun platform digital lainnya. Mari kita perangi hoaks, ujaran kebencian dan provokasi, dengan literasi digital dan semangat gotong-royong,” tegasnya.

Dirnya juga menyebutkan, BPIP sebagai lembaga yang bertugas membina dan memperkuat ideologi Pancasila terus berkomitmen menghadirkan berbagai program strategis : dari pembinaan ideologi di lingkungan pendidikan, pelatihan bagi aparatur sipil negara (ASN) dan aparat negara, penguatan kurikulum Pancasila, hingga kolaborasi lintas sektor untuk mengarusutamakan Pancasila di berbagai lapisan masyarakat. Dengan tujuan agar Pancasila tidak hanya dihafalkan, tetapi dihidupi dan dijalankan dalam tindakan nyata.

Namun, tugas ini tidak bisa dijalankan sendiri. Kita semua, seluruh elemen bangsa dari pusat hingga daerah, dari pejabat hingga masyarakat, dari tokoh agama hingga pemuda, memiliki peran untuk menjadi pelaku utama pembumian Pancasila. Mari kita jadikan Hari Lahir Pancasila ini bukan sekedar seremonial, tetapi momen untuk memperkuat komitmen kita terhadap nilai-nilai luhur bangsa. Jadikan setiap langkah, setiap kebijakan, setiap ucapan dan tindakan kita sebagai cerminan dari semangat Pancasila,” sebutnya.

“Kita ingin Indonesia yang maju bukan hanya secara teknologi, tetapi juga secara moral. Kita ingin Indonesia yang sejahtera bukan hanya dalam angka statistik, tetapi juga dalam rasa keadilan dan persaudaraan. Kita ingin Indonesia yang dihormati dunia bukan hanya karena kekuatan ekonominya, tetapi karena keluhuran budinya dan kebijaksanaan rakyatnya. Peringatan Hari Lahir Pancasila ini harus menjadi pengingat bahwa masa depan bangsa berada di tangan kita. Jika kita ingin mewujudkan Indonesia Raya, maka tidak ada jalan lain selain memastikan bahwa Pancasila tetap menjadi jiwa dalam setiap denyut nadi pembangunan. Marilah kita terus bergotong-royong, menjaga persatuan, menghargai perbedaan dan menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam setiap aspek kehidupan. Jadikan Pancasila sebagai sumber inspirasi dalam berkarya, berbangsa dan bernegara,” tutup Maulana membacakan amanat Kepala BPIP RI.

Usai pelaksanaan upacara itu, kepada awak media, Wali Kota Maulana menyampaikan pesan penting mengenai penguatan karakter bangsa di tengah tantangan era digital yang semakin kompleks.

Dalam keterangannya, Maulana menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai karakter bangsa di segala bidang kehidupan, sebagaimana diamanatkan oleh BPIP RI.

“Mulai dari menjaga sopan santun, keramahan, hingga tidak menyebarkan hoaks, khususnya dalam penggunaan media sosial. Ini menjadi hal mendasar yang harus terus kita tanamkan kepada masyarakat,” ujar Maulana.

Pada prinsipnya, kita semua sebagai anak bangsa harus memegang teguh nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Itu menjadi benteng utama agar kita tidak mudah terjerumus ke dalam perilaku negatif,” tutup Maulana.

Upacara Hari Lahir Pancasila tahun ini berlangsung khidmat dan tertib. Bertindak sebagai Perwira Upacara adalah Kasatres Narkoba Polresta Jambi, AKP Simsal Siahaan, sementara pembaca teks Pembukaan UUD 1945 oleh Camat Paal Merah, M. Toyib. Sementara pengibaran bendera dilakukan oleh pasukan pengibar bendera dari Paskibraka Kota Jambi Tahun 2024

Copyright © Free Joomla! 4 templates / Design by Galusso Themes