Diza Pimpin KORMI : Lahirkan Energi Baru, Sinergi Menuju Masyarakat Bugar Bahagia

Kota Jambi - Setelah terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Kota (Muskot) ke-II Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Jambi yang digelar pada Jumat, 16 Mei 2025 lalu, Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., resmi dilantik sebagai Ketua KORMI Kota Jambi periode 2025–2029.

Pelantikan tersebut berlangsung meriah di Lapangan Utama Kantor Wali Kota Jambi pada Sabtu malam, 19 Juli 2025. Momen pelantikan ditandai dengan penyerahan bendera Pataka oleh Ketua KORMI Provinsi Jambi, Dr. H. Edi Purwanto, S.HI., M.Si., kepada Ketua KORMI Kota Jambi terpilih, Diza Hazra Aljosha.

Pelantikan ini dilakukan berdasarkan Surat Keputusan Pengurus Komite Olahraga Masyarakat Indonesia Provinsi Jambi Nomor: 005/SK/KORMI-PROVINSI-JAMBI/VII/2025 tentang Susunan Pengurus Komite Olahraga Masyarakat Indonesia Kota Jambi Masa Bakti 2025-2029.

Pelantikan Ketua dan Pengurus KORMI Kota Jambi periode 2025–2029 turut dirangkai dengan acara pelepasan Tim Formas (Festival Olahraga Rekreasi Masyarakat) KORMI Kota Jambi yang akan mewakili daerah pada ajang nasional di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Pelepasan kontingen dilakukan secara resmi oleh Wali Kota Jambi Maulana, didampingi oleh Ketua KORMI Provinsi Jambi Edi Purwanto dan Ketua KORMI Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha.

Dalam sambutannya, Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran pengurus KORMI Kota Jambi periode 2025-2029 yang baru saja dilantik. Ia menyampaikan optimisme bahwa di bawah kepemimpinan Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha, KORMI akan semakin berkembang dan menjadi garda terdepan dalam membangun budaya hidup sehat, bugar, gembira, dan bahagia di tengah masyarakat.

“Saya juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada kepengurusan KORMI periode sebelumnya atas dedikasi dan kontribusinya. Semoga senantiasa sukses dan terus bersinergi membangun olahraga masyarakat di Kota Jambi, demi meraih prestasi dan mewujudkan kebanggaan bagi Tanah Pilih Pusako Batuah,” ujar Wali Kota Maulana.

Ia juga ungkapkan, Pemerintah Kota Jambi sangat mendukung kehadiran olahraga masyarakat melalui KORMI ini, karena merupakan momentum penting dalam memberikan manfaat yang besar, terutama dalam mewujudkan masyarakat yang sehat dan bugar.

“Inorga-inorga dalam KORMI ini sangat erat dengan program-program Kota Jambi Bahagia yang pada akhirnya bertujuan untuk mencapai kebahagiaan, baik dunia maupun akhirat,” ungkapnya.

Maulana berharap, hadirnya KORMI di Kota Jambi dapat berakar hingga tingkat Rukun Tetangga (RT), yang nantinya dapat berkolaborasi melalui program Kampung Bahagia.

“Saya sudah minta data dari Pak Wali, nanti akan kita petakan bersama. Untuk Kota Jambi, saya rasa sekitar 3.000 unit bisa kita alokasikan, dengan nilai bantuan sebesar 20 juta rupiah per unit, tanpa potongan apa pun,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua KORMI Kota Jambi Diza Hazra Aljosha, menyampaikan alasannya memilih bergabung dan berkontribusi dalam KORMI. Menurutnya, KORMI tidak hanya menaungi banyak Induk Olahraga (Inorga), tetapi juga menjadi wadah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, serta mengandung nilai-nilai kultural, adat istiadat, hingga keagamaan.

“Ini tentu sangat sejalan dengan program Pemerintah Kota Jambi saat ini, yang dapat dikolaborasikan melalui semangat gotong royong dan pembangunan dari akar rumput, dengan Ketua RT sebagai garda terdepan,” ujarnya.

Diza menjelaskan bahwa pasca pelantikan kepengurusan baru KORMI Kota Jambi, pihaknya berkomitmen untuk terus menjaga eksistensi organisasi dengan menggiatkan berbagai kegiatan yang menyentuh langsung masyarakat, tidak hanya melalui media sosial, tetapi juga melalui aksi nyata di lapangan.

“Masih banyak masyarakat yang belum mengetahui apa itu KORMI, karena itu kita akan mulai dari tahap pengenalan, edukasi, dan sosialisasi secara masif, sembari terus mendorong capaian prestasi di bidang olahraga rekreasi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Diza menegaskan pentingnya sinergi lintas pihak untuk mendorong kemajuan KORMI di daerah.

“Ke depan, kolaborasi menjadi kunci, bukan hanya antara KORMI dan Inorga, tetapi juga dengan Pemerintah Kota, KORMI Provinsi, hingga KORMI Pusat. Dengan begitu, Inorga yang saat ini tergabung dalam KORMI Kota Jambi dapat terus berkembang dan aktif,” pungkasnya.

Lebih lanjut, Diza menyampaikan, ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dan kepercayaan kepadanya hingga terpilih untuk mengemban amanah sebagai Ketua.

“Alhamdulillah, pada saat Muskot kemarin Saya mendapatkan banyak dukungan. Terima kasih, Saya ucapkan kepada seluruh rekan-rekan yang telah mempercayakan amanah ini. Semoga ke depan kita bisa bersama-sama membesarkan KORMI Kota Jambi, dengan tujuan utama mewujudkan masyarakat yang sehat, bugar, dan bahagia,” ujar Diza.

Pelantikan Ketua dan Pengurus KORMI Kota Jambi berlangsung meriah dan penuh semangat. Rangkaian kegiatan ditutup dengan berbagai penampilan menarik dari sejumlah Inorga yang tergabung dalam KORMI Kota Jambi. Beragam pertunjukan tersebut telah dipersiapkan sejak sebelum pelaksanaan pelantikan, sebagai bagian dari upaya memperkenalkan ragam olahraga rekreasi kepada masyarakat.

Acara ini turut dihadiri oleh Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly, bersama unsur Forkopimda Kota Jambi, Sekretaris Daerah Kota Jambi A. Ridwan beserta jajaran Pemerintah Kota Jambi, Ketua GOW Kota Jambi Marsha Listya, Ketua Forum RT Kota Jambi Suparyono, Tokoh Masyarakat Jambi Hazrin Nurdin beserta istri, perwakilan organisasi masyarakat, para Ketua Inorga, serta pengurus KORMI Provinsi dan Kota Jambi

 

Wali Kota Jambi Harap Peserta Pelatihan PKP Kuasai Digitalisasi dan Berinovasi

Kota Jambi - Wali Kota Jambi, Dr.dr.H. Maulana, M.K.M, resmi membuka Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) tingkat Kota Jambi tahun 2025 yang diselenggarakan di Aula Gedung Diklat Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDMD), pada Senin pagi (28/7/2025).

Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengembangkan kompetensi peserta dalam rangka memenuhi standar kompetensi untuk melaksanakan tugas dan fungsi sebagai aparatur sipil di perangkat daerah masing-masing.

Dalam sambutannya, Wali Kota Maulana menekankan pentingnya mutu sebuah organisasi ditentukan oleh kualitas para pemimpin, termasuk pada level pengawas.

“Jabatan pengawas bukan sekadar formalitas struktural, tapi justru merupakan ujung tombak perubahan dalam organisasi. Bukan hanya sebagai syarat administratif bagi pejabat pengawas, tetapi sebagai titik tolak perubahan birokrasi yang lebih profesional, responsif, dan berorientasi pada pelayanan publik.” tekannya.

Dirinya juga ungkapkan, hal-hal penting yang harus ditekankan dalam pelatihan ini. Yaitu, Bangun Jiwa Kepemimpinan Melayani, Kuasai Digitalisasi dan Inovasi dan Tanamkan Integritas dan Keteladanan.

“Seorang pemimpin pengawas adalah pelayan publik. Tugas utamanya bukan hanya mengawasi, tetapi mengarahkan, menginspirasi, dan menyederhanakan proses birokrasi agar semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, dgitalisasi, efisiensi, dan inovasi adalah kunci utama birokrasi modern. Jangan hanya jadi pengikut arus, tapi jadilah lokomotif perubahan di unit kerja masing-masing,” ungkapnya.

Dirinya juga menyoroti, tren usia Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Pemkot Jambi saat ini yang banyak diisi oleh usia-usia muda.

“Ini tentunya menjadi potensi besar, karena masih muda dan mempunyai semangat. Oleh karena itu, harus bekerja dengan semangat, tunjukkan dedikasi dan loyalitas jangan malas,” ujarnya.

Menurutnya, dengan potensi-potensi muda yang dimiliki saat ini, kedepan dipertengahan masa jabatannya bersama Wakil Wali Kota Diza bisa mempunyai kepemimpinan yang sangat potensial untuk mewujudkan pembangunan Kota Jambi Bahagia.

“Maka dari itu, terus tunjukkan inovasi-inovasi di tempat kerja masing-masing,” tuturnya.

Ia juga mendorong agar para peserta nantinya dapat terus menunjukkan loyalitas, baik terhadap pemimpin maupun kepada instansi tempat bekerja.

“Sementara, kepada pemimpin agar memberikan keteladanan yang baik bagi mereka yang muda-muda ini,” ucap Maulana.

Menutup sambutannya, Dirinya berharap, dengan mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Pengawas ini para peserta dapat mengikuti dengan penuh semangat, keterbukaan pikiran, dan rasa ingin tahu yang tinggi.

“Jadikan pelatihan ini bukan hanya sekadar formalitas, tapi benar-benar menjadi investasi jangka panjang bagi karier, organisasi, dan masyarakat yang kita layani,” pungkas Wali Kota Maulana.

Sementara itu, Kepala BKPSDMD Liana Andriani menyebut, kompetensi yang akan dibangun dalam pelatihan ini adalah kompetensi kepemimpinan pelayanan manajerial guna menjamin dan membangun terbentuknya akuntabilitas aparatur sebagaimana yang telah diatur dalam perundang-undangan.

Dirinya menjelaskan, pelatihan ini akan dilaksanakan selama 905 jam atau 104 hari pembelajaran yang akan dilakukan baik secara luring maupun daring.

“Kegiatan ini telah dilaksanakan sejak 23 Juni hingga 29 Oktober bertempat di instansi masing-masing dan Gedung diklat BKPSDMD Kota Jambi. Dengan diikuti 30 orang, terdiri dari 8 orang Lurah, 4 orang Kepala Seksi Bagian Keuangan, 4 orang Kepala Seksi Bagian Perangkat Daerah, 13 orang Kasubag Perangkat Daerah dan 1 orang Kepala UPTD,” jelasnya.

Sebagai apresiasi nantinya akan diberikan 10 penghargaan kepada peserta terbaik. Dengan tenaga pengajar dari BPSDM Provinsi, Kodim 0415/Jambi dan jajaran terkait dilingkungan Pemkot Jambi.

“Dalam pelatihan ini akan ada evaluasi akademik, pembelajaran lapangan, aktualisasi kepemimpinan dan sikap perilaku,” tutup Liana.

Dikesempatan itu turut hadir mewakili Kepala BPSDM Provinsi Jambi Mubaroq Eldrin Hasip, Ketua Komite Penjaminan Mutu Pendidikan Dan Pelatihan Fachrurazi, serta para peserta Pelatihan Kepemimpinan Pengawas dilingkungan Pemkot Jambi.

Wali Kota Maulana Dorong Peran Anak Muda Dalam Kegiatan Donor Darah

Kota Jambi - Wali Kota Jambi, Dr.dr. H. Maulana, M.K.M, hadiri kegiatan Bakti Sosial Donor Darah dan pengecekan Kesehatan gratis yang diselenggarakan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jambi, di Kampung Donor Darah, RT 26, Kelurahan Simpang IV Sipin, Kecamatan Telanaipura, pada Minggu pagi (20/7/2025).

Disambut antusia oleh masyarakat, kegiatan bakti sosial itu turut dihadiri langsung Gubernur Jambi Al Haris, Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly, Ketua PMI Provinsi Jambi Hasan Basri Agus, Camat Telanaipura Rizalul Fikri beserta jajaran, Ketua PMI Kota Jambi Muhammad Nasir beserta pengurus, serta tokoh masyarakat, para Relawan PMI dan tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Wali Kota Maulana menekankan bahwa tugas kemanusiaan ini tidak mengenal batasan, yang sifatnya universal sesuai dengan prinsip dasar.

“Dimanapun memerlukan darah wajib dibantu baik dalam wilayah, bahkan luar negeri, termasuk tidak ada batasan terhadap perbedaan keyakinan atau agama,” tekan Maulana.

Terselenggaranya kegiatan ini, Maulana mengapresiasi peran PMI Kota Jambi yang telah aktif terhadap penyelenggaraan kegiatan-kegiatan bakti sosial, sehingga dapat membantu pemerintah, terutama dalam ketersediaan darah.

Terkait denga hadirnya Kampung Donor Darah disejumlah wilayah di Kota Jambi, Maulana mendorong agar warganya turut dapat berperan dalam melakukan pendonoran secara periodik.

“Jadi jika ada warga yang tiba-tiba memerlukan, darahnya telah tersedia, seperti diwilayah Kelurahan Eka Jaya yang dapat dijadikan percontohan, ketersedian darahnya surplus, dan bisa turut membantu wilayah lain,” ucap Maulana.

Lebih lanjut, ia juga mengapresiasi kinerja para Lurah yang telah aktif dalam mengkampanyekan pentingnya setetes darah terhadap kehidupan.

“Oleh karena itu, kami Pemerintah Kota juga

“Oleh karena itu, kami Pemerintah Kota juga telah memasukan kegiatan ini dalam indikator kesuksesan untuk para Lurah dan Camat,” tuturnya.

Dikesempatan itu, Maulana juga mendorong peran anak-anak muda untuk dapat berpartisipasi terhadap kegiatan donor darah.

“Karena di usia yang masih muda tentunya masih fit, terutama terhadap penyakit yang diyakini belum ada tabungan seperti gula, kolestrol tinggi, ginjal dan jantung,” ujarnya.

Kepada layanan fasilitas kesehatan, Ia juga mengingatkan, agar dapat bekerjasama dengan baik dalam menjalankan tugas kemanusian, terutama terkait dengan ketersediaan darah.

“Administrasi emang penting, namun jika sudah berkaitan dengan nyawa manusia hal itu bisa menyusul, karena siapapun itu harus dibantu,” pungkas Maulana.

Sementara itu, Gubernur Jambi Al Haris turut menyampaikan apresianya terhadap keaktifan Lurah dalam mendorong hadirnya Kampung Donor Darah diwilayah tempat bertugas.

Dirinya juga menyebut, pemerintah Provinsi Jambi sangat terbantu dengan hadirnya PMI disetiap Kabupaten/Kota yang telah aktif dalam menjalankan peran.

“Dengan didukung oleh para pejabat daerah didalam kepengurusan PMI alhamdulilah semuanya berjalan baik,” sebutnya.

“Mudah-mudahan dengan terselenggaranya kegiatan-kegiatan ini dapat bermanfaat bagi yang membutuhkan. Terus jaga dan tingkatkan kekompakan untuk melayani masyarakat,” lanjut Gebernur Jambi.

Sebelumnya, dalam laporan pelaksanaan, Ketua PMI Kota Jambi M Nasir menyebut, kegiatan bakti sosial ini dilakukan secara serentak, di dua titik yaitu Kelurahan Simpang IV Sipin dan Kelurahan Eka jaya. Dengan melibatkan seluruh RT yang ada diwilayah masing-masing.

 

 

Role Model Kepemimpinan Terbuka dan Informatif, Wali Kota Jambi Raih Pemred Award’2025

Kota Jambi - Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., kembali menorehkan prestasi nasional. Kali ini, Ia dianugerahi Pemred Award 2025 sebagai Kepala Daerah Terbaik dalam Bidang Komunikasi dan Keterbukaan Informasi Publik untuk Kategori Kota, dalam rangkaian malam puncak HUT ke-2 Forum Pemimpin Redaksi Multimedia Indonesia (FPRMI), yang digelar di Ballroom Hotel Aston, Serang, Banten, Jumat (18/7/2025).

Penghargaan bergengsi ini diberikan setelah melalui proses seleksi dan evaluasi ketat oleh tim penilai independen yang terdiri dari tokoh-tokoh nasional di bidang hukum, pemerintahan, dan media. Mereka adalah Prof. Dr. Bagir Manan, S.H., M.C.L. (Guru Besar, Ketua Mahkamah Agung tahun 2001–2008, dan Ketua Dewan Pers 2010-2016), Dr. Drs. Bahtiar Baharuddin, M.Si. (Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri), dan Prof. Rajab Ritonga (Wartawan Senior, Guru Besar Ilmu Komunikasi).

Selain menerima trofi Pemred Award 2025, Wali Kota Maulana juga memperoleh piagam penghargaan resmi yang ditandatangani langsung oleh Ketua Umum Forum Pemimpin Redaksi Multimedia Indonesia, Bernandus Wilson Lumi.

Rangkaian perayaan HUT ke-2 FPRMI ini sendiri berlangsung meriah dan sarat muatan edukatif, mencakup berbagai agenda seperti Diskusi Nasional, Wisata Jurnalistik, Penganugerahan Pena Emas, hingga Malam Puncak Pemred Award 2025. Kegiatan ini dihadiri oleh para tokoh pers nasional, pejabat pemerintah, serta insan media dari seluruh Indonesia.

Atas penghargaan tersebut, Wali Kota Maulana menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang mendalam. Ia mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh Forum Pemimpin Redaksi, yang menilai Pemerintah Kota Jambi telah menunjukkan komitmen nyata dalam membangun komunikasi publik yang terbuka, partisipatif, dan transparan.

“Penghargaan ini bukan semata-mata untuk saya pribadi, tetapi juga menjadi pengakuan terhadap budaya komunikasi dan transparansi yang telah kita bangun di Pemerintah Kota Jambi. Kami menjadikan keterbukaan informasi sebagai prinsip dasar dalam tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan partisipatif,” ujar Maulana.

Ia menambahkan, raihan ini sekaligus menjadi motivasi dan tanggung jawab moral untuk terus meningkatkan kualitas layanan informasi publik di Kota Jambi, sejalan dengan semangat reformasi birokrasi dan penguatan demokrasi lokal.

“Kami percaya, komunikasi publik yang baik bukan hanya membangun kepercayaan, tetapi juga membangun peradaban. Karena itu, kami akan terus mendorong seluruh perangkat daerah untuk terbuka, informatif, dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat, termasuk dalam menghadapi tantangan era digital saat ini,” pungkasnya.

Dengan capaian ini, Kota Jambi kembali “Penghargaan ini bukan semata-mata untuk saya pribadi, tetapi juga menjadi pengakuan terhadap budaya komunikasi dan transparansi yang telah kita bangun di Pemerintah Kota Jambi. Kami menjadikan keterbukaan informasi sebagai prinsip dasar dalam tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan partisipatif,” ujar Maulana.

Ia menambahkan, raihan ini sekaligus menjadi motivasi dan tanggung jawab moral untuk terus meningkatkan kualitas layanan informasi publik di Kota Jambi, sejalan dengan semangat reformasi birokrasi dan penguatan demokrasi lokal.

“Kami percaya, komunikasi publik yang baik bukan hanya membangun kepercayaan, tetapi juga membangun peradaban. Karena itu, kami akan terus mendorong seluruh perangkat daerah untuk terbuka, informatif, dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat, termasuk dalam menghadapi tantangan era digital saat ini,” pungkasnya.

Dengan capaian ini, Kota Jambi kembali menunjukkan eksistensinya sebagai kota yang maju dalam tata kelola pemerintahan dan mampu menjadi rujukan nasional dalam praktik komunikasi publik yang baik

 

“Gerakan Sapa Bahagia Anak Usia Dini” Maulana Dorong Peran Orang Tua Sukseskan Wajib Belajar 13 Tahun

Kota Jambi - Implementasi Peraturan Wali Kota Jambi Nomor 5 Tahun 2025 tentang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kota Jambi. Di Hari Anak Nasional, Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi melalui Dinas Pendidikan resmi meluncurkan Gerakan Sapa Bahagia Anak Usia Dini, pada Rabu pagi (23/7/2025), .

Berlangsung di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi, peluncuran “Gerakan Sapa Bahagia Anak Usia Dini” itu secara simbolis dilakukan Wali Kota Jambi Dr.dr.H. Maulana, M.K.M, sekaligus dirangkai dengan Sosialisasi Transisi PAUD SD Menyenangkan Kota Jambi Tahun 2025. Dengan menghadirkan tiga orang narasumber, yaitu Pemaparan dari Bunda PAUD Kota Jambi Dr.dr.Hj. Nadiyah, Sp. OG, Pemaparan BPMP Provinsi Jambi Dra. Okdanasmita, M.Pd, serta Pemaparan Guru SD Deni Sulistiowati, S.Pd, M.Pd.

Dalam keterangannya, Wali Kota Maulana menekankan bahwa pendidikan usia dini merupakan fondasi utama dalam mencetak generasi yang unggul. Karena pendidikan usia dini bukan sekadar pilihan, tetapi sebuah keharusan.

“Jika ingin membangun masa depan yang kuat, maka fondasinya harus kita siapkan sejak awal. Melalui Gerakan “Sapa Bahagia” ini mengandung makna dan langkah konkret, yakni Sisir, Ajak, Pantau, dan Advokasi, yang menjelaskan bahwa pendekatan ini bertujuan untuk memastikan seluruh anak di Kota Jambi, khususnya usia dini, terlayani pendidikan secara merata,” tekannya.

“Kita akan sisir semua wilayah, mendata anak-anak usia dini yang belum mengenyam pendidikan PAUD. Setelah itu kita ajak orang tuanya untuk menyekolahkan anaknya. Dan kita pantau dan advokasi mereka yang mengalami kendala, baik dari segi ekonomi maupun akses,” lanjut Maulana.

Dirinya mengungkapkan bahwa saat ini telah tersedia lima PAUD Negeri yang beroperasi di Kota Jambi sebagai wujud nyata dari komitmen Pemerintah Kota dalam memfasilitasi dan perluasan layanan pendidikan yang adil dan inklusif terhadap anak sejak usia dini.

“Kita tidak ingin ada satu pun anak usia dini di Kota Jambi yang terlewatkan dari layanan pendidikan. Kami Pemerintah akan terus hadir memastikan bahwa hak mereka terpenuhi,” ungkap Maulana.

Menurutnya, gerakan “Sapa Bahagia” ini juga menjadi langkah preventif dalam mencegah angka putus sekolah, sehingga pendidikan wajib belajar 13 tahun harus dimulai dengan sistematis dan terukur dari usia pra-sekolah.

“Kita mulai dari PAUD, lanjut ke SD, SMP, hingga SMA. Tidak boleh ada yang putus di tengah jalan. Pemerintah punya tanggung jawab moral dan konstitusional terhadap pendidikan generasi muda,” tutur Wali Kota Jambi.

Maulana menegaskan, meski pendidikan bukan hanya tugas dari Pemerintah semata. Namun, Pemerintah Kota akan tetap mengambil posisi terdepan dalam penggerakan dan pengawasan pelaksanaannya.

“Kita akan bergerak, karena ini bukan sekadar seremoni. Saya ingin gerakan ini benar-benar menyentuh masyarakat, hadir di tengah-tengah keluarga, dan membawa dampak nyata,” tegasnya.

Wali Kota Maulana juga menyatakan, Gerakan ini turut menjadi simbol pendekatan humanis pemerintah terhadap isu pendidikan, karena anak-anak bukan hanya dilihat sebagai objek kebijakan, tetapi sebagai subjek masa depan yang harus didukung dan dibahagiakan.

“Anak-anak harus disapa, dipahami, diberi ruang tumbuh yang nyaman, karena bahagia mereka adalah keberhasilan kita untuk mewujudkan generasi kota Jambi yang mempunyai karakter,” ucapnya.

“Dengan diluncurkannya Gerakan Sapa Bahagia ini kami juga berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya pendidikan usia dini dan bersama-sama mendukung keberhasilan program wajib belajar 13 tahun yang dimulai dari PAUD,” tutup Maulana.

Sementara itu, Bunda PAUD Kota Jambi Nadiyah Maulana menyoroti dengan masih kurangnya kesadaran orang tua terkait pentingnya pendidikan anak usia sejak dini.

“Jadi inilah tugas saya selaku Bunda PAUD dan juga seluruh Stakeholder, serta mitra PAUD hingga tingkat RT,” ucap Nadiyah.

Senada dengan yang diucapkan Wali Kota Maulana, Bunda PAUD Kota Jambi juga berkomitmen untuk bersama-sama dengan Pemerintah agar dapat mewujudkan hadirnya PAUD Negeri disetiap Kecamatan se-Kota Jambi, yang bisa dinikmati oleh masyarakat secara gratis.

“Dibalik selendang Bunda PAUD ini ada tugas dan tanggung jawab besar untuk memastikan anak-anak mendapatkan haknya di terhadap pendidikan. Maka melalui Gerakan Sapa Bahagia ini mari kita semua turut menyisir disetiap wilayah kita, mana anak-anak usia dini yang belum menempuh pendidikan PAUD,” ajak Nadiyah.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi, Mulyadi menyampaikan rasa syukur dan semangat atas dimulainya gerakan tersebut dengan bertepatan di Hari Anak Nasional.

“Gerakan yang kita luncurkan hari ini tujuannya adalah untuk memastikan bahwa anak-anak di Kota Jambi terpenuhi hak dan kewajibannya dalam pendidikan. Sekaligus merupakan langkah strategis dalam rangka mewujudkan pendidikan wajib belajar13 tahun,” ujarnya.

 

Wakil Wali Kota Jambi Paparkan Tiga Usulan Strategis Infrastruktur Kota Jambi di Hadapan Menko AHY

Kota Jambi - Komitmen mendorong terwujudnya infrastruktur yang tangguh, inklusif, dan berdampak langsung bagi masyarakat, serta selaras dengan kebutuhan dan karakteristik daerah.

Komitmen tersebut kembali dibuktikan melalui kehadiran langsung Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., dalam audiensi bersama Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia, Dr. Agus Harimurti Yudhoyono, yang berlangsung di Jakarta, Rabu (16/7/2025).

Audiensi yang difasilitasi Gubernur Jambi, Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H., dan diikuti sejumlah kepala daerah se-Provinsi Jambi. Inisiatif ini merupakan wujud sinergi kolektif dan pendekatan holistik yang dilakukan Gubernur dalam rangka mendorong percepatan pembangunan dan pemerataan infrastruktur di seluruh wilayah Provinsi Jambi.

Dalam forum tersebut, Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, turut memaparkan sejumlah program strategis Pemerintah Kota Jambi, khususnya yang berkaitan dengan kebutuhan infrastruktur prioritas, seperti peningkatan kualitas jalan dan penanganan banjir.

“Program-program yang saat ini kami jalankan di Kota Jambi sangat sejalan dengan arah pembangunan yang menjadi prioritas Pemerintah Pusat, khususnya di sektor infrastruktur. Sejak kami dilantik, bersama Bapak Wali Kota, fokus utama kami adalah penanganan banjir. Saat ini, kami memprioritaskan normalisasi sungai sepanjang 42 kilometer sebagai langkah konkret mengurangi risiko banjir di wilayah Kota Jambi,” ungkap Diza dalam audiensi itu.

Dalam kesempatan strategis tersebut, Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, juga menyampaikan sejumlah usulan penting bagi percepatan pembangunan di Kota Jambi, antara lain rencana perluasan 42 ruas jalan yang tersebar di 11 kecamatan dengan total panjang mencapai 49 kilometer. Usulan tersebut ditujukan untuk meningkatkan aksesibilitas dan konektivitas jaringan jalan dalam kawasan perkotaan.

“Selain itu, kami juga menyampaikan usulan terkait perluasan distribusi air bersih yang saat ini dikelola oleh Perumdam Tirta Mayang. Terkait hal ini, surat resmi dari Bapak Wali Kota juga telah diajukan langsung kepada Kementerian PUPR sebagai bentuk keseriusan Pemerintah Kota Jambi dalam memperluas cakupan layanan air bersih bagi masyarakat,” tambah Diza.

“Usulan terakhir yang kami sampaikan adalah dorongan kepada Kementerian agar dapat mengalokasikan anggaran untuk normalisasi Sungai Asam, yang sebelumnya juga telah disampaikan secara resmi kepada Komisi V DPR RI saat kunjungan kerja ke Provinsi Jambi, dengan nilai usulan sebesar Rp45 miliar. Usulan ini sangat membutuhkan dukungan dan pengawalan khusus, mengingat posisi strategis Kota Jambi sebagai Ibu Kota Provinsi Jambi,” jelas Diza.

Lebih lanjut, Diza menjelaskan bahwa posisi Kota Jambi sebagai Ibukota provinsi bukan hanya berfungsi sebagai pusat pemerintahan dan layanan publik, tetapi juga menjadi simpul utama mobilitas, ekonomi, dan distribusi antarwilayah di Provinsi Jambi. Oleh karena itu, peningkatan infrastruktur dan penguatan kapasitas wilayah menjadi sangat penting untuk mendukung peran strategis tersebut.

Diza juga menegaskan bahwa ketiga usulan yang Ia sampaikan lahir dari keterbatasan fiskal Pemerintah Kota Jambi, sehingga dukungan APBN menjadi sangat krusial agar program-program prioritas tersebut dapat direalisasikan secara maksimal dan memberi dampak langsung bagi masyarakat.

Menko AHY menyampaikan apresiasinya dan menyambut baik kunjungan kerja sejumlah kepala daerah se-Provinsi Jambi itu. Menurutnya, para Kepala Daerah di Jambi telah menguasai semua permasalahan yang ada di daerah masing-masing, dengan menyampaikannya secara jelas.

 

Copyright © Free Joomla! 4 templates / Design by Galusso Themes