PHR Gelar RUPST Tahun Buku 2025, Perkuat Kemandirian Energi dan Kinerja Berkelanjutan

Jakarta -  PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 dengan tema “One Purpose, One Energy: Strengthening Energy Independence” di Jakarta pada Kamis (4/6/2026). Rapat ini menjadi momentum bagi PHR guna menegaskan komitmen dalam memperkuat kemandirian energi nasional melalui peningkatan kinerja operasional, penguatan tata kelola perusahaan, serta pelaksanaan program berkelanjutan yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan.

Sepanjang tahun 2025, PHR berhasil meraih berbagai prestasi penting yang memperkuat perannya sebagai salah satu tulang punggung produksi migas nasional. PHR mencatatkan rata-rata produksi minyak sebesar 151,55 ribu barel minyak per hari (MBOPD) dan produksi gas sebesar 33,48 juta standar kubik feet per hari (MMSCFD). Total setara migas mencapai 157,33 ribu barel minyak ekuivalen per hari (MBOEPD).

Perusahaan juga tetap menjalankan program pengembangan lapangan yang agresif melalui pengeboran 1 sumur eksplorasi, 505 sumur eksploitasi, dan 319 sumur Kerja Ulang Pindah Lapisan (KUPL). Atas berbagai upaya yang dilakukan sepanjang tahun 2025, PHR berhasil membukukan capaian KPI Audited sebesar 106,69 persen. Capaian ini mencerminkan efektivitas strategi operasi dan keberhasilan perusahaan dalam menjaga keberlanjutan produksi.

Direktur Utama PT Pertamina Hulu Rokan, Muhamad Arifin, menyampaikan bahwa tahun 2025 menjadi periode yang menunjukkan ketangguhan perusahaan dalam menjaga kinerja dan menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan.

“Berbagai pencapaian yang diraih PHR sepanjang tahun 2025 merupakan prestasi yang membanggakan sekaligus bukti kemampuan perusahaan menjalankan peran strategis sebagai salah satu kontributor utama produksi migas nasional,”  ungkapnya.

Untuk mendukung ketahanan energi nasional, PHR terus memperkuat operasional melalui penerapan teknologi, digitalisasi, serta penguatan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) yang dijalankan secara terintegrasi guna memastikan pasokan energi domestik tetap andal, aman, stabil, dan berkelanjutan.

Sepanjang tahun 2025, implementasi strategi tersebut tercermin dalam berbagai pencapaian operasional dan inovasi perusahaan, mulai dari peningkatan produksi migas, penambahan sumur baru, penemuan sumber daya hidrokarbon, hingga pengembangan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) untuk mengoptimalkan produktivitas lapangan migas mature. Berbagai inisiatif tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan PHR dalam menjaga tingkat produksi, meningkatkan efisiensi operasi, serta mempertahankan perannya sebagai salah satu produsen minyak terbesar di Indonesia. 

Kinerja operasional yang solid turut menghasilkan pencapaian keuangan yang positif. Pada tahun 2025, PHR membukukan pendapatan usaha sebesar USD 3,24 miliar, meningkat dibandingkan USD 3,05 miliar pada tahun sebelumnya.

Laba bersih tahun berjalan yang mencapai USD 898,72 juta, menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi Pemegang Saham sekaligus mendukung kontribusi sektor hulu migas terhadap perekonomian nasional. 

Total aset perusahaan tercatat sebesar USD 5,94 miliar dengan total ekuitas mencapai USD 3,44 miliar. Turut menjadi perhatian, di bidang keselamatan PHR menorehkan capaian 69.267.011 jam kerja selamat sepanjang tahun 2025.

Pencapaian ini menjadi wujud komitmen perusahaan dalam membangun budaya keselamatan yang kuat di seluruh wilayah operasi. Sejalan dengan itu, PHR juga terus memperkuat praktik pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, yang dibuktikan melalui perolehan tiga penghargaan PROPER Hijau untuk wilayah operasi Bekasap Rokan, Duri Steam Flood, dan Minas Siak. 

Komitmen perusahaan terhadap pembangunan berkelanjutan juga diwujudkan melalui pelaksanaan program Community Involvement and Development (CID). Dengan realisasi anggaran sebesar USD 1,69 juta untuk 23 program, PHR menghadirkan berbagai inisiatif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, mulai dari pelestarian gajah Sumatra, pencegahan _stunting_ , pengembangan pendidikan vokasi, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasi.

Pada aspek tata kelola, PHR terus menunjukkan perbaikan berkelanjutan. Hal ini dibuktikan pada Asesmen Good Corporate Governance (GCG) yang dilakukan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk tahun buku 2025, dimana PHR mencatatkan skor 80,791 (predikat baik). Skor ini mengalami peningkatan dari asesmen BPKP sebelumnya.

“Pertumbuhan pendapatan dan laba, keberhasilan program pengeboran, capaian keselamatan kerja, penguatan tata kelola, hingga berbagai program keberlanjutan menjadi fondasi penting bagi PHR,” tambahnya.

Sejalan dengan visi menjadi perusahaan hulu migas nasional kelas dunia, PHR terus mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam seluruh aspek bisnis melalui tiga pilar utama, yaitu penerapan tata kelola perusahaan yang baik, pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab, serta pelaksanaan tanggung jawab sosial yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Selama tahun 2025, PHR menerima apresiasi dari berbagai pihak, antara lain Kementerian Keuangan sebagai KKKS Terbaik dengan Tingkat Optimalisasi Aset Terbesar Tahun 2024 serta KKKS Terbaik Kedua dengan Tingkat Pengelolaan Aset Teraktif Tahun 2024. Selain itu, PHR meraih predikat “Trusted Company” pada ajang Corporate Governance Perception Index (CGPI) serta penghargaan Silver pada Bisnis Indonesia Social Responsibility Awards (BISRA) melalui program Desa Energi Berdikari. Pada tahun 2025, perusahaan juga berhasil mempertahankan sertifikasi Sistem Manajemen Terintegrasi untuk ISO 9001:2015, ISO 14001:2015, dan ISO 45001:2018, serta memperoleh resertifikasi ISO 37001:2016 Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP).

Berbagai capaian tersebut didukung oleh tata kelola perusahaan yang kuat dan pengelolaan keuangan yang akuntabel. Hal ini tercermin dari hasil audit independen yang menyatakan laporan keuangan PHR disajikan secara wajar sesuai Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia. Atas kinerja tersebut, laporan keuangan PHR kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Kantor Akuntan Publik (KAP) Purwanto Susanti dan Surja, firma anggota dari Ernst & Young.

Melalui berbagai pencapaian operasional, keuangan, keselamatan, keberlanjutan, dan tata kelola sepanjang tahun 2025, PHR semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu produsen migas utama nasional. Dengan dukungan inovasi, teknologi, dan kolaborasi yang berkelanjutan, PHR akan terus berupaya menciptakan nilai tambah bagi negara dan pemangku kepentingan sekaligus mendukung terwujudnya ketahanan serta kemandirian energi Indonesia.

Tentang PT Pertamina Hulu Rokan

PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021.

Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan Zona Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041.

Daerah operasi Zona Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). Zona Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina.

Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.

Serapan Gabah dan Beras Nasional Tembus 3 Juta Ton, BULOG Jambi Capai 70 Persen Target Pengadaan

Jambi - Perum BULOG kembali mencatatkan capaian monumental dalam pelaksanaan penugasan pemerintah untuk pengadaan gabah dan beras dalam negeri. Hingga tanggal 3 Juni 2026, realisasi serapan gabah dan beras petani secara nasional telah mencapai 3.008.626 ton setara beras (3,01 juta ton) atau sekitar 75 persen dari target nasional sebesar 4 juta ton yang ditetapkan pemerintah untuk tahun 2026.

Capaian nasional ini menjadi tonggak penting dalam sejarah pengadaan pangan nasional. Dalam waktu kurang dari enam bulan, BULOG berhasil mendekati target tahunan yang selama ini menjadi tantangan besar dalam menjaga keseimbangan antara perlindungan petani, penguatan cadangan pangan pemerintah, dan stabilitas harga pangan nasional.

Secara khusus di wilayah kerja Perum BULOG Kanwil Jambi, realisasi serapan gabah dan beras petani hingga saat ini telah mencapai 3.795 ton setara beras. Capaian tersebut merupakan bagian dari kontribusi Kanwil Jambi dalam mendukung keberhasilan pengadaan gabah dan beras nasional serta penguatan Cadangan Beras Pemerintah (CBP).

Pimpinan Perum BULOG Kanwil Jambi, Wiwin Indratno, menyampaikan bahwa hingga awal Juni 2026 Bulog Jambi telah berhasil menyerap 6.049 ton gabah petani atau setara 3.795 ton beras. Capaian ini telah mencapai sekitar 70,35 persen dari target pengadaan gabah dan beras Kanwil Jambi sebesar 8.173 ton atau setara 5.394 ton beras. Keberhasilan ini merupakan hasil sinergi yang kuat antara BULOG, pemerintah daerah, TNI/POLRI, penyuluh pertanian, kelompok tani, gabungan kelompok tani, serta mitra penggilingan yang bersama-sama mendukung penguatan cadangan pangan pemerintah dan peningkatan kesejahteraan petani,” ujar wiwin.

Menurut wiwin, keberhasilan serapan gabah dan beras tersebut tidak terlepas dari berbagai langkah strategis yang dilakukan BULOG Jambi selama musim panen. Langkah tersebut antara lain penjemputan gabah langsung di sentra produksi, penguatan kemitraan dengan penggilingan padi, hingga percepatan proses pengadaan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Realisasi serapan sebesar 3.795 ton setara beras di wilayah kerja Kanwil Jambi menunjukkan komitmen kami untuk terus hadir di tengah petani, memastikan hasil panen terserap secara optimal, serta mendukung penguatan ketahanan pangan nasional,” ujar Wiwin.

Capaian nasional tersebut menjadi bukti bahwa kebijakan pemerintah dalam menjaga harga gabah kering petani melalui penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram berjalan efektif dan mampu memberikan kepastian pasar bagi petani di seluruh Indonesia.

Keberhasilan serapan ini juga berdampak langsung terhadap penguatan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang saat ini berada pada level tertinggi dalam sejarah modern pengelolaan pangan nasional. Stok beras yang dikelola BULOG telah melampaui 5 juta ton sehingga memberikan jaminan ketersediaan pangan yang kuat untuk menghadapi berbagai kebutuhan pemerintah, mulai dari stabilisasi harga, bantuan pangan, hingga mitigasi potensi bencana dan gejolak pasar.

Lebih lanjut, BULOG optimistis target pengadaan 4 juta ton setara beras pada tahun 2026 dapat tercapai bahkan sebelum akhir tahun. Dengan masih berlangsungnya musim panen di sejumlah wilayah strategis, BULOG akan terus mengoptimalkan penyerapan hasil panen petani melalui sinergi yang semakin kuat bersama seluruh pemangku kepentingan.

Capaian ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa Indonesia semakin kokoh menuju kemandirian dan ketahanan pangan yang berkelanjutan. Di tengah berbagai tantangan global, BULOG hadir sebagai instrumen negara yang memastikan hasil kerja keras petani terserap secara optimal, kesejahteraan petani meningkat, dan kebutuhan pangan masyarakat tetap terjamin.

“Keberhasilan serapan ini bukan hanya angka, tetapi wujud nyata keberpihakan negara kepada petani dan komitmen bersama dalam mewujudkan swasembada pangan nasional,” tutup wiwin.

 

Pertamina EP Jambi Dorong Penganekaragamanan Produk UMKM Lewat Pelatihan dan Studi Banding

Jambi - Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung pengembangan ekonomi masyarakat, Pertamina EP Jambi Field menggelar kegiatan Studi Banding dan Pelatihan Pengembangan Produk Makanan Ringan Lokal untuk Kelompok Kuliner Kenali Asam Atas (KUALITAS) pada 15–16 Mei 2026 di Kota Padang, Sumatera Barat. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengembangan Masyarakat yang menyasar enam anggota kelompok yang seluruhnya merupakan ibu rumah tangga.

Pelatihan difasilitasi oleh Royal Asia College kota Padang, yaitu lembaga yang menyediakan kebutuhan pelatihan dan studi banding, termasuk penyediaan narasumber dan rangkaian kegiatan pembelajaran secara langsung Bersama pelaku usaha. Rangkaian kegiatan diakhiri dengan studi banding di Pusat Oleh-Oleh Ummi Aufa Hakim.

Program ini dilatarbelakangi tantangan yang dihadapi Kelompok KUALITAS dalam mengembangkan produk unggulan yang memiliki daya saing dan dapat diproduksi secara berkelanjutan. Selama ini, produk yang dihasilkan seperti kue tradisional, cookies, roti, dan donat masih tergolong produk umum yang mudah ditemukan pada UMKM lain. Selain itu, sebagian besar produk masih diproduksi berdasarkan pesanan sehingga belum terdapat produk yang diproduksi secara berkala.

Di sisi lain, kelompok juga menghadapi keterbatasan dalam menentukan produk lokal khas Jambi yang potensial untuk dijadikan produk unggulan, mengingat sebagian besar makanan khas daerah berupa kue tradisional yang memiliki daya tahan terbatas. Melihat kondisi tersebut, pengembangan diversifikasi produk berbahan dasar singkong khas Sumatera Barat dinilai memiliki potensi untuk diadaptasi dan dikembangkan oleh kelompok.

Melalui kegiatan ini, peserta mendapatkan pemaparan materi mengenai tata cara produksi dan pengelolaan usaha dari Winda Nisrinah, selaku Manager UMKM Ummi Aufa Hakim Cabang Kota Padang. Selain teori, peserta juga mengikuti praktik langsung pembuatan produk olahan ubi dan singkong seperti keripik balado atau sanjai berbagai varian dan rengginang singkong. Tidak hanya itu saja, strategi pengembangan produk yang telah diterapkan pelaku usaha lain juga turut dipelajari

Manager Community Involvement & Development Regional 1, Iwan Ridwan Faizal mengatakan, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui penguatan kapasitas pelaku UMKM perempuan.

“Melalui pelatihan dan studi banding ini, kami berharap anggota Kelompok KUALITAS tidak hanya memperoleh keterampilan baru dalam menghasilkan produk makanan ringan yang memiliki nilai jual, tetapi juga mendapatkan wawasan mengenai pengelolaan usaha yang baik dan berkelanjutan. Kami ingin kelompok ini mampu menghadirkan produk unggulan yang khas, kompetitif, dan dapat diproduksi secara berkala sehingga memberi dampak nyata terhadap peningkatan pendapatan keluarga,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengembangan UMKM lokal menjadi salah satu fokus perusahaan dalam menjalankan program pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan. Menurutnya, kolaborasi dengan lembaga pelatihan dan pelaku usaha berpengalaman menjadi langkah penting agar masyarakat memperoleh pembelajaran yang aplikatif dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Melalui kegiatan ini, enam anggota Kelompok KUALITAS diharapkan mampu meningkatkan keterampilan dalam memproduksi makanan ringan berbahan dasar singkong, sekaligus memperkuat pengetahuan mengenai pengelolaan usaha dengan standar yang baik dan tepat. Program ini juga ditargetkan mampu menghadirkan setidaknya dua produk lokal baru yang dapat diproduksi secara berkala oleh kelompok.

Ke depan, pengembangan produk baru tersebut diharapkan dapat meningkatkan pendapatan Kelompok KUALITAS melalui hadirnya produk yang lebih kompetitif dan memiliki nilai tambah. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi langkah penguatan kapasitas kelompok dalam menerapkan standardisasi proses produksi yang baik guna meningkatkan kualitas produk UMKM lokal. (*)

Pengamat Ekonomi: Ekspor CPO Lewat Pelabuhan Jambi Berpotensi Tingkatkan Pendapatan Petani Sawit

Jambi – Pengamat ekonomi Jambi, Usman Ermulan, menilai kebijakan uji coba ekspor minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) melalui pelabuhan di Provinsi Jambi berpotensi memberikan dampak positif bagi petani sawit dan perekonomian daerah.

Menurut Usman, sektor perkebunan kelapa sawit merupakan salah satu tulang punggung ekonomi Jambi. Dari total luas perkebunan sawit yang diperkirakan mencapai sekitar 1,3 juta hektare, sekitar 600 ribu hektare dikelola perusahaan swasta nasional, sementara sisanya merupakan perkebunan rakyat.

"Jika setiap hektare rata-rata melibatkan satu petani, maka ada sekitar 1,3 juta petani yang terlibat langsung dalam sektor sawit di Jambi. Angka ini belum termasuk anggota keluarga yang menggantungkan hidup pada sektor tersebut," ujar Usman, Sabtu (30/5/2026).

Ia menjelaskan, selama ini penentuan harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit di Jambi mengacu pada harga pembelian CPO oleh perusahaan-perusahaan yang melakukan ekspor melalui Pelabuhan Dumai, Provinsi Riau. Padahal, CPO tersebut berasal dari ratusan pabrik kelapa sawit (PKS) yang beroperasi di Jambi.

Usman memperkirakan terdapat hampir 180 PKS yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Jambi. Selain menghasilkan CPO, sejumlah pabrik juga memproduksi produk turunan seperti POME oil yang memiliki nilai ekonomi tersendiri.

Menurutnya, salah satu persoalan utama yang selama ini dihadapi adalah tingginya biaya logistik pengiriman CPO dari Jambi menuju Dumai. Biaya transportasi dari kawasan Talang Duku ke Dumai diperkirakan mencapai sekitar Rp400 per kilogram.

Sebaliknya, apabila ekspor dilakukan melalui pelabuhan di wilayah Jambi, seperti kawasan Muara Sabak atau Teluk Majelis, biaya angkut diperkirakan dapat ditekan hingga sekitar Rp100 per kilogram.

"Artinya ada potensi efisiensi sekitar Rp300 per kilogram. Jika mekanisme ini berjalan baik, manfaat ekonominya dapat dirasakan petani sawit maupun pelaku usaha di Jambi," katanya.

Selain memberikan peluang peningkatan pendapatan petani, kebijakan ekspor langsung dari Jambi juga dinilai dapat membuka lapangan kerja baru, baik di sektor logistik, pelabuhan, maupun industri pendukung lainnya.

Usman mencontohkan, pola ekspor langsung dari Jambi sebenarnya telah diterapkan pada komoditas batu bara. Saat ini, batu bara dari Jambi dapat diangkut menggunakan ponton berkapasitas lebih dari 8.000 ton untuk tujuan ekspor ke sejumlah negara, termasuk China dan India.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa kebijakan ekspor CPO melalui Jambi yang saat ini masih dalam tahap uji coba perlu terus dipantau agar tidak menimbulkan gejolak harga di tingkat petani.

"Sampai Agustus 2026 masih tahap uji coba. Petani tidak perlu terlalu khawatir. Jika kebijakan ini tidak menimbulkan gejolak harga TBS, kemungkinan akan terus dilanjutkan. Namun jika muncul dampak yang merugikan petani, tentu pemerintah pusat akan melakukan evaluasi dan menyiapkan kebijakan lain," ujarnya.

Ia berharap pemerintah daerah dapat mengambil peran aktif dalam mengawal kebijakan tersebut, termasuk memperjuangkan kepentingan petani sawit dan masyarakat Jambi agar memperoleh manfaat maksimal dari potensi ekspor CPO langsung melalui pelabuhan daerah.

"Yang terpenting adalah bagaimana pemerintah daerah hadir untuk melindungi petani dan memastikan nilai tambah dari komoditas sawit bisa lebih banyak dinikmati masyarakat Jambi," pungkasnya.

Momentum Idul Adha, PHR Zona 1 Tebar Manfaat untuk Masyarakat

Jambi – Menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, PT Pertamina Hulu Rokan Zona 1 melaksanakan pemotongan dan penyaluran hewan kurban di sejumlah wilayah operasi perusahaan di Sumatera, Rabu (27/05/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam memperkuat kepedulian sosial sekaligus mempererat hubungan harmonis dengan masyarakat sekitar wilayah operasi.

Pada pelaksanaan kurban tahun 2026, PHR Zona 1 menyalurkan sebanyak 35 ekor sapi dan 32 ekor kambing. Hewan kurban tersebut berasal dari partisipasi perusahaan dan para pekerja yang dihimpun melalui Badan Dakwah Islam (BDI) di lingkungan kerja masing-masing wilayah operasi.

Di Jambi, pelaksanaan pemotongan hewan kurban dilaksanakan di Masjid Nurussa'adah, Komplek Pertamina EP, Kelurahan Kenali Asam Atas, Kota Jambi, dengan melibatkan pekerja perusahaan, pengurus masjid, serta masyarakat sekitar. Daging kurban kemudian didistribusikan kepada warga dan penerima manfaat di lingkungan sekitar masjid maupun area operasional perusahaan.

General Manager PHR Zona 1, Mefredi mengatakan momentum Idul Adha menjadi pengingat pentingnya nilai keikhlasan, kepedulian, dan semangat berbagi dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam menjalankan amanah perusahaan.

“Idul Adha mengajarkan nilai pengorbanan dan kepedulian terhadap sesama. Melalui kegiatan kurban ini, PHR Zona 1 ingin terus hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi,” ujarnya.

Salah seorang warga penerima manfaat di Kenali Asam Atas, Wahyudi, mengapresiasi pelaksanaan kurban yang dilakukan PHR Zona 1 bersama masyarakat sekitar. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya membantu warga, tetapi juga mempererat hubungan antara perusahaan dan masyarakat.

“Kami bersyukur dan berterima kasih atas perhatian dari PHR Zona 1. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut karena sangat membantu masyarakat dan membuat hubungan dengan warga semakin dekat,” katanya.

Selain menjadi bentuk ibadah dan rasa syukur, kegiatan kurban juga diharapkan mampu memperkuat hubungan baik antara perusahaan dengan masyarakat. PHR Zona 1 terus berkomitmen menjalankan operasional hulu migas yang selaras dengan aspek sosial, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat.

Pelaksanaan kegiatan berlangsung di berbagai area operasi PHR Zona 1 yang mencakup wilayah Aceh, Sumatera Utara, Riau, Jambi, hingga Sumatera Selatan, dengan tetap mengedepankan prinsip keselamatan kerja dan kebersamaan. 

Resto "Pisau Dapur" Sajikan Beragam Kuliner Bagi Semua Kalangan

Jambi – Restoran Pisau Dapur resmi menggelar grand opening yang dihadiri sejumlah pejabat penting di Provinsi Jambi. Acara pembukaan berlangsung di Jalan Kol. Abunjani, Tugu Juang, Sipin, Kota Jambi, tepatnya di belakang Momoyo.Jum'at 22 Mei 2026

Grand opening tersebut dibuka langsung oleh Ketua DPRD Provinsi Jambi, M. Hafiz Fattah bersama Wakil Ketua I DPRD Provinsi Jambi, Ivan Wirata. Turut hadir owner Pisau Dapur, dr. Monica bersama sang suami, Raga, serta para tamu undangan lainnya.

Peresmian restoran ditandai dengan prosesi pemotongan pita sebagai simbol Restoran Pisau Dapur resmi dibuka untuk umum.

Ketua DPRD Provinsi Jambi, M. Hafiz Fattah mengaku sangat mengapresiasi hadirnya usaha kuliner baru yang digagas anak muda di Jambi.

“Hari ini kami menghadiri launching Restoran Pisau Dapur bersama Bapak Ivan Wirata. Kami juga sudah mencicipi berbagai macam hidangan kuliner di sini, dan menurut penilaian kami serta mayoritas tamu yang hadir, rasanya luar biasa nikmat,” ujarnya.

Ia menilai Restoran Pisau Dapur layak menjadi salah satu rekomendasi kuliner bagi masyarakat Jambi. Selain itu, usaha tersebut juga dinilai mampu membuka peluang kerja bagi masyarakat setempat.

“Saya sangat mengapresiasi anak-anak muda di Jambi yang berani membuka usaha kuliner. Tentunya ini juga membuka lapangan pekerjaan untuk masyarakat,” tambahnya.

Menurut Hafiz, salah satu tanda keberhasilan sebuah rumah makan adalah ketika pelanggan datang kembali untuk menikmati hidangannya. Ia mengaku telah beberapa kali berkunjung ke Pisau Dapur.

“Kalau pelanggan datang kembali makan di sini, berarti rumah makan ini berhasil. Saya sendiri sudah beberapa kali makan di sini,” katanya.

Ia pun berharap usaha Restoran Pisau Dapur terus berkembang dan membawa manfaat bagi masyarakat Kota Jambi serta para karyawannya.

“Mudah-mudahan Pisau Dapur usahanya semakin berkembang, lancar, dan membawa kebaikan untuk masyarakat Kota Jambi maupun para pekerjanya,” tutupnya.

Ia juga mengajak para pemuda di Provinsi Jambi untuk terus berani memulai usaha dan mengembangkan potensi di berbagai bidang, tidak hanya kuliner.

Copyright © Free Joomla! 4 templates / Design by Galusso Themes