Hasil Pansus ke DKJN, Tak Ada Eksekusi Lahan! DPRD Kota Jambi Pastikan Kepastian untuk Warga Zona Merah

Kota Jambi - Panitia khusus (Pansus) zona merah DPRD Kota Jambi terus bergerak untuk menuntaskan masalah masyarakat Kota Jambi yang terdampak Zona Merah Pertamina.

Bukti keseriusan pansus, Ketua Pansus Polemik Zona Merah, Muhilli Amin, S.H dan anggota Pansus lainnya serta didampingi Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly, pihak Pertamina Jambi dan dari KPKNL mengunjungi Kantor Pusat Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan, Rabu (4/3/2026) siang.

Pansus DPRD Kota Jambi diterima Direktur Pengelolaan Kekayaan Negara Dr Purnama Tioria Sianturi, S.H, M.Hum dan perwakilan dari PT Pertamina (Persero) Teddy Kurniawan Gusti.

Audiensi dengan pihak DJKN digelar di ruang rapat Lantai 4 Selatan, Gedung Syafrudin Prawiranegara Lt 4 Selatan, Jl. Lapangan Banteng No 2-4 Jakarta.

Konsultasi ini menindaklanjuti polemik penetapan Zona Merah Pertamina di Kawasan Kenali Asam Kota Jambi, dengan merujuk pada masalah tumpang tindih aset antara lahan masyarakat dan PT Pertamina.

Hal ini menimbulkan keresahan bagi masyarakat yang memiliki lebih kurang 5.506 bidang tanah bersertifikat yang tercatat berada diatas lahan yang diklaim sebagai Barang Milik Negara (BMN), yang mengakibatkan status kepemilikan tanah menjadi tidak jelas dan berdampak pada pemblokiran seluruh aktivitas administrasi pertanahan mereka.

Untuk membahas dan mengkaji terkait masalah tumpang tindih aset antara lahan masyarakat dan PT Pertamina sebagaimana dimaksud, DPRD Kota Jambi telah membentuk Panitia Khusus (Pansus) pembahasan polemik zona merah berdasarkan Keputusan DPRD Kota Jambi Nomor 100.3.3/88/Kep.DPRD/Pansus/2025 Tanggal 31 Desember 2025.

Dalam pembahasan tesebut, pihak DJKN yang diwakili Direktur Pengelolaan Kekayaan Negara Dr Purnama Tioria Sianturi menyepakati apabila di dalam tanah peta merah tersebut tidak termasuk dalam data spasial tanah eks Pertamina yang terdiri dari 78 SHGB, peta pembelian niam serta verponding dan jalur persil akan dikeluarkan dari blokir zona merah.

Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly mengatakan, kehadiran pansus ke DJKN ini bagian dari tindaklanjut pembahasan rapat dengar pendapat (RDP) di jambi yang sudah mendengarkan beberapa pihak dari warga terdampak pemblokiran terhadap aset yg diklaim merupakan bagian kekayaan negara.

“Kami memastikan kepada DJKN serta Pertamina bahwa tidak ada eksekusi terhadap lahan yang diklaim sebagai kekayaan Negara. Itu ditegaskan tidak ada oleh ibu Purnama selalu Direktur Kekayaan Negara dan Bapak Tedi selalu perwakilan Pertamina Holding dalam diskusi,” ujarnya.

DPRD Kota Jambi Bakal Gelar RDP Lanjutan Soal Limbah Indogrosir

Kota Jambi - Dugaan persoalan pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) pada operasional Indogrosir di Kota Jambi mendapat perhatian DPRD Kota Jambi.

Permohonan Rapat Dengar Pendapat (RDP) resmi diajukan oleh Wandi Privanto dari Aliansi Aktivis Peduli Lingkungan dan diterima pada Senin (2/3/2026).

RDP tersebut dipimpin Sekretaris Komisi III DPRD Kota Jambi, Joni Ismed, didampingi Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly serta anggota Komisi III, yakni Sulaiman Syawal, Abdul Rauf, dan Hendra Bongsu.

Dalam paparannya, Wandi menyampaikan adanya dugaan pengelolaan limbah yang berpotensi mencemari lingkungan dan mengganggu hak masyarakat atas lingkungan hidup yang baik dan sehat.

Ia juga menyoroti dugaan ketidaksesuaian terhadap persetujuan lingkungan serta baku mutu air limbah.

Dalam RDP tersebut, aktivis meminta DPRD menghadirkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jambi, Satpol PP, perwakilan Pemerintah Kota Jambi, pimpinan Indogrosir, perwakilan masyarakat terdampak, serta unsur terkait lainnya.

Beberapa hal yang ingin diklarifikasi meliputi kepatuhan terhadap dokumen persetujuan lingkungan (AMDAL/UKL-UPL/DELH/DPLH), hasil uji baku mutu limbah, serta langkah pengawasan dan penegakan hukum apabila ditemukan pelanggaran.

Menanggapi laporan tersebut, Joni Ismed menyatakan pihaknya akan segera menindaklanjuti dengan memanggil instansi terkait.

“Kami sudah menerima laporan tersebut dan akan segera menjadwalkan pemanggilan instansi terkait. Ini penting untuk menjamin kelangsungan lingkungan hidup dan keamanan masyarakat di sekitar kawasan Indogrosir,” ujarnya.

Ia menambahkan, informasi awal menyebut adanya limbah yang diduga mencemari lingkungan sekitar.

DPRD juga akan melakukan pengecekan melalui camat, ketua RT, dan lurah setempat guna memastikan kondisi di lapangan.

Sementara itu, Kemas Faried Alfarelly menegaskan DPRD berkomitmen menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal.

“DPRD akan menindaklanjuti laporan ini sesuai mekanisme yang berlaku. Jika ada pelanggaran, tentu harus ada langkah tegas sesuai aturan,” katanya.

DPRD berharap RDP nantinya menghasilkan rekomendasi yang jelas dan terukur, guna memastikan kepatuhan pelaku usaha terhadap regulasi lingkungan serta menjamin perlindungan hak masyarakat atas lingkungan hidup yang baik dan sehat.

 

Perkuat Literasi Zakat Sejak Dini Bunda PAUD Nadiyah Gandeng Baznas Kota Jambi

Kota Jambi - Bunda PAUD Kota Jambi, Dr.dr. Hj. Nadiyah, Sp.OG, secara resmi melaunching kegiatan Manasik Zakat Pendidikan Usia Dini (PAUD), bekerjasama dengan Baznas Kota Jambi, bertempat di lapangan Tenis Dinas Pendidikan, pada Kamis pagi (12/02/2026).

Kegiatan ini bertujuan agar anak usia dini, khususnya di Kota Jambi sudah memahami konsep berbagi, yang mana didalam islam berzakat merupakan kewajiban dari rukun Islam, karena didalam harta yang Allah titipkan ada hak orang lain yang membutuhkan.

Dalam sambutannya, Bunda PAUD kota Jambi menyampaikan bahwa kegiatan merupakan langkah nyata dalam membangun fondasi karakter anak-anak sejak usia dini.

“Kita tahu bahwa zakat ini merupakan kewajiban yang harus ditunaikan yang memiliki dimensi ibadah dan dimensi sosial,” katanya.

Ia berharap, melalui manasik zakat ini anak-anak dapat cinta berbagi sejak usia dini, agar bukan mereka cerdas, namun juga memiliki akhlakul karimah.

“Melalui rasa empati yang kita tumbuhkan, akan menumbuhkan kesolehan sosial yang merupakan karakter luhur yang kita harapkan,” harap Nadiyah.

Lebih lanjut, Nadiyah mendorong agar para orang tua dan tenaga pendidik disekolah dapat menjadi rol model bagi peserta didik.

“Jadi saya berharap mudah- mudahan kegiatan yang baik ini bisa terus dilaksanakan lebih masif lagi di Kota Jambi dan mudah mudahan ini menjadi sebuah trobosan, pilot projeck untuk menjadi kurikulum, syukur syukur bisa diterima ditingkat Nasional,” tutupnya.

Sementara itu, ketua Baznas Kota Jambi Muhammad Padli menyampaikan bahwa kegiatan Manasik Zakat ini sebagai upaya dalam melakukan literasi zakat bagi anak anak usia dini.

“Intinya adalah mereka disini diperkenalkan melalui simulasi agar mengetahui bagaimana tata cara berzakat, dari berbagai propesi yang,” ucapnya.

“Kita akan usulkan juga kegiatan ini untuk menjadi kurikulum, untuk regulasinya nanti kita diskusikan lagi ke Baznas Provinsi, Basnaz RI dan kita laporan juga hasil kegiatan hari ini untuk menjadi bahan, mudah -mudahan akan masuk ke kurikulum terutama penguatan tentang literasi zakat,” singkatnya.

Sebagai tindak lanjut dari Manasik Zakat ini, setelah launching yang dilakukan Bunda PAUD Kota Jambi akan dilaksanakan di 11 Kecamatan ataupun diseluruh PAUD yang ada di Kota Jambi.

Seminar Ketahanan Ekonomi Keluarga, GOW Perkuat Pemberdayaan Perempuan di Kota Jambi

Kota Jambi - Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Jambi Marsya Lystia, S.E., B.Com., menjadi Narasumber pada seminar keluarga bertema “Marriage Goals Bukan Cuma Soal Cinta Tapi Juga Soal Atur Dana” yang berfokus pada ketahanan ekonomi keluarga, Minggu (15/02/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi tersebut, turut dirangkaikan dengan prosesi pelantikan Pengurus Persaudaraan Muslimah (Salimah) Kota Jambi dan pimpinan cabang se-Kecamatan Kota Jambi. Yang dilantik langsung oleh Ketua PW Salimah Provinsi Jambi Muslihah, jajaran organisasi wanita lingkup Kota Jambi, Ketua DPSP Kota Jambi, serta pengurus PD dan PC Salimah Kota Jambi beserta jajaran.

Pada sesi seminar Finance for Couples: Bangun Kehidupan Finansial yang Bahagia, Marsya Listia menekankan pentingnya literasi keuangan dalam keluarga sebagai fondasi ketahanan ekonomi rumah tangga.

Selanjutnya, Narasumber kedua, Dini Silvia, M.M., Kabid Pengembangan Sarana dan Prasarana Medis RSJD Kolonel H. Muhammad Syukur, menyampaikan materi “Sehat Jiwa, Sehat Finansial: Menjaga Kewarasan Ibu dalam Mengelola Ekonomi Keluarga” yang mengaitkan kesehatan mental dengan kemampuan pengelolaan ekonomi keluarga.

Dalam sambutannya, Marsya Listia menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan merupakan kunci pembangunan generasi.

“Kita membesarkan perempuan adalah membesarkan generasi. Fokus kita pada pemberdayaan perempuan. Seiring perkembangan zaman, kita semua dituntut untuk semakin adaptif—baik terhadap kemajuan teknologi, pola pengasuhan anak, maupun isu kesehatan mental yang saat ini semakin berkembang dan menjadi perhatian bersama,” ujarnya.

Ia menilai bidang-bidang dalam Salimah sangat relevan dengan kebutuhan zaman karena tidak hanya berfokus pada dakwah, tetapi juga pendidikan dan pengembangan diri perempuan.

“Tantangan yang dihadapi perempuan saat ini semakin kompleks. Ada anggota yang masih muda, ada pula yang sudah senior. Karena itu sebagai organisasi perempuan kita harus mampu tetap relevan dengan kebutuhan semua kalangan,” tambahnya.

Menurut Marsya, kekuatan utama Salimah adalah kedekatannya dengan perempuan muslimah yang perlu dipertahankan, namun pendekatan kegiatan harus dikemas lebih kekinian agar menarik generasi muda tanpa meninggalkan nilai agama.

“Ini menjadi tantangan bersama: bagaimana membuat kajian tetap dekat dengan nilai agama tetapi dikemas lebih segar dan inklusif, sehingga tidak terjadi jarak antara generasi senior dan generasi muda,” katanya.

Sebagai Ketua GOW Kota Jambi, ia menekankan pentingnya sinergi organisasi perempuan dalam mendukung program Pemerintah Kota Jambi.

“Kita semua memiliki tujuan yang sama: perempuan yang lebih maju, lebih berdaya, dan bersama-sama membangun Kota Jambi. Mudah-mudahan Salimah ke depan dapat terus berkolaborasi dan bersinergi dengan organisasi perempuan lainnya di Kota Jambi,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua PW Salimah Provinsi Jambi Muslihah menyampaikan bahwa Salimah saat ini telah terbentuk di seluruh Kabupaten/Kota di Provinsi Jambi dan menjadi daerah dengan anggota terbanyak.

“Jumlah anggota Salimah di Provinsi Jambi saat ini telah mencapai 1.304 orang. Kota Jambi menjadi penyumbang anggota terbanyak. Gerakan dan program Salimah Kota Jambi sangat luar biasa, bahkan termasuk yang paling maju dan terbaik,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, di tingkat Kelurahan telah terbentuk empat PERA (Persaudaraan Salimah), yakni PERA Kenali Asam Atas, Kenali Asam Bawah, Penyengat Rendah, dan Teluk Kenali. Ke depan akan digulirkan program One PC One PERA yaitu setiap pimpinan cabang membentuk satu PERA.

Secara nasional, Salimah telah hadir di 37 provinsi, 406 kabupaten/kota, 2.230 kecamatan, dan 1.321 kelurahan/desa serta satu perwakilan di Taiwan. Pada periode 2020–2030 ditargetkan minimal 50 persen kecamatan di setiap provinsi telah terbentuk struktur Salimah.

Muslihah juga memaparkan enam departemen Salimah, yakni Dakwah, Pendidikan dan Pelatihan, Ekonomi, Humas, Jaringan Lembaga dan Kajian, serta penguatan bidang program keluarga dan perempuan.

Berbagai program unggulan Salimah di antaranya Majelis Taklim dan Majelis Pembinaan, Baitul Qur’an Salimah, P2AYD (Pembinaan Anak Yatim dan Dhuafa), SISTER (Sekolah Ibu Salimah Terpadu), SERASI (Sekolah Pranikah Salimah), SALSA (Sekolah Lansia Salimah), KOSUMA (Koperasi Serba Usaha Salimah), Salimah Halal Center, serta Mubalighah Salimah Indonesia.

“Seluruh program ini merupakan bentuk kepedulian dan upaya Salimah dalam meningkatkan kualitas perempuan dan keluarga Indonesia. Kami berharap pengurus daerah Salimah Kota Jambi yang baru dilantik dapat menjalankan amanah dengan penuh dedikasi, integritas, dan semangat tinggi,” ujarnya.

Kegiatan pelantikan dan seminar ini menegaskan komitmen kolaborasi antara organisasi perempuan dan Pemerintah Kota Jambi dalam memperkuat ketahanan ekonomi keluarga, kesehatan mental perempuan, serta pemberdayaan perempuan yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Selaras dengan visi dan misi 11 program pemerintah kota Jambi yang tercantum pada “Kota Jambi bahagia”

Wawako Diza: Keteladanan Rasulullah Dalam Berdagang Mengandung Nilai-nilai Integritas Yang Harus Diterapkan Dimasa Kini

Kota Jambi - Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., menjadi pemateri dalam Seminar Pendidikan Kepemimpinan dan Strategi dalam Membangun Usaha Berkelanjutan yang digagas oleh Dewan Legislatif Mahasiswa dan seluruh jajaran Universitas Dinamika Bangsa (UNAMA).

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis sore (12 /02/2026), bertempat di Aula Kampus UNAMA Lantai 2,  Jl. Kol. M. Kukuh, Kelurahan Paal Lima, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi. Dengan menghadirkan dua pemateri lainnya, yakni Muhammad Saka Hutama selaku Owner Duriawi Coffee & Roastery yang memaparkan materi tentang pengelolaan dan pengembangan usaha yang berkelanjutan. Serta Pareza Alam Junia, S.Kom, M.Kom, Dosen UHAMKA sekaligus Owner Mesteknos dan Cafe La Roza, yang menyampaikan strategi merintis usaha dan membangun mental bisnis.

Seminar ini dihadiri oleh Rektor Universitas Dinamika Bangsa Jambi Prof. Setiawan Assegaf, ST, MMSI, PhD., berserta jajaran Akademisi UNAMA dan sejumlah pejabat dilingkungan Pemkot Jambi.  Kegiatan ini diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri dari Mahasiswa UNAMA, pelajar SMK, dan Mahasiswa Umum.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha, menyampaikan materi bertajuk Peran Kepemimpinan dalam Merancang dan Mengarahkan Usaha Berkelanjutan serta Semangat Bisnis Pemuda di Era Modern. Ia menegaskan bahwa kepemimpinan merupakan fondasi utama dalam membangun kerja mandiri dan usaha yang berkelanjutan.

Diza menyampaikan bahwa menjadi pengusaha sejatinya merupakan sunnah Rasulullah Muhammad SAW yang patut dicontoh. Ia menekankan bahwa dinamika dan keteladanan Rasulullah dalam berdagang mengandung nilai-nilai integritas, keberanian, dan kejujuran yang relevan untuk diterapkan dalam dunia usaha masa kini.

“Pengusaha itu adalah pekerjaan yang harus diusahakan tanpa ada rasa takut. Tanggung semua risikonya, baik untung maupun rugi. Dalam bisnis, usaha harus fokus dan konsisten, memiliki target jangka panjang, serta dibarengi dengan sedekah,” ungkapnya.

Ia juga membagikan pengalaman pribadinya saat pada tahun 2003 memutuskan menjadi pengusaha dengan berjualan jersey bola. Pengalaman tersebut menjadi landasan pembelajaran bahwa setiap pengusaha memiliki perspektif dan strategi masing-masing dalam mengelola usahanya.

Menurutnya, ekosistem usaha yang terbentuk tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri, tetapi juga bagi keluarga dan masyarakat luas. Relasi yang luas, kerja keras sebagai bentuk ikhtiar, serta kemampuan menjadikan perbandingan dan tantangan sebagai bahan evaluasi merupakan faktor penting dalam menjaga keberlanjutan usaha.

Diza menambahkan bahwa usaha tidak terlepas dari masalah. Namun, setiap persoalan dapat dibenahi sejak awal dan diatasi dengan solusi yang tepat apabila pelaku usaha memiliki mental yang kuat dan visi jangka panjang.

Dalam konteks pembangunan daerah, Wakil Wali Kota Jambi memaparkan bahwa Kota Jambi merupakan kota perdagangan dan jasa dengan keterbatasan sumber daya alam karena berada di kawasan perkotaan. Oleh karena itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi prioritas utama.

Ia menyoroti bahwa dari alokasi dana BANHARKAT yang merupakan salah satu program prioritas Pemkot Jambi, sebesar 110 miliar rupiah yang tersedia untuk mendukung pengembangan usaha, tingkat serapan masih sangat rendah dan didominasi oleh generasi yang lebih tua, sementara partisipasi generasi muda, khususnya Gen Z, masih minim.

“Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas usaha mikro, kecil dan menengah yang saat ini belum memiliki akses permodalan dan peralatan usaha. Secara esensial, BANHARKAT hadir untuk memfasilitasi para pengusaha lokal dan UMKM lokal, terutama dengan mempertimbangkan demografi masyarakat Kota Jambi yang didominasi anak muda. Namun, partisipasi anak muda belum mencapai lima persen dan sekitar 95 persen penerima masih didominasi generasi yang lebih senior,” ucapnya.

Ke depan, Ia berharap program ini dapat dimaksimalkan oleh generasi muda. Karena bantuan yang diberikan cukup signifikan, baik dalam bentuk peralatan usaha bagi UMKM yang belum memiliki akses permodalan maupun akses pembiayaan kredit mulai dari 5 juta hingga 10 juta rupiah, bahkan lebih apabila spesifikasi dan kelayakan usaha dinilai memenuhi kriteria.

Adapun mekanisme untuk memperoleh BANHARKAT antara lain memiliki usaha atau produk serta legalitas usaha, membentuk Kelompok Usaha UMKM minimal lima orang, mendaftarkan diri ke Kecamatan untuk kemudian diarahkan ke dinas terkait, memperoleh SPPT Pengusaha UMKM Binaan Kota Jambi, dan mengajukan permohonan produk kredit BanHarkat.

Selain BANHARKAT, Pemerintah Kota Jambi juga menghadirkan Program Balai Latihan Kerja Tematik (Balikat) sebagai wadah pelatihan bagi generasi muda untuk meningkatkan kompetensi dan kesiapan dalam dunia kerja.

Diza menegaskan secara prinsip, program ini merupakan instrumen strategis untuk mendorong lahirnya pengusaha-pengusaha muda yang tangguh dan berdaya saing.

Rangkaian acara diakhiri dengan sesi tanya jawab interaktif dari para mahasiswa bersama ketiga pemateri, membahas berbagai aspek dunia usaha mulai dari jasa, pemasaran, tata kelola, permasalahan usaha, hingga strategi sukses dan manajemen risiko dalam berwirausaha.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Jambi menegaskan komitmennya dalam membangun kepemimpinan generasi muda sebagai pondasi kerja mandiri serta memperkuat ekosistem kewirausahaan dengan memanfaatkan salah satu 11 program unggulan kota jambi bahagia, BANHARKAT.secara inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Kota Jambi. Langkah pasti dalam mewujudkan kota Jambi bahagia.

 

Satu Tahun Kepemimpinan Maulana -Diza, Ekonomi Tumbuh, Kesejahteraan Masyarakat Meningkat

Kota Jambi - Pemerintahan Kota Jambi dibawah Kepemimpinan Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M, bersama Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A, menandai satu tahun masa bakti sejak dilantik Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025 lalu, dengan capaian konkret di bidang ekonomi, kesejahteraan rakyat, dan Tata Kelola Pemerintah.

Melalui kerja nyata yang responsif berpijak pada visi Pembangun Kota Jambi Bahagia, dengan 11 program unggulan, yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat, pemerintah menegaskan arah pembangunan berkelanjutan: melanjutkan yang baik, memperbaiki yang belum baik, dan memastikan hasil pembangunan dapat dirasakan langsung oleh rakyat yang berlandaskan kesejahteraan masyarakat.

Disatu tahun kepemimpinan 20 Februari 2026 ini, merujuk data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Jambi, pertumbuhan ekonomi Kota Jambi tahun 2025 tercatat stabil di kisaran 4.75%, sementara tingkat inflasi (m-to-m) 2025|0.34%.

Stabilitas makroekonomi tersebut berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Hal itu ditunjukkan pada angka kemiskinan Kota Jambi yang turun, dari 7.73% ditahun 2024 menjadi 7.69% ditahun 2025. Dengan target sebesar 6.70% ditahun 2030, mencerminkan investasi, dunia usaha dan ekonomi kreatif yang menyerap tenaga kerja semakin pulih.

Sebagai Kota Perdagangan dan Jasa dengan posisi geostrategis, sektor dunia usaha dan investasi menjadi salah satu pilar ketahanan terhadap perekonomian. Hal itu tampak pada angka Gini Ratio (GR) tahun 2025 diangka 0.339, turun dibandingkan tahun 2024, sebesar 0.395.

Sebagai pusat wilayah dan Ibukota Provinsi Jambi, dengan luas 169,89 KM², terdiri dari 11 Kecamatan dan 68 Kelurahan, dengan jumlah penduduk 641.020 jiwa. Dibawah Kepemimpinan Maulana – Diza Indeks Pembangunan Manusia (IPM) berangsur mengalami peningkatan, dari yang sebelumnya berada diangka 81.77 menjadi 82.32 ditahun 2025. Dengan tingkat Pengangguran Terbuka 7.08%, angka ini turun dibandingkan 2024 diangka 7.38%. Hal ini bentuk keberhasilan pembangunan dibidang dunia pendidikan.

Perbandingan PDRB (ADHB), Income Perkapita dalam rentang waktu satu tahun kepemimpinan juga menunjukkan tren positif, Tahun 2024 Pendapatan sebesar Rp 43.375,48 miliar, naik Rp 3.224,70 miliar dari 2023: Rp 40.150,78 miliar. Ini menunjukkan pemulihan dan ekspansi aktivitas ekonomi lokal yang relevan bagi sektor budaya dan kreatif. Sejalan dengan target Rumel, pelatihan Balikat, dan akses pembiayaan Banharkat untuk pelaku lokal.

Pemerintah Kota Jambi optimistis tren positif ini akan terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang. Fokus kebijakan diarahkan pada peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan infrastruktur pendukung investasi, serta pengembangan sektor-sektor produktif yang mampu menyerap tenaga kerja lebih luas, sehingga memberikan kesejahteraan terhadap masyarakat.

Di sisi lain, tantangan masih ada. Penciptaan lapangan kerja belum sepenuhnya memenuhi target, dan tekanan global seperti fluktuasi harga energi, ketegangan geopolitik, serta transisi industri hijau masih menuntut kewaspadaan tinggi. Pemerintah Kota dituntut menjaga keseimbangan antara kebijakan populis dan keberlanjutan fiskal jangka panjang.

Meski demikian, capaian satu tahun ini dapat dikategorikan sebagai fondasi kuat menuju arah ekonomi yang lebih tangguh. Fokus berikutnya adalah akselerasi investasi produktif, penguatan industri hilir, peningkatan produktivitas tenaga kerja, serta dorongan inovasi digital dan ekonomi hijau yang berkelanjutan yang saat ini tengah didongkrak oleh Maulana -Diza.

Keberhasilan menjaga inflasi rendah, serta pertumbuhan yang stabil di tengah ketidakpastian global menjadi sinyal positif bagi investor dan pelaku usaha. Hal ini memperlihatkan ketahanan fundamental ekonomi Kota Jambi sekaligus membuka peluang ekspansi di berbagai sektor strategis.

Pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan bagi masyarakat tidak terlepas dari berjalannya seluruh program unggulan Kota Jambi Bahagia dalam fase 1 tahun kepemimpinan Maulana – Diza, meski berbagai tantangan menghadang, terutama tentang pengurangan alokasi transfer pusat ke daerah. Meski demikian, Pemkot Jambi dapat menghadapinya dengan melakukan efektivitas belanja, dan mengurangi ketergantungan daerah pada pusat, melalui pemanfaatan dari sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui pengelolaan potensi lokal secara optimal. Hal itu telah dibuktikan dengan tercapainya target PAD hingga 109%.

Satu tahun kepemimpinan Maulana – Diza bagi Kota Jambi telah menandai masa transisi menuju ekonomi yang lebih efisien, inklusif, dan berorientasi masa depan. Tantangan masih besar, tetapi fondasi sudah diletakkan dengan baik. Kini tugas bersama pemerintah dan masyarakat adalah menjaga momentum pertumbuhan agar ekonomi Kota Jambi semakin berdaulat dan berkeadilan dalam mewujudkan Kota Jambi sebagai Kota Perdagangan dan Jasa Yang Bersih, Aman, Harmonis, Agamis, Inovatif dan Sejahtera (BAHAGIA).

 

Copyright © Free Joomla! 4 templates / Design by Galusso Themes