Peran Jurnalis Sebagai Contoh Penggunaan Bahasa Indonesia Yang Benar Bagi Masyarakat

Kota Jambi - Balai Bahasa Provinsi Jambi menekankan pentingnya penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam dunia jurnalistik sebagai bagian dari tanggung jawab profesi kepada masyarakat.

Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan pembinaan bahasa bagi jurnalis yang digelar di Rumah Kebangsaan, Thehok, Kota Jambi, Senin (25/5/2026).

Widyabasa Ahli Muda Balai Bahasa Provinsi Jambi, Muhammad Ikhsan, mengatakan jurnalis memiliki peran penting dalam memberikan contoh penggunaan bahasa Indonesia yang tepat di ruang publik.

“Untuk memberikan bahasa Indonesia kepada jurnalis yang baik dan benar kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, jurnalis juga harus memahami dan mematuhi ketentuan penggunaan bahasa Indonesia dalam ranah resmi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan.

Menurutnya, aturan tersebut mengatur kewajiban penggunaan bahasa Indonesia pada berbagai sektor, mulai dari dokumen resmi negara, pidato resmi presiden dan wakil presiden, komunikasi resmi di lingkungan kerja, hingga informasi mengenai produk.

Selain itu, penggunaan bahasa Indonesia juga diperkuat melalui Peraturan Presiden Nomor 63 Tahun 2019 tentang Penggunaan Bahasa Indonesia.

Dalam ranah jurnalistik, Ikhsan menekankan pentingnya penggunaan ejaan yang tepat, pemilihan diksi yang sesuai, serta penyusunan kalimat yang mudah dipahami masyarakat luas.

“Saya berharap penulisan rekan jurnalistik semakin baik dalam menggunakan bahasa Indonesia,” katanya.

Sementara itu, Rolanda Hasibuan selaku Ketua Pelaksana kegiatan sekaligus Pimpinan Redaksi sinarjambi.com mengatakan pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman jurnalis dalam penggunaan tata bahasa yang benar dan sesuai kaidah jurnalistik.

“Kegiatan ini untuk memberikan pelatihan dalam tata bahasa yang benar bagi para jurnalis agar lebih fresh dan bisa menggunakan bahasa jurnalistik dengan benar,” ujarnya.

Kegiatan pembinaan bahasa tersebut diikuti sejumlah jurnalis dari berbagai media di Jambi sebagai upaya meningkatkan kualitas penulisan berita yang informatif, edukatif, dan sesuai kaidah bahasa Indonesia. (*)

Hobi Bernilai Ekonomi, Wali Kota Jambi Dorong Anak Muda Tingkatkan Kecintaan Terhadap Bonsai

Kotà Jambi – Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-80 Pemerintah Kota Jambi dan Hari Jadi ke-625 Tanah Pilih Pusako Batuah, Pameran Nasional Bonsai Kota Jambi 2026 resmi dibuka pada Kamis sore (21/05/2026), bertempat di area parkir Kantor Wali Kota Jambi.

Agenda tahunan milik Pemerintah Kota Jambi ini menggandeng langsung para pecinta Bonsai dari seluruh wilayah Indonesia, dengan dibuka secara langsung oleh Wali Kota Dr. dr. H. Maulana, M.K.M, didampingi Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A,.

Kegiatan ini akan berlangsung 15 – 23 Mei 2026, dengan diikuti 346 pot Bonsai, di kategori class Prospek, Madya dan Pratama.

Wali Kota Maulana mengapresiasi pelaksanaan pameran Bonsai. Menurutnya, kegiatan ini turut berdampak terhadap pergerakan ekonomi, khususnya ekonomi kreatif di Kota Jambi.

“Mudah-mudahan kegiatan ini terus berjalan, karena ini adalah hobi yang bisa menjadi profesi dan mempunyai nilai ekonomi,” ucapnya.

Ia juga mendukung anak-anak muda Kota Jambi khususnya untuk dapat menumbuhkan kecintaan terhadap tanaman Bonsai.

“Tanaman ini memerlukan skill khusus dan kesabaran. Oleh karena itu, baik untuk mendukung tumbuh kembang karakteristik generasi muda,” ucap Maulana.

Ia berharap, pameran ini dapat bermanfaat, khususnya bagi para peserta, terutama dalam meningkatkan keterampilan dan pengalaman.

“Mudah-mudahan pameran ini bisa terus memeriahkan momentum hari bersejarah bagi Kota Jambi kedepannya,” singkatnya.

Dalam rangkaian pembukaan pameran Bonsai ini, juga diumumkan para pemenang bagi kategori best in show, best in class madya dan best pratama ditandai dengan pemasangan piagam pada pot Bonsai oleh Wali Kota Maulana dan Wakil Wali Kota Diza.

 

Pastikan Hewan Kurban Layak Potong dan Sehat, Pemkot Jambi Siapkan Kontak Pengaduan

Kota Jambi - Guna memastikan Hewan Kurban dalam kondisi sehat dan layak potong, serta layak konsumsi bagi masyarakat menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi secara resmi melepas puluhan Petugas Pemeriksaan Kesehatan Hewan Kurban tahun 2026, Rabu (20/05/2026).

Pelepasan petugas dilakukan di lapangan Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Jambi, yang secara langsung dilepas oleh Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M, didampingi Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A,.

Petugas Pemeriksa Kesehatan Hewan Kurban Pemkot Jambi terdiri dari Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, serta didukung oleh Mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Jambi. Para petugas ini akan bertugas memeriksa hewan qurban yang telah terdata di Kota Jambi, guna memastikan kondisi fisik dan kesehatannya layak untuk disembelih.

Wali Kota Maulana menekankan, bahwa kebutuhan hewan Kurban di Kota Jambi setiap tahun meningkat, sehingga Pemerintah Kota berkomitmen untuk memberikan kepastian hewan qurban yang masuk ke kota Jambi dalam kondisi sehat dan layak dipotong.

“Peningkatan kebutuhan akan hewan kurban ini harus kita imbangi dengan kepastian bahwa hewan yang dipotong itu betul-betul memenuhi standar kesehatan,” tekannya.

“Tahun ini sapi kurban Presiden akan kita sembelih di Masjid Baitul Mustofa, Perumahan Rumah Kito. Mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi masyarakat karena bobotnya sangat besar,” sebutnya.

“Selain itu, kami Pemerintah Kota Jambi juga akan melaksanakan pemotongan hewan kurban, sama seperti tahun – tahun sebelumnya melalui partisipasi ASN dan Keluarga besar Pemkot Jambi yang akan didistribusikan ke masyarakat, masjid, pegawai harian lepas (PHL), warga kurang mampu, serta lembaga lainnya,” lanjutnya.

 

 

Job Fair Pemkot Jambi Sediakan Ribuan Lapangan Pekerjaan Dari Dalam Hingga Luar Negeri

Kota Jambi –  Ditengah tingginya persaingan lapangan kerja dan tuntutan ekonomi, Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi terus berkomitmen dalam memberikan solusi nyata bagi masyarakat pencari kerja dengan menggelar Job Fair Kota Jambi Tahun 2026.

Kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial dalam rangka memperingati HUT ke-80 Pemerintah Kota Jambi dan Hari Jadi Tanah Pilih Pusako Batuah ke-625, melainkan bukti kerja keras, komitmen dan kolaborasi yang kuat antara Pemerintah bersama pemberi peluang kerja (Perusahaan), yang akan digelar 20 dan 21 Mei 2026.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari itu, turut menjadi perhatian bagi Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M, didampingi Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A, dengan meninjau langsung pelaksanaan, pada Rabu siang (20/05)/2026), di Taman Banjuran Budayo.

Ratusan pencari kerja tampak memadati kawasan Taman Banjuran Budayo untuk mengikuti agenda Job Fair Kota Jambi yang diikuti puluhan perusahaan dengan menawarkan berbagai lowongan pekerjaan. Tercatat setidaknya ada 44 perusahaan, baik dari dalam, hingga luar negeri.

Tak tanggung-tanggung, agenda yang menjadi kegiatan rutin tahunan di Kota Jambi ini menawarkan lowongan untuk dalam negeri sebanyak 876 dan luar negeri government to govermet (G2G) sebanyak 3700, serta private to private (P2P) sebanyak 900 lowongan.

Wali Kota Maulana yang didampingi Wakil Wali Kota Diza menyampaikan apresiasinya terhadap pihak-pihak yang telah menyelenggarakan dan meramaikan kegiatan tersebut.

“Tadi saya sudah mewawancarai langsung beberapa perusahaan, mereka ada yang bergerak dibidang kesehatan, keuangan, kosmetik dan kuliner. Saya berterimakasih kepada pihak terkait yang mendukung program ini. Ini merupakan bentuk perhatian Pemerintah Kota Jambi dalam menurunkan angka pengangguran terbuka,” ujar Maulana.

“Mereka juga dilindungi oleh Undang-undang. Dimana 5% dari pekerja di perusahaan tersebut harus mampu menyerap tenaga kerja penyandang disabilitas,” lanjutnya.

Ia berharap para pencari kerja untuk tetap berusaha dan tidak pantang menyerah.

“Tidak ada keberhasilan yang bisa dicapai tanpa kerja keras. Dengan Job Fair ini dapat memotivasi anak-anak muda untuk dapat mencari pengalaman baru. Memang sebagian anak muda sekarang banyak yang memilih-milih kerja, maunya langsung kerja yang bagus tanpa kerja keras. Jangan patah semangat dan cari terus peluang,” pungkas Wali Kota Maulana.

Kampung Bahagia, OPBM, hingga Angkutan Pengangkut Sampah Berbasis Digital Cara Pemkot Jambi Tuntaskan Masalah Sampah

Kota Jambi - Persoalan sampah merupakan hal kompleks yang terjadi disetiap Kota – Kota besar, termasuk di Tanah Pilih Pusako Batuah Kota Jambi yang merupakan suatu tantangan tersendiri,  dan memerlukan penanganan serius. Mulai dari timbulan sampah yang terus meningkat, keterbatasan lahan untuk pembuangan, dan kurangnya kesadaran masyarakat menjadi tantangan utama.

Namun, Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi (18/10/2026) telah mengambil langkah inovatif dalam pengelolaan sampah, melalui berbagai kebijakan dan program. Salah satunya adalah penerapan Operator Pengumpul Sampah Berbasis Masyarakat (OPBM), yang saat ini tengah dilakukan akselerasi atau percepatan disemua kawasan di Kota Jambi.

Sebagai tindak lanjut program itu, Pemerintah Kota melakukan penutupan terhadap Tempat Penampungan Sampah (TPS) liar maupun pinggir jalan, hingga kini 62 TPS telah dilakukan penutupan dan tersebar disejumlah Kecamatan. Dengan target tidak ada lagi TPS di Kota Jambi, sehingga penerapan OPBM dapat berjalan optimal.

Melalui program Operator Pengumpul Sampah Berbasis Masyarakat (OPBM) ini, nantinya sampah akan diangkut langsung dari rumah ke rumah yang dilakukan oleh petugas Bentor. Program ini juga telah ditopang oleh program prioritas Kampung Bahagia. Dimana, tahun ini aspek kebersihan juga telah menjadi prioritas utama bersama aspek keamanan.

Dalam pelaksanaanya, petugas bentor akan mengangkut sampah dari sumbernya, yaitu rumah tangga, untuk di angkut ke depo transfer sampah terdekat yang telah disiapkan disejumlah kawasan di Kota Jambi. Yang kemudian akan dipilah oleh petugas Dinas Kebersihan, sebelum kembali diangkut ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Talang Gulo.

Dalam prosesnya saat ini, pengangkutan sampah menggunakan armada bentor dikenakan tarif angkutan kepada masyarakat. Namun untuk biaya yang dikenakan tersebut melalui persetujuan masyarakat, dan Pemerintah Kota Jambi tidak sama sekali menetapkan. Hal ini merupakan wujud dari komitmen bahwa sampah adalah tanggung jawab bersama.

Namun, seiring berjalannya waktu, dengan program yang telah berjalan baik dan merata, Pemerintah Kota Jambi menargetkan dalam pengangkutan sampah kedepan tanpa perlu dikenakan tarif angkut. Hal ini seiring dengan proses pemilihan sampah berjalan optimal yang menjadikan sampah bernilai ekonomis.

Selain itu, saat ini, Pemerintah Kota Jambi juga telah memiliki Armada Pengangkut Sampah Berbasis Digital untuk mengoptimalkan penyelesaian Permasalahan Persampahan, Armada baru ini juga merupakan tindak lanjut dari program Operator Pengumpul Sampah Berbasis Masyarakat (OPBM) yang tengah dilakukan percepatan di Kota Jambi.

Secara total ada 20 Armada pengangkut sampah, yang memiliki kapasitas mengangkut sampah hingga 500 ton per hari yang direncanakan akan mulai beroperasi secara keseluruhan pada akhir bulan Mei 2026. Armada tersebut akan melayani pengambilan sampah di 7 depo transfer yang ada di Kota Jambi dan akan mengangkut sampah dari depo transfer ke TPA Talang Gulo.

Langkah – langkah ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kota Jambi dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, tertib, dan sesuai dengan aturan tata ruang daerah. Hadirnya armada pengangkutan sampah dan kebijakan OPBM ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam penanganan permasalahan sampah yang selama ini menjadi perhatian khusus Pemerintah.

Tuntaskan Permasalahan Persampahan, Pemkot Jambi Launching Armada Pengangkut Sampah Berbasis Digital

Kota Jambi - Melakukan perubahan besar terhadap tata kelola persampahan, Pemerintah Kota Jambi resmi melaunching Armada Pengangkut Sampah berbasis digital, pada Senin pagi (18/05/2026), bertempat di pelataran Kantor Wali Kota Jambi.

Launching dilakukan secara langsung oleh Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., didampingi Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., dengan ditandai pelepasan armada pengangkut sampah secara simbolis usai melakukan upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Pemerintah Kota Jambi dan Hari Jadi Tanah Pilih Pusako Batuah ke-625.

Armada Pengangkut Sampah berbasis digital ini juga merupakan tindak lanjut dalam mengoptimalkan program Operator Pengumpul Sampah Berbasis Masyarakat (OPBM) yang tengah dilakukan percepatan di Kota Jambi.

Sebanyak 20 armada pengangkut sampah berbasis digital direncanakan akan mulai beroperasi secara keseluruhan pada akhir bulan Mei 2026 dengan dibantu armada arm roll yang tersedia. Armada tersebut akan melayani pengambilan sampah di 7 depo transfer yang ada di Kota Jambi.

Dalam keterangannya, Wali Kota Maulana mengatakan, dalam menyelesaikan permasalahan persampahan yang merupakan hal kompleks memerlukan penanganan serius. Oleh karena itu, diperlukan pemanfaatan tekhnologi berbasis digital dan harus modern.

“Maka hari ini kami hadirkan armada yang tugasnya hanya mengantar sampah dari depo transfer ke TPA Talang Gulo. Untuk satu mobil bisa mengangkut sampah sekitar 500 ton per hari dan dibantu dengan arm roll yang ada,” katanya.

Copyright © Free Joomla! 4 templates / Design by Galusso Themes