Yayasan Bantah Mark-Up Belanja MBG, SPPD Tutup Sepihak , Yayasan "Nombok" Rp. 600 Juta

Jambi - Penghentian sementara empat dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) makanan bergizi gratis di Kabupatan Tanjung Jabung Timur Jambi, disesali, Novillya Dewi yang merupakan ketua pengurus Yayasan Nuansa Mitra Sejati, Rabu (11/02/2026) terpaksa angkat bicara, menjawab pemberitaan diberbagai media tentang penghentian operasional SPPG yang diduga akibat adanya markup harga oleh manajemen yayasan.

Novi membantah adanya dugaan mark-up harga tersebut. Pembelian bahan baku berdasarkan kesepakatan harga antara SPPG dengan suplier selaku penyedia bahan baku yang difasilitasi pihak yayasan. Kesepakatan harga juga tidak boleh melebihi harga eceran tertinggi (HET) yang sudah ditentukan Dinas Perindustrian Perdagangan Kabupaten setempat.

Sejak dapur SPPG berdiri dan mendistribusikan makanan bergizi gratis bulan Agustus tahun lalu, kegiatan berlangsung lancar tanpa suatu halangan. Namun enam hari lalu pihak SPPG menolak persetujuan klaim belanja bahan baku yang sudah resmi diorder atau PO.  Pihak SPPG beralasan harga tersebut diduga sudah di mark-up yayasan.

Penutupan sementara dilakukan pihak SPPG bersama Korwil MBG. Pihak SPPG juga meminta yayasan menandatangi pernyataan mutlak agar yayasan lah yang membayar semua kekurangan klaim tersebut. Yayasan menolak surat pernyataan mutlak yang dianggap merugikan tersebut.

"Guna membayar suplier yang sudah mendistribusikan barangnya, kami yayasan terpaksa nombok, menutupi pembayaran selama enam hari hingga mengalami kerugian sebanyak Rp. 603.420.420 Juta," terang Novi.

Pihak yayasan sudah melaporkan persoalan ini langsung ke Badan Gizi Nasional (BGN) di Jakarta, lengkap dengan semua bukti tertulis agar persoalan ini segera diselesaikan.

"Setahu saya sesuai peraturan, pihak berwenang yang dapat melakukan penghentian pengoperasian suatu SPPG adalah BGN (Badan Gizi Nasional), bukan Korwil atau SPPG itu sendiri," sesal Novi.

Penutupan sementara empat dapur atau SPPG sangat merugikan ribuan penerima manfaat, pihak pemasok suplier, para pelaku umkm serta penghentian sepihak dianggap tidak mendukung program pemerintah.

Yayasan berharap proses penyelesaian segera dilakukan pihak BGN pusat.

 

DPRD Kota Jambi Bahas Polemik Stockpile Batu Bara PT SAS, Dewan Minta Izin Ditinjau Ulang

Kota Jambi - DPRD Kota Jambi menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) lintas Komisi I dan Komisi III terkait dampak lingkungan serta klarifikasi perizinan keberadaan stockpile batu bara PT SAS di kawasan Aur Kenali. Rapat dipimpin Ketua Komisi III DPRD Kota Jambi, Umar Faruq, di Ruang A DPRD Kota Jambi, Selasa (10/2/2026).

Umar Faruq menyampaikan, pertemuan tersebut digelar untuk mengakomodasi aspirasi masyarakat yang terdampak aktivitas stockpile batu bara PT SAS. Dalam rapat tersebut, terdapat empat rekomendasi yang akan segera dikomunikasikan kepada Pemerintah Kota Jambi.

“Ada empat rekomendasi yang diminta masyarakat, dan itu akan kami komunikasikan dengan pemerintah kota,” ujarnya.

Anggota DPRD Kota Jambi, Joni Ismed, menegaskan bahwa inti persoalan terletak pada perizinan PT SAS yang disebut berizin pertanian, bukan sebagai lokasi stockpile batu bara.

“Kalau untuk ketahanan pangan silakan sesuai izin, tetapi kalau untuk batu bara kami tolak karena dampaknya luar biasa. Kota Jambi bukan daerah tambang batu bara dan tidak seharusnya dijadikan lokasi stockpile karena tidak memberikan keuntungan bagi masyarakat,” tegasnya.

Ia juga menyatakan DPRD akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Jambi, Pemerintah Provinsi Jambi, hingga pemerintah pusat untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

“Kami akan meminta Gubernur Jambi sebagai wakil pemerintah pusat untuk menyelesaikan persoalan ini, termasuk menyurati Presiden RI dan meminta KPK memeriksa perizinan yang ada. Sekitar 40 ribu masyarakat terdampak, termasuk lingkungan dua kampus besar, yakni UNJA dan UIN STS Jambi,” jelasnya.

Selain itu, DPRD juga berencana menyurati Presiden RI, kementerian terkait, dan DPR RI agar segera meninjau ulang izin yang ada, bahkan membatalkannya jika diperlukan.

Sementara itu, perwakilan warga terdampak, Erven, meminta DPRD merekomendasikan bahwa pembangunan stockpile tidak sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Jambi serta memperkuat fungsi pengawasan terhadap aktivitas yang masih berjalan.

Warga lainnya, Suprapto, menyebut masih adanya aktivitas seperti pemasangan lampu jalan dan penanaman pohon yang diklaim sebagai program CSR PT SAS. Menurutnya, aktivitas tersebut bertentangan dengan instruksi Gubernur Jambi yang melarang kegiatan fisik maupun nonfisik sebelum proses peninjauan ulang selesai.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, DPRD Kota Jambi secara tegas menyatakan penolakan terhadap keberadaan stockpile batu bara di kawasan tersebut karena dinilai melanggar aturan tata ruang serta berpotensi mengancam lingkungan permukiman.

 

 

 

Meriahkan Bulan Suci Ramadan, Pemkot Jambi Siapkan Pasar Bedug di Terminal Rawasari

Kota Jambi - Dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di bulan Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi, Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi merencanakan akan mengoptimalkan kawasan Terminal Rawasari, Pasar, Jambi, untuk dijadikan sebagai pasar bedug yang menampung pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya sektor kuliner untuk menyajikan berbagai makanan teman berbuka puasa bagi masyarakat Kota Jambi.

Sebagai tindak lanjut dari rencana tersebut, Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M, didampingi Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A, melakukan peninjauan Terminal Rawasari, pada Senin (19/01/2026).

Dalam keterangannya, Wali Kota Maulana mengatakan, direncanakan kawasan Terminal Rawasari ini akan diisi dengan UMKM lokal selama bulan Ramadan, yang tentunya tidak hanya berdampak terhadap perputaran ekonomi, namun juga terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kami ingin membuka pasar bedug diarea Terminal Rawasari ini, namun ada poin-poin penting yang harus diperhatikan, seperti posisi penempatan UMKM, UMKM yang akan masuk dikawasan pasar bedug, keamanan dan kebersihan selama pasar bedug diadakan serta fasilitas penunjang seperti musholah dan WC umum,” ujarnya.

Ia juga menyebut, bahwa langkah ini dilakukan untuk menghidupkan kembali kawasan Terminal Rawasari untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Untuk pemanfaatannya, lantai 2 akan kita siapkan UMKM yang mampu melayani jika ada masyarakat yang ingin berbuka bersama atau pun sahur bersama. Jadi seluruh kawasan terminal ini dapat digunakan selain bagian depan terminal yang dikhususkan untuk parkir dan pemanfaatan angkutan Listrik yang akan tetap beroperasi,” sebutnya.

 

Ratusan Anak Usia Dini Raih Prestasi Perebutkan Piala Bunda PAUD Kota Jambi

Kota Jambi - Dalam rangka memberi wadah bermain bagi anak usia dini di Kota Jambi, Bunda PAUD Kota Jambi, Dr. dr. Hj Nadiyah, Sp.OG, resmi membuka Lomba Egrang Batok Tingkat PAUD se-Kota Jambi Tahun 2026, yang digelar di kawasan wisata Kampoeng Radja, Kota Jambi, pada Sabtu pagi (17/01/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dari sejumlah Kecamatan, yakni Kecamatan Kota Baru, Kecamatan Pelayangan, Kecamatan Danau Teluk, dan Kecamatan Pasar. Tampak ratusan anak jenjang PAUD antusias mengikuti perlombaan, didampingi oleh para guru serta orang tua/wali murid yang akan memperebutkan Piala Bunda PAUD Kota Jambi.

Dalam sambutannya, Bunda PAUD Kota Jambi Nadiyah menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kampoeng Radja serta seluruh panitia dan Dinas Pendidikan Kota Jambi yang telah menginisiasi penyelenggaraan kegiatan.

“Lomba egrang batok merupakan kegiatan yang sangat positif. Selain menghadirkan kegembiraan bagi anak-anak, kegiatan ini juga menjadi sarana mengenalkan serta melestarikan permainan tradisional sebagai bagian dari kearifan lokal,” ujar Nadiyah.

Ia menjelaskan bahwa permainan egrang batok memiliki banyak manfaat bagi perkembangan anak usia dini, di antaranya melatih keseimbangan tubuh, motorik kasar, keberanian, rasa percaya diri, serta menumbuhkan sikap sportif.

“Melalui permainan ini, anak-anak belajar menjaga keseimbangan, melatih koordinasi gerak kaki dan tangan, belajar menunggu giliran, mengikuti aturan, dan bersosialisasi. Nilai-nilai tersebut sangat penting dalam pembentukan karakter anak usia dini,” jelasnya.

Bunda PAUD Kota Jambi juga mengingatkan pentingnya pembelajaran yang menyenangkan tanpa tekanan berlebihan.

“Anak-anak boleh bermain HP dan game, tetapi harus ada batasan. Paling lama satu jam. Jika berlebihan, bisa berdampak pada kesehatan mata dan perkembangan otak. Semua orang tua tentu ingin anaknya sehat, cerdas, dan pintar,” ujarnya di hadapan peserta dan orang tua.

Menurutnya, permainan tradisional seperti egrang batok merupakan alternatif yang menyenangkan untuk mengalihkan perhatian anak dari gadget sekaligus menstimulasi kecerdasan majemuk, seperti kecerdasan kinestetik, spasial, dan interpersonal.

“Anak-anak belajar bergerak, menjaga ruang agar tidak bertabrakan, melangkah dengan seimbang, serta belajar bersabar dan mematuhi aturan. Ini semua membentuk karakter mulia. Jangan hanya ingin anak pintar, tetapi juga berakhlak dan berkarakter baik,” tegasnya.

“Ini adalah salah satu upaya pelestarian permainan tradisional sekaligus melepaskan anak-anak dari ketergantungan gadget. Kegiatan seperti ini sangat mendukung perkembangan karakter anak-anak Kota Jambi ke depan,” ucapnya.

Bunda PAUD Kota Jambi itu juga menyebut masih banyak jenis permainan yang dapat dikembangkan, seperti hula hoop, lari balok, dan permainan tradisional lainnya yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan stimulasi kecerdasan multidimensi anak usia dini.

Selain itu, Bunda PAUD Kota Jambi juga menegaskan komitmennya dalam memperkuat layanan pendidikan anak usia dini, khususnya PAUD negeri.

“Sebagai Bunda PAUD kota jambi, saya ingin meninggalkan legacy jangka panjang. Saat ini Kota Jambi sudah memiliki lima PAUD negeri dari sebelas kecamatan. Masih ada enam kecamatan lagi yang menjadi pekerjaan rumah bersama. Mudah-mudahan rencana menghadirkan minimal satu PAUD negeri di setiap kecamatan dapat terwujud,” pungkas Wali Kota Maulana.

 

Wali Kota Jambi Targetkan Juni 2026, 275.738 Masyarakat Kota Jambi Terima Manfaat MBG

Kota Jambi - Guna menyukseskan program prioritas nasional Makan Bergizi Gratis (MBG), Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi menggelar Rapat Koordinasi dan Evaluasi terkait Pelaksanaannya di Kota Jambi, Kamis (15/01/2026).

Mengusung tema ” Sinergi Wujudkan Generasi Sehat dan Cerdas Menuju Kota Jambi Bahagia,” Kegiatan yang digelar di Aula Telanaipura Bappeda Kota Jambi, dihadiri langsung Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M, dengan turut diikuti oleh, Anggota DPD RI, Dra. Hj. Elviana, M.SI, unsur Forkopimda Kota Jambi, jajaran dilingkungan Pemkot Jambi, Korwil BGN Kota Jambi, Satgas MBG Kota Jambi, BPOM, serta pimpinan yayasan SPPG dan Kepala SPPG Kota Jambi.

Makan Bergizi merupakan kebijakan unggulan Pemerintahan Pusatbyang diinisiasi langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam rangka meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang sehat dan berkualitas melalui peningkatan gizi dan menekan angka stunting yang dikelola oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Dalam keterangannya, Wali Kota Maulana menekankan bahwa MBG memerlukan kolaborasi kerja sama yang sangat luar biasa.

“Hari ini semua pihak bertemu, saya sebagai Kepala Daerah memfasilitasi untuk menjadi grup kecil, sesuai dengan problem dilapangan, seperti ketersediaan bahan pokok, berkaitan dengan regulasi dan kondisi real dilapangan,” tekannya.

Ia menyebutkan, sebagai tindak lanjut dalam menyukseskan program MBG ini, Pemkot Jambi telah membentuk Keputusan Wali Kota Jambi Nomor 765 Tahun 2025 Tentang Pembentukan Satuan Tugas Percepatan Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis di Kota Jambi yang di Ketuai oleh Sekretaris Daerah Drs. H. A Ridwan, M, Si, dengan Wali Kota Jambi, Wakil Wali Kota Jambi, Ketua DPRD Kota Jambi, Kapolresta Jambi dan Dandim 0415/Jambi, sebagai Pembina.

“Intinya saya ingin sesegera mungkin balita, anak sekolah, ibu hamil dan ibu menyusui di Kota Jambi mendapatkan manfaat program MBG ini. Karena kita harus menjadi contoh sebagai Ibu Kota Provinsi Jambi,” sebutnya.

Menyukseskan program prioritas Nasional ini, Wali Kota Maulana menargetkan pertengahan tahun 2026, warga Kota Jambi sebanyak 275.738 sebagai target sasaran penerima manfaat MBG harus dapat tercapai.

“Targetnya bulan enam, 74 dapur yang ditargetkan dapat beroperasional untuk menyasar seluruh penerima manfaat program ini,” ucapnya.

Dikesempatan ini, Maulana juga menyoroti pengaruh ketersediaan pangan akibat dari kebutuhan dapur SPPG.

“Secara umum ketersediaannya di Kota Jambi aman, namun kita harus terus memantau keadaan agar Suplai dan Demand nya seimbang,” tuturnya.

Dirinya juga tekankan Rapat ini adalah momentum baik agar bagaimana program ini bisa berjalan baik dan sukses.

Kita hanya ingin agar bagaimana program ini akselerasinya bisa berjalan cepat. Karena ini menyangkut dengan masa depan bangsa Indonesia,” pungkas Wali Kota Maulana.

Dikesempatan yang sama, Anggota DPD RI, Elviana menyampaikan apresiasi atas kegiatan yang diselenggarakan oleh Pemkot Jambi ini dalam mendukung percepatan program prioritas MBG di Kota Jambi.

“Ini acara yang luar biasa, karena Kota Jambi merupakan salah satu inisiator yang telah berinisiatif menggelar acara ini, sebagai ajang evaluasi seluruh pihak, karena kami Anggota DPD RI menjalankan fungsi dalam mengawasi APBN,” ucapnya.

“Saya tidak mau program ini tidak jalan di Jambi. Karena ini adalah kesempatan, khususnya bagi anak-anak generasi masa depan bangsa untuk menjadi lebih,” lanjutnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Satgas Percepatan MBG Kota Jambi, Asisten I Setda, Mulyadi mengatakan per Januari tahun 2026, di Kota Jambi telah terbentuk 38 dapur SPPG yang ditarget 74 SPPG.

“Ini menunjukkan capaian 62 persen, yang saat ini 36 SPPG dalam pembangunan. Dan diprediksi akan melampaui target,” katanya.

Hingga saat ini, jelas Mulyadi, MBG di Kota Jambi telah menyasar total 94.302 orang penerima. Dengan rincian 1.120 Balita, 175 Ibu Hamil, 439 Ibu Menyusui dan 92.568 Peserta Didik.

Sebagai tindak lanjut dari Rapat Koordinasi yang dilakukan ini, turut dilakukan Penandatanganan Komitmen Bersama Tentang Percepatan Pelaksanaan MBG di Kota Jambi antara Pemerintah Kota Jambi, Satgas Percepatan MBG Kota Jambi bersama Korwil BGN Kota Jambi, Ditributor Penyedia Bahan Pokok, serta Mitra dan Yayasan MBG Kota Jambi.

Tepati Janjinya, Ketua DPRD Kota Jambi Bangun Jalan Lingkungan di Alam Barajo

Kota Jambi - Guna menepati janjinya yang sempat disampaikan ke seorang anak almarhum M. Raffi Akbar, merupakan salah seorang penderita leukemia, Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly menepati membangun jalan lingkungan disekitar tempat tinggal Kecamatan Alam Barajo.

Pembangunan jalan sepanjang kurang lebih 100 meter dimulai dari rumah kediaman almarhum hingga kejalan utama dikawasan tersebut. Pengerjaan jalan ditargetkan mulai dilakukan tahun ini.

Kemas Faried menyatakan hadir langsung ke rumah 

almarhum Raffi merupakan bentuk komitmennya untuk menepati janji sekaligus melihat langsung kondisi lingkungan sekitar.

“Saya hadir ke rumah almarhum Raffi sesuai janji saya untuk membantu pembangunan jalan lingkungan di kawasan ini,” kata Kemas saat diwawancarai, Minggu (1/2/2026).

Faried merasa miris saat pertama kali mengunjungi rumah keluarga almarhum apalagi kondisi infrastruktur di sekitar jalan menuju rumah almarhum sangat tidak layak. Puluhan tahun belum pernah tersentuh pembangunan aspal.

“Jalan menuju rumah almarhum ini kondisinya masih tanah dan sudah belasan tahun tidak pernah tersentuh aspal. Saya juga sudah berkoordinasi dengan masyarakat setempat yang menyampaikan hal serupa,” ujarnya.

Pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Jambi guna melakukan kajian teknis agar pembangunan dapat segera dilakukan.

“Saya ingin jalan ini bisa dibangun agar bermanfaat bagi masyarakat luas. Karena keterbatasan anggaran, pembangunan akan dilakukan bertahap dan bisa dilanjutkan pada tahun berikutnya,” jelasnya.

Jalan dengan kondisi masih tanah dikawasan itu kurang lebih satu kilometer serta belum sama sekali tersentuh penanganan pemerintah.

“Kita bangun 100 meter dulu sesuai anggaran yang sudah saya titipkan. Ini pembangunan berkelanjutan dan akan kita lanjutkan ke depan,” pungkasnya.

Tahap awal jelas Farid, pengerjaan pembangunan jalan dimulai dikediaman almarhum Raffi sepanjang 100 meter menggunakan anggaran aspirasi dewan.

 

Copyright © Free Joomla! 4 templates / Design by Galusso Themes