Tokoh Masyarakat Desak Wali Kota Jambi Tinjau Ulang Iuran Angkutan Sampah

Jambi  – Tokoh masyarakat dan pengamat ekonomi Jambi, Usman Ermulan, meminta Wali Kota Jambi Maulana mengkaji ulang kebijakan iuran pengangkutan sampah rumah tangga sebesar Rp30--35 ribu per bulan.

Menurutnya, kebijakan tersebut perlu disesuaikan dengan kondisi ekonomi masyarakat dan tidak disamaratakan bagi seluruh warga.

Dia menilai, masyarakat yang memiliki penghasilan tetap kemungkinan tidak keberatan dengan besaran iuran tersebut. Namun bagi warga yang bekerja dengan penghasilan harian dan tidak menentu, kebijakan itu dapat menjadi beban tambahan.

“Masih banyak masyarakat yang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja cukup berat. Karena itu, pemerintah perlu mempertimbangkan kemampuan ekonomi warga sebelum menetapkan kebijakan yang berlaku secara menyeluruh,” kata Usman, Selasa (9/6/2026).

Selain menyoroti rencana iuran sampah, Usman juga meminta Pemerintah Kota Jambi mempertimbangkan kembali kebijakan penutupan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di sejumlah titik. 

Usman meminta, apabila TPS ditutup Wali Kota, pemerintah harus terlebih dahulu menyediakan lokasi pengganti yang memadai.

“Baiknya Wali Kota mengkaji ulang kebijakan tersebut. Kalau TPS ditutup, harus ada penggantinya. Kalau perlu, setiap kelurahan memiliki TPS sendiri sehingga masyarakat tetap memiliki tempat pembuangan sampah yang mudah dijangkau. Satu Kelurahan satu TPS,” ujarnya.

Mantan anggota DPR RI itu menilai persoalan sampah tidak hanya berkaitan dengan penarikan iuran, tetapi juga menyangkut kesiapan sarana dan prasarana yang disediakan pemerintah.

Begitu juga terkait pungutan sampah, Usman mengatakan kondisi masyarakat sangat beragam. Di kawasan perumahan, menurutnya, sebagian besar warga umumnya bersedia membayar karena layanan pengangkutan sampah memang dibutuhkan. 

Namun di kawasan permukiman tertentu, tidak sedikit warga yang memilih mengelola sampah secara mandiri.

“Kalau di perumahan biasanya warga bersedia membayar karena ada layanan yang diterima. Tapi di sebagian permukiman, ada warga yang tidak mau membayar karena mereka membakar sampah sendiri atau mengelolanya secara mandiri,” jelasnya.

Karena itu, ia mengusulkan agar pemerintah menerapkan kebijakan yang lebih fleksibel dan berkeadilan. Salah satu opsi yang bisa dipertimbangkan adalah penyesuaian besaran iuran berdasarkan kemampuan ekonomi masyarakat atau nilai Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

“Jangan sampai rumah buruh harian atau tukang panggul disamakan dengan rumah pejabat atau masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi tinggi. Prinsip keadilan harus menjadi dasar dalam setiap kebijakan,” tegasnya.

Usman berharap Pemerintah Kota Jambi dapat membuka ruang dialog dengan masyarakat sebelum menerapkan kebijakan baru terkait pengelolaan sampah, sehingga solusi yang dihasilkan mampu meningkatkan kebersihan kota tanpa menimbulkan polemik di tengah masyarakat.

Pangdam XX/TIB: Keberhasilan Satgas Yonif 142/KJ Bukti Pengabdian Tulus untuk NKRI

Jambi – Suasana haru, bangga, dan penuh syukur menyelimuti Markas Yonif 142/Ksatria Jaya saat Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol Mayjen TNI Arief Gajah Mada memimpin langsung upacara penyambutan Satgas Mobile RI-PNG Yonif 142/KJ yang telah menuntaskan tugas pengabdian di wilayah Papua.

Sebanyak 450 prajurit kembali ke Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah dalam keadaan lengkap setelah menjalankan tugas negara menjaga kedaulatan dan keamanan di perbatasan Republik Indonesia–Papua Nugini.

Momentum penyambutan tersebut semakin mengharukan dengan hadirnya ratusan keluarga prajurit yang datang dari berbagai daerah di Provinsi Jambi, bahkan sebagian menempuh perjalanan jauh dari luar kota dan kabupaten untuk menyambut kepulangan putra, suami, maupun anggota keluarga mereka yang telah berbulan-bulan bertugas di medan operasi.

Tampak hadir Gubernur Jambi Dr. Al Haris beserta unsur Forkopimda Provinsi Jambi, Danrem 042/Garuda Putih, para Pejabat Utama Kodam XX/TIB dan Korem 042/Gapu, Danbrigif TP 35/SG beserta Danyon TP 844/KB dan Danyon TP 896/SP, Ketua Persit KCK Daerah XX/TIB, Ketua Persit KCK Koorcab Rem 042, serta para tamu undangan lainnya.

Dalam amanatnya, Pangdam XX/TIB menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya atas keberhasilan Satgas Yonif 142/KJ dalam melaksanakan tugas negara.

“Atas nama pribadi dan selaku Pangdam XX/TIB, saya mengucapkan selamat datang dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh prajurit Satgas Yonif 142/KJ atas keberhasilan pelaksanaan tugas negara yang telah diemban dengan penuh dedikasi, loyalitas, dan semangat pengabdian,” tegas Pangdam.

Pangdam menilai, keberhasilan Satgas Yonif 142/KJ tidak hanya tercermin dari keberhasilan menjaga stabilitas keamanan wilayah penugasan, tetapi juga dari keberhasilan membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat.

Salah satu capaian yang mendapat perhatian khusus adalah keberhasilan prajurit Yonif 142/KJ dalam melakukan pembinaan teritorial secara humanis sehingga mampu merangkul masyarakat dan mendorong sejumlah mantan anggota OPM untuk kembali ke pangkuan NKRI.

Menurut Pangdam, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari pendekatan persuasif, komunikasi yang baik, serta upaya membangun kepercayaan masyarakat secara berkelanjutan.

“Melalui pembinaan teritorial yang berkesinambungan, pemberian rasa aman, serta pendekatan yang humanis, prajurit mampu menghadirkan negara di tengah masyarakat sehingga tercipta hubungan yang harmonis antara aparat dan warga,” ujarnya.

Namun lebih dari sekadar keberhasilan operasi, momen paling menyentuh terjadi saat para prajurit bertemu kembali dengan keluarga mereka. Tangis haru pecah ketika para orang tua, istri, dan anak-anak memeluk anggota keluarga yang selama berbulan-bulan hanya dapat berkomunikasi dari jarak jauh.

Pelukan hangat dan ucapan syukur menjadi gambaran nyata bahwa di balik setiap keberhasilan tugas negara, terdapat keluarga yang setia menunggu dan mendoakan kepulangan para prajurit.

Kepulangan 450 personel Satgas Yonif 142/KJ dalam keadaan lengkap menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Jambi sekaligus bukti profesionalisme, disiplin, dan pengabdian tanpa batas yang ditunjukkan prajurit TNI AD dalam menjaga keutuhan NKRI.

Berhasil Jaga Perbatasan dan Bantu Masyarakat Papua, Satgas Yonif 142/KJ Pulang dengan Prestasi Gemilang

Palembang – Komandan Korem (Danrem) 042/Garuda Putih, Brigjen TNI Nyamin, memimpin langsung acara penyambutan personel Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 142/Ksatria Jaya yang telah menyelesaikan tugas pengamanan perbatasan di Papua. Penyambutan dilaksanakan di Pelabuhan Boom Baru, Palembang, Kamis (4/6/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri, Asops Kasdam II/Sriwijaya, Danlantamal Palembang, Kapolresta Palembang, Pejabat Utama Korem 042/Garuda Putih, Dan/ Kabalak Aju Korem serta tamu undangan lainnya.

Kedatangan prajurit Yonif 142/Ksatria Jaya disambut dengan penuh kebanggaan dan rasa syukur setelah berhasil menuntaskan penugasan sebagai Satgas Pamtas RI–PNG Mobile dengan membawa berbagai capaian positif dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah perbatasan.

Dalam amanatnya, Danrem 042/Gapu menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh prajurit Satgas Yonif 142/Ksatria Jaya atas keberhasilan melaksanakan tugas negara dengan baik, penuh dedikasi, dan tanggung jawab.

"Keberhasilan pelaksanaan tugas Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 142/Ksatria Jaya merupakan bukti nyata profesionalisme, loyalitas, dan kualitas pengabdian prajurit TNI Angkatan Darat. 

Keberhasilan ini tidak hanya diukur dari kemampuan melaksanakan tugas pengamanan wilayah perbatasan, tetapi juga dari keberhasilan membangun komunikasi sosial yang baik, melaksanakan pembinaan teritorial, membantu mengatasi kesulitan masyarakat, serta menciptakan hubungan yang harmonis dengan seluruh komponen masyarakat di daerah penugasan," ujar Danrem.

Danrem menegaskan bahwa berbagai kegiatan teritorial, komunikasi sosial, pelayanan kepada masyarakat, serta pendekatan humanis yang dilaksanakan selama penugasan telah menunjukkan bahwa kehadiran TNI senantiasa menjadi solusi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan tersebut sekaligus membuktikan bahwa prajurit TNI tidak hanya hadir sebagai garda terdepan dalam menjaga kedaulatan negara, tetapi juga sebagai pelindung, pengayom, dan sahabat rakyat di setiap medan pengabdian.

Pada kesempatan tersebut, Danrem juga mengajak seluruh prajurit untuk senantiasa bersyukur atas perlindungan Tuhan Yang Maha Esa selama melaksanakan tugas negara.

"Patut kita panjatkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena sebanyak 450 prajurit yang berangkat melaksanakan penugasan, 450 prajurit pula yang kembali dengan lengkap. Capaian ini merupakan anugerah yang sangat berharga dan patut kita syukuri bersama," ungkapnya.

Ia menambahkan, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kerja keras seluruh personel, kepemimpinan para komandan di lapangan, disiplin yang tinggi, kepatuhan terhadap prosedur operasi, soliditas antar personel, serta perlindungan dan ridho Tuhan Yang Maha Esa.

Lebih lanjut, Danrem mengingatkan bahwa meskipun penugasan telah berakhir, seluruh personel masih harus melanjutkan perjalanan menuju homebase di Provinsi Jambi.

"Saya mengingatkan kepada seluruh prajurit agar tetap menjaga disiplin, faktor keamanan personel maupun materiil, serta melaksanakan seluruh tahapan perjalanan menuju homebase dengan aman, tertib, dan penuh kewaspadaan. Jangan sampai keberhasilan yang telah diraih selama penugasan ternoda oleh kelalaian pada tahap akhir perjalanan," tegasnya.

Acara penyambutan berlangsung khidmat dan penuh rasa bangga. Kehadiran para prajurit yang kembali dengan kekuatan lengkap menjadi simbol keberhasilan pelaksanaan tugas negara sekaligus wujud nyata pengabdian TNI Angkatan Darat dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia serta membantu masyarakat di wilayah penugasan.

Keberhasilan Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 142/Ksatria Jaya diharapkan menjadi inspirasi dan motivasi bagi seluruh prajurit TNI untuk terus memberikan pengabdian terbaik kepada bangsa dan negara di manapun bertugas. (Penrem 042/Gapu).

187 Ekor Sapi Hewan Kurban Pemkot Jambi Disebar Bagi Masyarakat Membutuhkan

Jambi - Usai menyelenggarakan salat Iduladha 1447 Hijiriah di lapangan utama Kantor Wali Kota Jambi, Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi turut melaksanakan penyembelihan hewan kurban di kawasan Kantor Wali Kota Jambi, Rabu pagi (27/05/2026).

Dari total 187 ekor sapi  hewan kurban Pemkot Jambi, terdiri dari kerbau, sapi dan kambing. 16 Sapi diantaranya dipotong di lingkungan Balaikota Jambi, yang selebihnya disalurkan atau didistribusikan kepada masyarakat melalui masjid-masjid dan tempat ibadah lainnya.

Hewan-hewan kurban tersebut berasal dari Wali Kota Jambi, Wakil Wali Kota serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Jambi.

”Sebanyak 16 ekor sapi dipotong di Kantor Wali Kota Jambi yang insya allah ditargetkan selesai pukul 12.00 WIB,” ujar Wali Kota Maulana.

Wali Kota Jambi, Maulana, menjelaskan bahwa penyaluran hewan kurban ini akan dilakukan secara terorganisir. Langkah ini diambil guna memastikan manfaat dari ibadah kurban dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat luas.

“Insya allah pukul 13.00 WIB daging kurban mulai didistribusikan kepada yang berhak menerima, seperti pegawai PHL, penyandang disabilitas, organisasi-organisasi Islam dan masyarakat lainnya. Pemerintah Kota Jambi sudah menyediakan 1645 kupon,” jelasnya.

Dirinya juga mengungkapkan, pelaksanaan kurban di tahun ini menunjukkan antusiasme masyarakat yang sangat tinggi.

“Berdasarkan laporan Dinas Pertanian Kota Jambi, jumlah hewan kurban yang dipotong mencapai sekitar 4.500 ekor. Alhamdulillah semangat berkurban masyarakat Kota Jambi tahun ini sangat luar biasa,” ungkapnya.

 

Maulana – Diza Salat Idul Adha Bersama Masyarakat, Dilapangan Kantor Wali Kota Jambi

Jambi - Gema Takbir, Tasbih, Tahlil, dan Tahmid menggema mengagungkan Asma Allah di langit Tanah Pilih Pusako Batuah, Rabu, 10 Dzulhijjah 1447 Hijriah  bersamaan 27 Mei 2026, dalam menyambut Hari Raya Salat Iduladha 1447 Hijriah.

Tampak hampir ribuan warga masyarakat dari segala penjuru Kota Jambi berbondong-bondong  mengikuti pelaksanaan sholat Id tersebut, bersama Wali Kota Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., dan Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A.

Pelaksanaan Shalat Idul Adha yang diimami oleh Ustadz Amerullah, S.Pd.I., dengan khatib oleh Ustadz Dr.H.Rafiqi, MA., berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan.

Dalam sambutannya, Wali Kota Maulana. menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Iduladha kepada seluruh masyarakat Kota Jambi.

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Pemerintah Kota Jambi atas dukungan dan kerja sama dalam pelaksanaan Iduladha tahun ini.

“Atas nama Kepala Daerah, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran Pemkot Jambi yang terus bekerja dan memberikan dedikasi terbaik untuk masyarakat,” ucapnya.

Ia juga mengungkapkan rasa syukur serta doa bagi jamaah haji asal Kota Jambi yang saat ini tengah menunaikan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci. Dengan harapan seluruh jamaah diberikan kesehatan, keselamatan, dan pulang ke tanah air dengan selamat, serta menjadi haji yang mabrur

“Tahun ini jamaah haji asal Kota Jambi sebanyak 838 orang sedang melaksanakan wukuf di Arafah dan saat ini menuju Mina,” kata dia.

Wali Kota Maulana juga menyebutkan, pada momentum Iduladha tahun ini, Pemerintah Kota Jambi turut mendistribusikan sebanyak 187 hewan kurban ke sejumlah masjid yang membutuhkan di berbagai wilayah Kota Jambi.

“Hewan kurban sebanyak 187 ekor telah didistribusikan ke masjid-masjid yang membutuhkan. Semoga bermanfaat bagi masyarakat dan semakin mempererat rasa kebersamaan,” tambahnya.

Maulana juga menilai semangat masyarakat Kota Jambi dalam berkurban tahun ini sangat luar biasa. Ia berharap semangat tersebut terus meningkat demi kemaslahatan umat.

“Semangat berkurban masyarakat Kota Jambi sangat luar biasa. Mari kita terus tingkatkan semangat berbagi dan berkurban untuk kemaslahatan umat,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Maulana mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersinergi membangun Kota Jambi menjadi lebih baik dan lebih bahagia.

“Kami berharap dedikasi tinggi seluruh jajaran dan masyarakat Kota Jambi terus terjaga agar kita bersama-sama mampu membangun Kota Jambi yang lebih baik dan lebih bahagia,” pungkas Wali Kota Maulana.

Peran Jurnalis Sebagai Contoh Penggunaan Bahasa Indonesia Yang Benar Bagi Masyarakat

Kota Jambi - Balai Bahasa Provinsi Jambi menekankan pentingnya penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam dunia jurnalistik sebagai bagian dari tanggung jawab profesi kepada masyarakat.

Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan pembinaan bahasa bagi jurnalis yang digelar di Rumah Kebangsaan, Thehok, Kota Jambi, Senin (25/5/2026).

Widyabasa Ahli Muda Balai Bahasa Provinsi Jambi, Muhammad Ikhsan, mengatakan jurnalis memiliki peran penting dalam memberikan contoh penggunaan bahasa Indonesia yang tepat di ruang publik.

“Untuk memberikan bahasa Indonesia kepada jurnalis yang baik dan benar kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, jurnalis juga harus memahami dan mematuhi ketentuan penggunaan bahasa Indonesia dalam ranah resmi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan.

Menurutnya, aturan tersebut mengatur kewajiban penggunaan bahasa Indonesia pada berbagai sektor, mulai dari dokumen resmi negara, pidato resmi presiden dan wakil presiden, komunikasi resmi di lingkungan kerja, hingga informasi mengenai produk.

Selain itu, penggunaan bahasa Indonesia juga diperkuat melalui Peraturan Presiden Nomor 63 Tahun 2019 tentang Penggunaan Bahasa Indonesia.

Dalam ranah jurnalistik, Ikhsan menekankan pentingnya penggunaan ejaan yang tepat, pemilihan diksi yang sesuai, serta penyusunan kalimat yang mudah dipahami masyarakat luas.

“Saya berharap penulisan rekan jurnalistik semakin baik dalam menggunakan bahasa Indonesia,” katanya.

Sementara itu, Rolanda Hasibuan selaku Ketua Pelaksana kegiatan sekaligus Pimpinan Redaksi sinarjambi.com mengatakan pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman jurnalis dalam penggunaan tata bahasa yang benar dan sesuai kaidah jurnalistik.

“Kegiatan ini untuk memberikan pelatihan dalam tata bahasa yang benar bagi para jurnalis agar lebih fresh dan bisa menggunakan bahasa jurnalistik dengan benar,” ujarnya.

Kegiatan pembinaan bahasa tersebut diikuti sejumlah jurnalis dari berbagai media di Jambi sebagai upaya meningkatkan kualitas penulisan berita yang informatif, edukatif, dan sesuai kaidah bahasa Indonesia. (*)

Copyright © Free Joomla! 4 templates / Design by Galusso Themes