Pekerja Migran Tewas di Kamboja, Ini Kata Ditjen Imigrasi Jambi

Pekerja Migran Tewas di Kamboja, Ini Kata Ditjen Imigrasi Jambi

Kota Jambi - Meskipun jenazah anaknya Syahrial Hasibuan, sudah dikebumikan, namun duka mendalam masih dirasakan orang tua dan keluarga.

Gabe Hasibuan, ayah korban yang tinggal di RT.41 perumahan Garuda Mayang, Kota Jambi mengatakan, betapa tidak sedih, informasi kematian anaknya di negara Kamboja, diperolehnya dari teman anaknya sesama pekerja migran.

Usai empat hari meninggal, pemulangan jenazah pun masih terkendala dokumen dengan alasan tempat anaknya bekerja tidak terdaftar, padahalnya korban memilik dokumen resmi paspor.

Berkat bantuan Pemerintah Kota Jambi melalui Dinas Sosial barulah jenazah anaknya dapat dipulangkan, Sabtu lalu, kerumah duka.

Korban sudah bekerja di Kamboja sejak 2023, sebagai sales di sebuah perusahaan guna membantu ekonomi keluarga sebagai tulang punggung keluarga mereka.

Gabe Hasibuan melanjutkan ceritanya, hanya melalui sambungan telpon, pihak keluarga mendapat jawaban dari salah seorang staf Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kamboja, bila anaknya tewas akibat perkelahian dengan teman sekerjanya.

Itulah yang membuat keluarga kecewa serta mempertanyakan proses hukum terhadap pelaku yang belum ada kejelasanya.

"Saya sebagai orang tua, merasa tidak senang dan keberatan seperti hanya omongan saja dari kbri salah seorang staff bila pelaku disebut di penjara, kepingin saya diproses hukum, proses itu didokumentasikan disampaikan ke keluarga kami", pintanya.

Menanggapi adanya pekerja migran meninggal di Kamboja, Rabu (03/12/2025) Petrus Teguh Aprianto, Kepala Kanwil Ditjen Imigrasi Jambi menyatakan, korban memiliki dokumen resmi paspor dikeluarkan kantor Imigrasi Kuala Tungkal dengan tujuan jalan-jalan atau berwisata ke Kamboja, bukan sebagai pekerja.

Tercatat sudah tujuh kali pulang pergi ke Kamboja, pihak tidak mengetahui selama kurun waktu perjalalan itu korban mendapat tawaran pekerjaan di Kamboja.

Pihak Imigrasi Jambi tidak mengetahui penyebab kematian korban maupun proses hukum karena tidak mendapat informasi yang pasti terkait hal tersebut.

"Saat pengurusan paspor melalui online, wawancara dengan petugas di kantor Imigrasi, bahwa mengaku akan jalan jalan berwisata ke luar negeri. Secara dokumen sudah benar sesuai ketentuan. Kalau kejadiannya kami tidak mendapatkan informasi pasti, hanya mendapat info ada warga J ambi yg meninggal di Kamboja," terang Petrus.

PIihak keluarga berharap ada kejelasan secara resmi disampaikan perwakilan pemerintah yang ada di Kamboja guna keluarga mendapatkan keadilan serta pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal.

 

Related Articles

Copyright © Free Joomla! 4 templates / Design by Galusso Themes