Muaro Jambi - Warga desa Kota Karang RT.03 Kecamatan Kumpeh Ulu Kabupaten Muaro Jambi, mengeluh -kan jalannya kegiatan operasional pengeboran minyak PT. Pertamina yang merusak rumah milik warga dikawasan tersebut.
Dini, salah seorang warga mengatakan seiring beroperasinya pengeboran minyak sejak tiga bulan, dinding bagian tengah rumahnya juga ikut retak. Batu bata merenggang, berpikir roboh, mengancam keselamatan penghuni rumah. Dini bingung tak tahu mau mengadu kemana terutama minta penggantian untuk perbaikan rumahnya.
“Ada pengeboran itu, batu bata dinding renggang begitu, mau mengadu kesiapa, kalo kedesa saya tidak ada yang kenal, kami khawatir roboh menimpa anak anak,” keluh Dini.
Jupri, warga lainya mengaku ada sekitar tiga belas rumah mengalami hal serupa. Tiap rumah berbeda beda letak kerusakannya, mulai flapon, depan, samping maupun belakang.
“Harapan saya semua perusahaan terutama PT.Pertamina tolong terlebih dahulu memberi sosialisasi terkait pengerjaan pengeboran terutama dampak. Saya sebagai warga disini tidak pernah menerima undangan sosialisasi,” sesal Jupri.
Afrianto, selaku hubungan komunikasi zona 1 PT. Pertamina regional 1 Sumatera, menyatakan sosialisasi intens dilakukan bersama pihak desa. Hari ini Rabu (18/09/2024) mendatangi lokasi bersama kepala desa mendatangi rumah warga yang rusak. Keselamatan baik bagi pihak Pertamina serta warga disekitar area lokasi kerja menjadi perioritas utama. Pertamina bertanggung jawab atas perbaikan rumah warga yang rusak tersebut.
“Sosialisasi sudah dilakukan secara intens sejak bulan Juni hingga akhir bulan Agustus 2024 lalu. Pertamina selalu mengedepankan keselamatan. Kami bertanggung jawab terhadap kerusakan rumah warga,” terang Afrianto.
Pengeboran minyak di desa Kota Karang merupakan salah satu upaya mendukung target produksi minyak nasional sebesar satu juta barel per hari.