Program Srikandi Perubahan PEP Field Jambi, Semangat Hari Bhakti Pemasyarakatan

Jambi, Sengeti - Hari-hari di Lapas Perempuan Kelas IIB Jambi tidak selalu sunyi. Ada bunyi yang pelan dan berulang. Gesekan canting di atas kain, tetes lilin yang jatuh hati-hati, warna yang perlahan kian meresap.

Di balik tembok tinggi dan pintu-pintu besi, Senin (27/04/2026), kehidupan berjalan dengan ritme yang berbeda. Di antara batas-batas itu, sesuatu yang tak kasat mata sedang tumbuh. Kepercayaan diri, harapan, dan keberanian untuk memulai lagi.

Lebih dari enam dekade lalu, tepatnya 27 April 1964, arah sistem kepenjaraan di Indonesia berubah. Dari sekadar menghukum menjadi membina. Membuka jalan agar mereka yang pernah terjatuh bisa kembali ke masyarakat dengan lebih siap. Semangat itu kini diperingati sebagai Hari Bhakti Pemasyarakatan.

Di Lapas Perempuan Jambi, semangat itu menemukan wujudnya. Melalui program Srikandi Perubahan yang diinisiasi oleh PT Pertamina EP Field Jambi, bagian dari PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 1. Pembinaan tidak lagi berhenti pada rutinitas, tetapi berkembang menjadi proses pemulihan yang nyata.

Program ini lahir dari persoalan yang tidak sederhana. Tingginya angka residivisme, terutama pada kasus narkoba di kalangan perempuan, menunjukkan satu pola yang berulang. Ketika seseorang kembali ke luar tanpa bekal, dunia sering kali tidak memberi banyak pilihan. Di situlah lingkaran itu terus terjadi.

Srikandi Perubahan mencoba memutusnya. Bukan dengan janji besar, tetapi dengan langkah kecil yang konsisten.

Dimulai pada 2018, program ini sempat terhenti saat pandemi COVID-19 melanda. Namun kembali berjalan pada 2021, dan tumbuh dengan arah yang lebih kuat.

Di dalam lapas, batik menjadi titik awal. Batik di sini bukan sekadar kain. Ia adalah cara untuk mengekspresikan diri, memulihkan harga diri, dan perlahan menghapus batas antara masa lalu dan masa depan.

Di setiap garis yang ditarik, ada cerita yang diperbaiki. Di setiap warna yang dituangkan, ada harapan yang dirajut kembali.

Ajeng, bukan nama sebenarnya, salah satu dari mereka yang menemukan jalan pulang melalui proses itu. Awalnya ia hanya belajar memegang canting, kemudian mencoba menjahit. Seiring waktu, keterampilan itu berubah menjadi sesuatu yang lebih dari sekadar aktivitas.

“Saya belajar memperbaiki diri dengan terus belajar. Apa yang saya dapat di sini akan menjadi bekal saat keluar nanti,” ujarnya pelan.

Kalimatnya sederhana, tetapi menyimpan sesuatu yang sering hilang, keyakinan bahwa masa depan masih bisa dibentuk. Dari satu keterampilan, lahir banyak kemungkinan.

Kegiatan membatik berkembang menjadi berbagai unit usaha. Kini, setidaknya ada 10 unit usaha yang berjalan di dalam lapas. Mulai dari kuliner, kriya, salon, laundry, hingga pertanian dan peternakan.

Di ruang yang serba terbatas, roda ekonomi kecil mulai berputar. Bukan soal besar kecilnya hasil, tetapi tentang rasa berdaya yang kembali tumbuh.

Pendampingan yang diberikan tidak berhenti pada keterampilan teknis. Para warga binaan juga belajar mengelola emosi, berbicara di depan umum, hingga mengatur keuangan. Hal-hal yang kerap menjadi penentu saat mereka kembali ke masyarakat.

Bahkan, kepedulian terhadap lingkungan ikut menjadi bagian dari proses ini. Limbah batik diolah melalui instalasi pengolahan air, kompos diproduksi, dan air hujan dimanfaatkan kembali.

Di dalam lapas, perlahan terbentuk sebuah ekosistem kecil yang mengajarkan bahwa perubahan tidak hanya tentang manusia, tetapi juga tentang bagaimana mereka hidup berdampingan dengan lingkungan.

Apa yang terjadi di balik tembok itu perlahan berbicara lebih jauh. Bahwa pemberdayaan tidak mengenal batas ruang. Bahkan di tempat yang paling sempit sekalipun, manusia tetap bisa tumbuh asal diberi kesempatan.

Tak banyak yang menyangka, dari ruang yang sering dianggap sebagai akhir, justru lahir cerita yang menggema hingga ke panggung internasional.

Dalam ajang 18th Annual Global CSR & ESG Summit & Awards 2026 di Bangkok, Thailand, program Srikandi Perubahan meraih Platinum Award untuk kategori Women Empowerment, penghargaan tertinggi yang menjadi pengakuan atas upaya mengembalikan martabat, keterampilan, dan masa depan para perempuan.

Iwan Ridwan Faizal, Manager Community Involvement & Development (CID) Regional 1 mengatakan, penghargaan itu bukanlah tujuan akhir. Melainkan menjadi pengingat bahwa setiap individu berhak mendapatkan kesempatan kedua.

"Melalui Srikandi Perubahan, kami ingin memastikan bahwa para warga binaan tidak hanya menjalani masa hukuman, tetapi juga mempersiapkan masa depan,” jelasnya.

Di tempat yang dulu terasa seperti jalan buntu, kini tumbuh sesuatu yang pelan namun pasti, yaitu keberanian. Dari balik jeruji, para perempuan itu sedang memperjuangkan hal yang paling mendasar, mendapatakan kesempatan kedua.

Sekuat apa pun tembok berdiri, selalu ada celah bagi manusia untuk bangkit, belajar percaya lagi, dan menata ulang arah hidupnya. 

BI Jambi Gelar Siginjai Fest 2026, Dorong Ekonomi Syariah dan UMKM Naik Kelas

Kota Jambi - Bank Indonesia (BI) Provinsi Jambi kembali menggelar Siginjai Fest 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di daerah. Kegiatan tahunan ini akan berlangsung pada 29 April hingga 3 Mei 2026 di Jambi Town Square (Jamtos) Mall.

Siginjai Fest 2026 menghadirkan beragam kegiatan edukatif, kompetitif, dan interaktif yang menyasar berbagai lapisan masyarakat, mulai dari pelajar, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga masyarakat umum.

Pengunjung akan disuguhkan talkshow seputar UMKM dan ekonomi syariah, pameran produk unggulan dari pelaku UMKM serta lembaga keuangan syariah, hingga kajian islami yang memberikan wawasan keagamaan. Salah satu inovasi yang turut diperkenalkan adalah pojok kopi wakaf sebagai bagian dari pengembangan ekonomi berbasis syariah.

Selain itu, BI juga menghadirkan QRIS Experience guna mendorong literasi dan penggunaan sistem pembayaran digital di tengah masyarakat. Berbagai perlombaan turut digelar untuk memeriahkan acara, di antaranya lomba berkisah tingkat SD, cerdas cermat ekonomi syariah untuk SMA/SMK, hingga ranking satu CBP dan QRIS.

Festival ini juga diramaikan dengan kompetisi bernuansa seni dan religi seperti lomba kaligrafi, da’i, dan hadroh. Sementara bagi pecinta kopi, tersedia kompetisi “Jambi Negeri 3 Kopi” yang melombakan kategori brewers, cup taster, dan latte art. Lomba mewarnai untuk anak-anak juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Jambi, Tedy Arief Budiman, mengatakan Siginjai Fest 2026 merupakan agenda tahunan yang terus dikembangkan untuk memperkuat ekonomi syariah sekaligus mendukung pertumbuhan UMKM di daerah.

“Pada tahun ini, sebanyak 77 pelaku UMKM turut ambil bagian, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Ini menjadi bentuk nyata dukungan kami terhadap pengembangan ekonomi masyarakat,” ujar Tedy.

Ia menambahkan, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi, tetapi juga menghadirkan penguatan spiritual melalui kajian inspiratif yang melibatkan tokoh nasional.

“Beberapa kajian yang akan hadir di antaranya kajian Muslimah bersama dr. Aisah Dahlan dengan tema ‘Peran Muslimah dalam Ekonomi Keluarga dan Sosial’, kajian bersama Ustadz Hanan Attaki bertema ‘Tenang di Tengah Overthinking’, serta Habib Ja’far dengan tema ‘Hidup Berkah dengan Syariah’,” jelasnya.

Melalui Siginjai Fest 2026, BI berharap dapat meningkatkan literasi dan inklusi ekonomi syariah, mendorong digitalisasi sistem pembayaran, serta memperkuat daya saing UMKM di Provinsi Jambi.

Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang promosi dan edukasi, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

 

PHR Zona 1 Raih Dua Penghargaan Tertinggi di Ajang CSR & ESG Internasional

Bangkok, Thailand, 24 April 2026 – Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 1 kembali menorehkan prestasi di tingkat global melalui komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat berkelanjutan. Dalam ajang 18th Annual Global CSR & ESG Summit & Awards 2026 yang digelar di Bangkok, Thailand, PHR Zona 1 berhasil meraih dua penghargaan bergengsi. Penghargaan ini mempertegas peran perusahaan sebagai pelaku industri energi yang mengintegrasikan kinerja bisnis dengan prinsip keberlanjutan.

Penghargaan Platinum untuk kategori Best Women Empowerment diraih PT Pertamina EP Field Jambi melalui program Srikandi Perubahan, sementara penghargaan Silver untuk kategori Best Community Program diraih PT Pertamina Hulu Energi Jambi Merang melalui program Beeyond Honey.

Capaian ini menjadi bukti bahwa pendekatan Community Involvement & Development (CID) yang dijalankan PHR Zona 1 tidak hanya relevan secara lokal, tetapi juga diakui secara global. Sebagai praktik terbaik dalam implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

Program Srikandi Perubahan hadir sebagai solusi atas tantangan reintegrasi sosial bagi Warga Binaan Perempuan (WBP) di Lapas Perempuan Kelas II Jambi. Sejak 2021, program ini mengembangkan pendekatan berbasis keterampilan, khususnya pelatihan membatik, yang kemudian tumbuh menjadi ekosistem usaha produktif.

Hingga saat ini, program itu telah mendorong terbentuknya sedikitnya 10 unit usaha di berbagai sektor. Mulai dari kriya, kuliner, hingga pertanian. Selain itu, program juga memperkuat soft skills seperti manajemen emosi dan pengelolaan keuangan.

Lebih dari sekadar pelatihan, Srikandi Perubahan menjadi ruang transformasi bagi para WBP untuk membangun kembali kepercayaan diri, identitas, serta harapan akan masa depan yang lebih baik.

Di sisi lain, program Beeyond Honey menghadirkan model pemberdayaan berbasis konservasi yang menjawab tantangan ekologis dan sosial secara simultan. Program ini dikembangkan sebagai respons terhadap menurunnya populasi lebah serta degradasi ekosistem yang berdampak pada ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat.

Melalui pendekatan terintegrasi, meliputi budidaya lebah sebagai bioindikator lingkungan, revegetasi, edukasi masyarakat, hingga pembentukan koperasi madu. Program ini kini mampu menghasilkan 150 hingga 250 kilogram madu per bulan.

Inisiatif ini tidak hanya berkontribusi pada pemulihan ekosistem, tetapi juga menciptakan sumber penghidupan berkelanjutan bagi masyarakat desa.

Ajang tahun ini mengangkat tema “AI, Energy & Transition: Resetting ESG in a New Economy”, yang menyoroti pentingnya peran teknologi dalam transformasi praktik ESG global. Diskusi panel menekankan bahwa pendekatan pembangunan harus tetap berorientasi pada manusia (human-centric development), di mana teknologi seperti AI berfungsi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dalam closing remarks, Matthias Gelber, International Ambassador Dorod Sdn Bhd, menegaskan bahwa setiap individu dan organisasi memiliki peran sebagai force of good (kekuatan untuk kebaikan) dalam menjaga keberlanjutan bumi. Hal ini hanya dapat terwujud melalui kolaborasi dan kemitraan lintas sektor.

Para praktisi juga menegaskan bahwa keberhasilan program pemberdayaan tidak hanya ditentukan oleh inovasi, tetapi oleh pemahaman menyeluruh terhadap kompleksitas sosial—mencakup aspek ekonomi, budaya, dan lingkungan.

Manager CID Regional 1, Iwan Ridwan Faizal, mengatakan bahwa penghargaan ini bukan sekadar pengakuan. Tetapi validasi bahwa pendekatan pemberdayaan yang berakar pada kebutuhan nyata masyarakat mampu menciptakan dampak berkelanjutan.

“Kami percaya, keberhasilan ESG tidak hanya diukur dari program yang dijalankan, tetapi dari perubahan hidup yang dihasilkan. Ke depan, kami akan terus memperkuat kolaborasi dan menghadirkan inovasi sosial yang relevan dengan tantangan zaman,” jelas Iwan.

Keberhasilan ini menegaskan bahwa strategi pemberdayaan masyarakat yang dijalankan PHR Zona 1 tidak hanya adaptif terhadap dinamika global, tetapi juga konsisten menempatkan manusia sebagai pusat dari setiap inisiatif pembangunan.

Sebagai bagian dari PT Pertamina (Persero), PHR terus mengelola wilayah kerja hulu migas di Sumatera secara bertanggung jawab, dengan komitmen menghadirkan operasi yang selamat, andal, dan berkelanjutan, serta memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan lingkungan. 

 

Tingkatkan Kewaspadaan, PEP Jambi Bersama Damkar Kabupaten Batang Hari Bekali Warga Hadapi Risiko Kebakaran

Jambi - Di tengah denyut operasi hulu migas yang kian berdetak, Pertamina EP (PEP) Jambi sebagai bagian dari Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 1 mengedepankan komitmen keselamatan sebagai prioritas. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Pengamanan Jalur Pipa dan Fasilitas Produksi yang telah berlangsung di Kantor Camat Bajubang, Kabupaten Batang Hari, Selasa (21/04/2026).

Lebih dari 40 warga dari Desa Panerokan, Desa Ladang Peris, Desa Pompa Air, hingga Kelurahan Bajubang dilibatkan dalam kegiatan ini sebagai kelompok yang berada di garis depan dalam menghadapi potensi kebakaran skala rumah tangga. Kegiatan ini tak hanya berbagi informasi, melainkan juga memperkuat peran masyarakat sebagai lapisan pertama dalam sistem perlindungan keselamatan.

Field Manager PEP Jambi Kurniawan Triyo Widodo, menegaskan bahwa keselamatan adalah tanggung jawab bersama yang harus dibangun dari tingkat paling dekat dengan risiko. “Kami ingin masyarakat tidak hanya tahu, tapi juga memiliki kesiapan. Dalam artian siap mencegah dan siap merespons, karena ketangkasan dan ketepatan langkah dalam situasi darurat sangat menentukan dampak yang dirasakan,” ujarnya dalam kesempatan terpisah.

Tim Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) PEP Jambi membawa peserta lebih dekat pada realitas lapangan. Mulai dari menjelaskan sistem tanggap darurat, prosedur penanganan kebocoran pipa, hingga klasifikasi kebakaran dijelaskan secara komprehensif. Pembekalan ini menjadi hal yang krusial, sebagai bagian dari upaya membangun kewaspadaan di tengah dinamika aktivitas masyarakat di sekitar wilayah kerja.

Selanjutnya, personel Damkar Kabupaten Batang Hari Ridwansyah menguatkan materi mengenai langkah pencegahan dan penanggulangan kebakaran. Ridwansyah mengulas berbagai potensi pemicu kebakaran mulai dari kebocoran tabung gas, pembakaran sampah, penumpukan bahan rentan terbakar, hingga praktik penggunaan peralatan listrik yang tidak sesuai standar. 

Ia juga menekankan pentingnya mengetahui tanda-tanda awal terjadinya kebakaran untuk mengambil langkah cepat yang dapat dilakukan sebelum situasi berkembang menjadi lebih besar. “Banyak kejadian yang bermula dari aktivitas sehari-hari yang sering diabaikan, maka dari itu kita perlu lebih peka terhadap keadaan. Ketika muncul tanda bahaya, sebaiknya lakukan penanganan awal dan segera meminta bantuan agar api tidak berkobar lebih besar,” ungkap Ridwansyah. 

Camat Bajubang Dahlan Suntana, menilai langkah ini sebagai bentuk nyata kehadiran perusahaan di tengah masyarakat. Ia berharap pembekalan yang diberikan tidak berhenti di ruang pelatihan, tetapi menjadi kesadaran kolektif yang hidup di lingkungan warga.

“Kami sangat mengapresiasi langkah PEP Jambi yang telah menghadirkan edukasi yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Kegiatan ini sangat bermanfaat karena memberikan pemahaman sekaligus keterampilan praktis yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Harapannya, masyarakat semakin siap dan sigap dalam mencegah maupun menghadapi potensi kebakaran,” ujar Dahlan.

Dalam simulasi yang dipandu tim Damkar, peserta juga mendapatkan pengalaman dan pembelajaran baru melalui praktik simulasi cara memadamkan api menggunakan APAR dan menggunakan kain basah. Melalui kegiatan ini tidak hanya sekadar belajar, namun juga menyadari bahwa keterampilan ini bisa menjadi penentu keselamatan. 

 

Jaga Harapan Hidup Kelompok Rentan, PHR Zona 1 Perkuat Program Kesehatan di Wilayah Operasi

Jambi - Ditengah denyut industri migas yang terus bergerak menjaga pasokan energi nasional, persoalan kesehatan di sekitar wilayah operasi tetap menjadi bagian yang lekat dengan keseharian masyarakat. Ada balita yang pertumbuhannya perlu dipantau agar tidak tertinggal sejak dini, ibu hamil yang membutuhkan pendampingan gizi untuk menjaga dua kehidupan sekaligus, remaja yang mulai belajar memahami kesehatan reproduksi, lansia yang berharap tetap sehat dan produktif di usia senja, hingga penyandang disabilitas yang memerlukan akses layanan kesehatan yang lebih ramah.

Dari kebutuhan-kebutuhan yang kerap hadir itulah Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 1 menghadirkan berbagai intervensi kesehatan melalui program tanggung jawab sosial di enam wilayah kerja. Program intervensi pada bidang kesehatan ini dilaksanakan melalui kerja sama dan koordinasi dengan pemangku kepentingan terkait, seperti Puskesmas dan Dinas Kesehatan di wilayah masing-masing. 

Bertepatan dengan momentum World Health Day yang diperingati setiap 7 April, upaya tersebut menegaskan bahwa menjaga kesehatan berarti turut menjaga harapan hidup masyarakat secara berkelanjutan. Berbagai inisiatif tersebut dijalankan di sekitar wilayah operasi Pertamina Hulu Energi (PHE) Jambi Merang, Pertamina EP (PEP) Jambi, Pertamina EP (PEP) Lirik, Pertamina EP (PEP) Pangkalan Susu, Pertamina EP (PEP) Rantau, serta Pertamina Hulu Energi (PHE) North Sumatra Offshore, dengan fokus pada kelompok rentan yang membutuhkan perhatian berkelanjutan.

Manager Community Involvement & Development (CID) Regional 1 Iwan Ridwan Faizal, menyatakan Rabu (8/4/2026) bahwa program kesehatan yang dijalankan dirancang agar dampaknya tidak berhenti pada pertolongan sesaat, melainkan membangun kemandirian masyarakat dalam menjaga kualitas hidup. “Kami meyakini bahwa keberlanjutan program kesehatan lahir ketika sebuah program mampu memberikan dan menambah pengetahuan, kepedulian, serta daya untuk terus menjaga kesehatan secara mandiri,” ujar Iwan.

Sepanjang 2025, upaya pencegahan stunting menjadi salah satu fokus utama dengan berhasil mengentaskan 130 balita stunting, menjangkau 260 ibu hamil, 100 ibu menyusui, 250 orang tua, 100 keluarga, 100 remaja, serta 770 remaja putri di sejumlah wilayah operasi. Intervensi dilakukan melalui pemberian makanan tambahan, penguatan fasilitas posyandu, pelatihan kader kesehatan, edukasi gizi keluarga, hingga pengembangan kebun pangan masyarakat sebagai sumber pasokan pangan bergizi berkelanjutan.

Kini, perlahan tumbuh perubahan di tingkat keluarga ketika pengetahuan tentang gizi tidak lagi berhenti sebagai informasi, melainkan mulai hadir dalam pilihan makan sehari-hari, kebiasaan datang ke posyandu, hingga perhatian lebih besar terhadap tumbuh kembang anak.

“Sekarang saya jadi lebih paham bagaimana menjaga kesehatan selama hamil, mulai dari pola makan sampai pentingnya rutin memeriksakan kandungan. Rasanya lebih tenang karena tahu apa yang harus dilakukan untuk kesehatan saya dan bayi,” ujar Amelia, seorang ibu hamil di sekitar wilayah PEP Jambi dengan usia kandungan delapan minggu. 

Kepedulian serupa juga menjangkau kelompok disabilitas di sekitar wilayah kerja PEP Rantau melalui program pendidikan inklusif dan layanan kesehatan. Sebanyak 100 peserta inklusif mengikuti kelas kesehatan untuk meningkatkan literasi hidup sehat, sementara 30 penyandang difabel memperoleh dukungan alat bantu serta layanan kesehatan yang membantu meningkatkan kualitas hidup mereka. Program ini membuka ruang agar kelompok disabilitas tidak hanya memperoleh layanan yang lebih layak, tetapi juga merasa hadir sebagai bagian penting dari pembangunan sosial di lingkungannya. 

Sementara itu, perhatian terhadap lansia juga diwujudkan melalui program kesehatan masyarakat di yang menjangkau sekitar 180 lansia. Di sekitar wilayah kerja PEP Jambi, sebanyak 80 lansia memperoleh peningkatan pengetahuan kesehatan hingga kesehatan mental, sementara 50 lansia mengalami peningkatan produktivitas melalui kegiatan pemberdayaan. Sedangkan di sekitar wilayah kerja PHE Jambi Merang, telah diberikan penyaluran bantuan stimulan kesehatan untuk meningkatkan kualitas hidup 50 orang lansia.  

“Sekarang kami merasa lebih diperhatikan. Bukan hanya diperiksa kesehatannya, tapi juga diajak tetap aktif dan punya kegiatan. Rasanya lebih semangat menjalani hari,” ungkap Duta Lansia Desa Kota Karang Tahun 2025 Maisarah. 

Energi yang dihasilkan dari wilayah operasi semestinya tidak hanya bermakna bagi ketahanan nasional, tetapi juga meninggalkan jejak manfaat yang nyata dalam kehidupan masyarakat sekitar. Langkah ini turut memperkuat kontribusi perusahaan terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama pada tujuan poin ke-2 dan 3 (Tanpa kelaparan, Kehidupan Sehat dan Sejahtera). 

 

PHR Regional 1 Raih 15 Penghargaan PROPER, Zona 1 Ambil Peran Lewat Program Berkelanjutan

Jakarta - Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional 1 kembali menunjukkan kinerja apik dalam pengelolaan lingkungan dengan meraih 10 penghargaan PROPER Hijau dan 5 PROPER Biru dalam ajang Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan (PROPER) yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia di Jakarta pada Selasa (7/4) lalu.

Capaian ini menegaskan bahwa PHR Regional 1 tidak hanya memenuhi standar kepatuhan (compliance) yang ditetapkan pemerintah, tetapi juga mampu melampaui ketentuan melalui berbagai inovasi dan praktik keberlanjutan di lapangan.

Peringkat PROPER Biru yang diraih menunjukkan bahwa perusahaan telah memenuhi seluruh persyaratan regulasi lingkungan, sementara raihan PROPER Hijau mencerminkan upaya lebih dari sekadar kepatuhan, melalui efisiensi sumber daya, inovasi lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat.

Vice President HSSE PHR Regional 1, Tujuan Sanggam Silaen, menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil komitmen kolektif seluruh insan perusahaan dalam memastikan aspek lingkungan menjadi bagian integral dari operasional.

“PHR harus comply terhadap komitmen lingkungan, sekaligus menunjukkan kepemimpinan pada aspek-aspek lingkungan di setiap kegiatan operasional. Ini bukan hanya kewajiban, tetapi bagian dari tanggung jawab kami dalam menjaga keberlanjutan,” ujar Tujuan.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa PHR Regional 1 terus mengupayakan keselarasan antara kegiatan operasional hulu migas dengan regulasi yang berlaku, khususnya dalam mendukung ketahanan energi nasional.

“Kami terus mengupayakan pemenuhan peraturan-peraturan terkait kegiatan operasi, termasuk dalam mendukung ketahanan energi melalui berbagai inisiatif efisiensi energi dan edukasi kepada pekerja serta masyarakat,” tambahnya.

Sebagai bagian dari implementasi nyata di lapangan, sejumlah program unggulan menjadi kontributor penting dalam capaian PROPER tahun ini. Di wilayah kerja PHR Regional 1 Zona 1, PEP Rantau mengembangkan program Eco Inovasi SALI X PEP (Saringan Ulir Pertamina EP), yang berfokus pada peningkatan efisiensi operasional melalui perbaikan downhole equipment pada sumur SRP. Program ini mengusung pendekatan ekonomi sirkular dan berhasil menurunkan konsumsi solar secara signifikan hingga 94.500 liter, sekaligus mengurangi emisi ke lingkungan berupa CO2 sebesar 245 ton, CH4 sebesar 0,01292 ton, dan N2O sebesar 0,01292 ton.

Hasil kajian Life Cycle Assessment (LCA) menunjukkan bahwa inovasi ini memberikan dampak positif yang luas, antara lain penurunan pada kategori global warming potential, potensi penipisan ozon, potensi hujan asam, eutrofikasi, photochemical oxidation, toxicity, hingga cumulative energy demand.

Sementara itu, PHE Jambi Merang menghadirkan Program Beeyond Honey sejak 2021 sebagai inovasi pelestarian keanekaragaman hayati berbasis pemberdayaan. Program ini mencakup budidaya dan konservasi lebah (Bee at Forest), edukasi dan diversifikasi produk (Bee at School), serta penguatan kesadaran masyarakat (Bee at Community), yang diperkuat dengan pemanfaatan limbah sarang lebah menjadi produk bernilai ekonomi seperti lilin batik dan aromaterapi oleh kelompok rentan binaan. Hingga saat ini, terdapat 700 kotak atau koloni lebah yang dibudidayakan. Beeyond Honey menjadi model pemberdayaan yang tidak hanya menjaga keseimbangan ekosistem, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi inklusif bagi masyarakat sekitar.

Dari bentang pesisir, PEP Pangkalan Susu mengembangkan Program Paluh Asri sebagai upaya terpadu yang mengintegrasikan rehabilitasi mangrove dengan pemberdayaan ekonomi pesisir. Melalui penguatan Kelompok Tani Hutan, program ini mendorong pengolahan sampah organik menjadi kompos serta inovasi produk olahan ikan bernilai tambah yang mendukung peningkatan gizi ibu hamil dan balita stunting, sekaligus mengembangkan ekowisata, edukasi lingkungan, dan kuliner berbasis sumber daya lokal.

PHR Regional 1 berkomitmen untuk terus memperkuat tata kelola lingkungan yang berkelanjutan, memastikan kepatuhan tidak hanya menjadi target minimum, tetapi berkembang menjadi budaya kerja yang melekat di seluruh lini operasional.

Ke depan, perusahaan akan terus melakukan peningkatan melalui inovasi, penguatan sistem manajemen lingkungan, serta kolaborasi dengan para pemangku kepentingan, guna memastikan kontribusi optimal terhadap ketahanan energi nasional yang berwawasan lingkungan.

Berikut daftar lengkap penerima PROPER di Lingkungan PHR Regional 1

PROPER Hijau

1. PT Pertamina EP Field Rantau

2. PHE Jambi Merang

3. PT Pertamina EP Field Ramba

4. PHE Ogan Komering

5. PT Pertamina EP Field Pendopo

6. PHE Raja Tempirai

7. PT Pertamina EP Field Adera

8. PT Pertamina EP Field Prabumulih

9. PT Pertamina EP Field Limau

10. PT Pertamina EP Field Pangkalan Susu

 

PROPER Biru

1. PHE NSO

2. PT Pertamina EP Field Jambi

3. PT Pertamina Hulu Rokan – Bekasap Rokan

4. PT Pertamina Hulu Rokan – Duri Steam Flood

5. PT Pertamina Hulu Rokan – Minas Siak.

 

Copyright © Free Joomla! 4 templates / Design by Galusso Themes