Kota Jambi - Sedikitnya tiga ratus empat puluh satu orang awak mobil tangki (amk), angkutan bahan bakar minyak/bbm Pertamina, Rabu (01/11/2023), mogok kerja. Para sopir sengaja mengandangkan semua mobil, baik dihalaman depo jalan Raden Pamuk, dikawasan Kasang Jambi Timur, maupun di garasi pool.
Salah seorang perwakilan awak tangki, Agusnarko, menyatakan mereka mogok kerja bukan tanpa alasan karena menolak mobil tangki dipasang kamera pengintai CCTV oleh pihak perusahaan PT. Elnusa Petrofin.
Para sopir takut pihak perusahaan terlalu berlebihan mengawasi terutama bila ada oknum sopir yang melakukan penyelewengan atau menjual bbm ke tempat lain selama dalam perjalanan.
"Aksi mogok kerja ada sebabnya karena adanya rencana pemasangan cctv yang merupakan kebijakan dari Pertamina. Kalo itu memang kebijakan pusat, para sopir minta uang operasional selama perjalanan,"ujarnya.
Akibat aksi mogok sopir membuat pasokan bbm disemua SPBU terganggu. SPBU Koni, kehabisan stok minyak jenis Pertalite, yang hanya ada tersedia minyak jenis Pertamax.
Eki Sukandar, seorang pengendara, mengaku, sudah keliling ke tiga SPBU namun minyaknya kosong. Kalo pun minyaknya ada mesti ikut antrian panjang.
Tengku Muhammad Muriasyah Riza, General Manager transportasi PT. Elnusapetrofin, mengungkapkan bila CCTV tetap dipasang sesuai aturan Pertamina yang berfungsi sebagai alat pengawas keamanan, kesehatan, keselamatan bagi awak tangki bukan seperti yang disangkakan para sopir.
Manajemen akan melakukan pertemuan bersama para sopir membahas berbagai persoalan maupun uang transportasi.
"CCTV tetap kita pasang karena kebijakan Pertamina. Pemasangan CCTV sudah juga dilakukan didaerah lain. CCTV ini bukan seperti disangkakan para sopir,"jelasnya.
Hingga menjelang sore, belum ada kesepakatan apakah para sopir tetap bertahan mogok atau kembali bekerja. Bila masih tetap mogok maka pihak PT. Elnusa Petrofin akan mengerahkan awak angkutan tangki dari daerah lain mengatasi kelangkaan bbm di SPBU.









