Jambi - Akibat konflik lahan antara warga dengan perusahaan perkebunan sawit selama puluhan tahun tak kunjung tuntas, ratusan warga berunjuk rasa, mendesak Gubernur Jambi turun tangan guna menyelesaikanya.
Sambil membawa spanduk, ratusan warga berasal dari desa Sungai Bungur Kecamatan Kumpeh Kabupaten Muaro Jambi, menggelar unjuk rasa di depan kantor Gubernur Jambi dikawasan perkantoran Jalan Ahmad Yani, Telanaipura.
Warga mendesak Gubernur Jambi, Al Haris, segera menuntaskan sengketa lahan antara warga dengan perusahaan perkebunan sawit yang terjadi sejak tahun 2000 lalu atau sudah lebih dua puluh tahun lamanya.
Andriani Hasnah Halifah, kordinator aksi, menyatakan bila lahan redistribusi seluas 1.500 hektar dikuasai perusahaan maupun koperasi unit desa. Gubernur segera membentuk tim verifikasi guna menyelesaikan konflik tersebut.
"Lahan desa Sungai Bungur yang sudah dikuasai selama dua puluh tahun luasnya 1500 hektare, luas jumlah itu diketahui dari BPN," keluhnya.
Sayangnya, upaya warga mendapatkan hak terkendala karena Gubernur maupun pihak yang mewakili gubernur tidak seorang pun menemui warga.









