Jambi - Lokasi tambang emas ilegal (Peti) di Dusun Mengkadai, Desa Temenggung, Kecamatan Limun, Kabupaten Sarolangun mengalami longsor mengakibatkan para kerja meninggal dunia maupun luka luka.
Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol Erlan Munaji, disaat memberi keterangan Rabu (21/01/2026) menegaskan data sementara delapan (8) orang pekerja meninggal dunia serta empat (4) orang lainya mengalami luka.
Proses pencarian maupun evakuasi terus dilakukan personil gabungan sebanyak 123 orang, terdiri dari Sat Brimob Polda Jambi, Polres Sarolangun, Polsek Limun, BPBD, Satpol PP, serta Dinas Pemadam Kebakaran.
Peristiwa tragis ini terjadi, Selasa (20/01/2026) sekitar pukul 17.00 WIB disaat para pekerja sedang bekerja. Tebing tanah longsor menimbun para pekerja diduga akibat tingginya curah hujan dikawasan tersebut. Air hujan membuat struktur tanah labil hingga mudah runtuh.
Lokasi PETI merupkan lahan milik seorang warga berinisial I-D, yang beralamat di Dusun Kait-Kait, Desa Temenggung, Kecamatan Limun, Kabupaten Sarolangun.
Data sementara ini tercatat delapan orang meninggal dunia dan empat orang mengalami luka-luka. Para korban meninggal dunia antara lain berinisial K, T, SL, AA, O, SR, K, serta seorang anak buah dari SDR. I. Sementara korban luka-luka masing-masing berinisial IM, S, IS, dan L. Sebagian identitas korban masih dalam proses pendataan.
Kombes Pol Erlan Munaji menjelaskan, sejak menerima laporan, jajaran kepolisian bersama unsur terkait langsung bergerak cepat dengan mendatangi lokasi kejadian, melakukan evakuasi korban, olah tempat kejadian perkara (TKP), serta pendataan terhadap korban dan saksi. Pihak kepolisian juga melakukan koordinasi dengan pemerintah desa setempat dan keluarga korban, serta mengamankan lokasi kejadian.
“Selain evakuasi, kami juga melakukan penyelidikan dan penyidikan guna mengungkap pihak-pihak yang bertanggung jawab atas aktivitas tambang emas ilegal ini,” tegas Erlan.
Polda Jambi mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas penambangan ilegal karena selain melanggar hukum, juga sangat membahayakan keselamatan jiwa, terlebih di tengah kondisi cuaca ekstrem dengan curah hujan yang tinggi. Aparat kepolisian memastikan akan terus meningkatkan pengawasan dan penindakan terhadap aktivitas PETI di wilayah Provinsi Jambi









