Kota Jambi - Tangis haru, Jum'at (11/11/2023), disaat para jamaah umroh bertemu keluarga mereka dipintu kedatangan bandara Sultan Thaha Jambi.
Jamaah maupun keluarga tak kuasa menahan kerinduan untuk dapat bertemu kembali, pasalnya empat puluh dua orang jamaah umroh ini sempat terlantar di Arab Saudi karena tidak dapat tiket dari pengurus pusat travel umroh PT. Miftah Safari Internusa (MSI).
Mursidah, salah seorang jamaah mengaku sejak berangkat dari tanah air tidak mendapat kepastian, untungnya agen PT. MSI Jambi bertanggung jawab hingga bisa umroh. Semua kegiatan ibadah umroh dapat dilaksanakan selama di tanah suci.
"Disana tetap dilayani hanya kendala travel dipusat bermasalah, perwakilan msi dijambi, Pak Habib yang tanggung jawab, langsung turun tangan mengurusin semua", ujar nenek asal Tungkal ini.
Nur Habibullah, pimpinan agen umroh PT. MSI Jambi, mengaku t idak adanya kepastian sejak awal dari pengurus pusat PT. MSI berpusat di Jawa Tengah terpaksa menutupi semua biaya, tiket pergi dan pulang maupun hotel menggunakan biaya pribadinya sebesar tujuh ratus juta rupiah.
Tiap jamaah sudah melunasi biaya umroh per orang sebesar tiga puluh lima juta rupiah, bukan lah tarif murah melainkan harga standar dengan massa ibadah dua belas hari.
"Kami dijanjikan akan berangkat kapan kenyataan itu tida k ada sudah sangat lama , kami pimpinan group dari jambi ambil sikap untuk jamaah supaya jangan gagal berangkat kami secara pribadi membeli tiket seluruh jamaah.
Jamaah awalnya tidak mengetahui ada permasalahan ini namun kita usahakan, jamaah tetap dapat beribadah. Kami menutupi semua biaya sebesar Rp. 700 juta", Katanya.
Tidak ada itikad baik pengurus pusat PT. MSI membuat pihak agen PT. MSI Jambi melaporkan kejadian ini kepolisian arab saudi maupun Polres bandara Soekarno Hatta jakarta.
Selain dari Jambi, delapan belas jamaah umroh PT. MSI asal Madura sampai saat ini nasibnya masih belum jelas kapan di pulangkan.









