Viral Siswi SMA Kritik Jokowi, Diancam Akan Dipolisikan Relawan Paslon Capres/Cawapres 02

Jambi - Viral video siswi SMA di Jambi, mengkritik Presiden Joko Widodo, "tidak punya otak", beredar di sejumlah media sosial. Akibat viral, siswi tersebut diancam akan dipolisikan relawan paslon capres/cawapres 02.

Inilah video viral, berisi kritikan pedas terhadap Presiden Joko Widodo maupun pejabat negara dianggap menggunakan fasilitas negara disaat kampanye.

Kritikan diunggah pemilik akun tiktok, Syarifah Fadiyah Alkaff atau SFA merupakan siswi sma disalah satu sma di Kota Jambi. Selain kritikan, siswi berusia 15 tahun ini mengatakan bila Jokowi tidak punya otak.

Syarifah Fadiyah Alkaff, mengaku membuat video tersebut sesuai dengan keadaan yang dilihatnya saat ini terjadi serta dilatarbelakangi belum tuntasnya ganti rugi kerusakan rumah yang dialami neneknya tahun lalu.

Viralnya video ini membuat SFA mendapat ancaman, bakal dilaporkan relawan paslon capres-cawpres 02 ke Mapolda Jambi.

"Saya membuat video melihat sendiri perkembangan dinegeri kita tatanan hukumnya seperti apa, maka dari itu membuat vide dilatarbelakangi persoalan neneknya yg tidak tuntas, di twiter akan melaporkan saya dan juga relawan paslon dua jambi akan melaporkan saya ke Mapolda Jambi," ujar SFA 

Muhammadiyah, ketua relawan Prabu (Prabowo Budiman Bersatu) Jambi, membantah telah melaporkan SFA ke Mapolda Jambi terkait video tersebut. Relawan paslon capres-cawapres 02, merasa difitnah terutama dikaitkan keterlibatan relawan paslon 02 Jambi dalam video viral tersebut.

"Kami sudah melakukan klarifikasi ke berbagai pihak termasuk hari ini ke Polda Jambi, tidak ada satupun pihak, relawan atau pihak 02 yang akan melaporkan perbuatan kritikan adek kita SFA itu," tegas Ketua.

Paur Penum Penmas Bid Humas Polda Jambi, IPDA Alamsyah Amir, menegaskan sejak viral video kritikan tersebut beberapa hari lalu, tidak ada seorang pun maupun kelompok tertentu melaporkan pembuat video.

"Sampai hari ini, terkai pelaporan itu tidak ada, sudah kita croscek ke sentra pelayanan pengaduan baik di Mapolda maupun Polresta jambi," tegas Alam.

SFA Ini, juga pernah sempat viral dibulan Juni 2023 lalu karena dilaporkan Pemkot Jambi ke Mapolda Hambi usai mengkritik Walikota Jambi dengan perkataan tidak pantas diucapkan sebagai seorang siswi yang saat itu SFA kelas tiga SMP. Kasusnya berakhir dengan Restorative Justice (RJ) atau damai, Pemkot Jambi mencabut laporanya 

Related Articles

Copyright © Free Joomla! 4 templates / Design by Galusso Themes