Jambi – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia terus berupaya menyiapkan rencana program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) 2027.
Setidaknya sebanyak 67 titik tersebar disemua wilayah di Provinsi Jambi. Kesemua lokasi tempat dijadikan KNMP akan disurvei sebagai calon lokasi pembangunan yang tersebar di tujuh kabupaten.
Salah satu persiapanya yaitu melalui kegiatan pembekalan Mitra Pembangunan dalam Penyiapan dan Perencanaan Calon Lokasi Kampung Nelayan Merah Putih 2027 yang digelar di Swiss-Belhotel Jambi, Kamis (29/10/2026).
Puluhan mitra pembangunan dan tim surveyor dipersiapkan memastikan validitas data, kelayakan lokasi, serta kesiapan di lapangan sebelum ditetapkan sebagai lokasi program.
Pembekalan tersebut menjadi tahapan penting dalam proses perencanaan KNMP 2027, terutama untuk memastikan setiap calon lokasi memenuhi persyaratan dan memiliki kesiapan yang memadai, baik dari sisi kondisi wilayah maupun status lahan.
Deka Veronika, selaku Team Leader Wilayah Jambi sekaligus akademisi Universitas Muhammadiyah Jambi, menjelaskan bahwa kegiatan pembekalan bertujuan menyamakan persepsi dan pemahaman para surveyor sebelum turun langsung ke lapangan.
"Adanya pembekalan mitra pembangunan ini, para calon surveyor bisa lebih memahami lokasi. Ini merupakan hal yang penting kita ketahui mulai dari titik lokasi, cara mencari status lahan, hingga bekerja sama dengan pemerintah daerah dan tokoh masyarakat," ujar Veronika disela acara.
Menurutnya, pemahaman teknis tersebut diperlukan agar proses survei berjalan sesuai prosedur dan menghasilkan data yang dapat dipertanggungjawabkan. Koordinasi dengan pemerintah daerah dan tokoh masyarakat juga menjadi bagian penting untuk memperoleh informasi yang akurat mengenai kondisi serta potensi masing-masing wilayah.
Tujuh Kabupaten dijadikan 67 Titik Lokasi Kampung Nelayan Merah Putih
Program Kampung Nelayan Merah Putih 2027 di Provinsi Jambi menyasar 67 titik lokasi yang tersebar di tujuh kabupaten. Wilayah cakupan program tidak hanya meliputi kawasan pesisir, tetapi juga perairan umum daratan, seperti sungai dan danau.
Tim leader wilayah mengeragkan, 67 orang surveyor mendukung proses pendataan tersebut.
Setiap kecamatan memiliki satu titik lokasi peninjauan yang didampingi satu koordinator surveyor kabupaten.Melalui pola tersebut, survei diharapkan dapat menjangkau calon lokasi secara lebih terarah. Tim surveyor akan melakukan peninjauan untuk mengidentifikasi kondisi riil di lapangan, termasuk potensi wilayah perikanan, kesiapan lokasi, serta aspek administrasi dan status lahan yang menjadi persyaratan penting dalam perencanaan pembangunan.
Salah satu peserta pembekalan asal Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Ahmad Firdaus, menyambut positif kegiatan tersebut. Sebagai putra daerah pesisir, ia menilai program Kampung Nelayan Merah Putih sangat dinantikan masyarakat setempat, khususnya di wilayah yang memiliki potensi kelautan dan perikanan.
"Melalui pembekalan ini, panitia memberikan ilmu terkait tata cara survei dan verifikasi kondisi riil di lapangan. Wilayah Tanjabtim seperti Sabak, Mendahara, Kuala Jambi, Nipah Panjang, hingga Sadu merupakan sentra kelautan. Kami berkomitmen melakukan survei secara maksimal agar hasilnya optimal demi kesejahteraan masyarakat nelayan Jambi," ungkap Ahmad Firdaus.
Ia berharap proses survei dapat memberikan gambaran yang akurat mengenai kebutuhan dan kondisi masyarakat nelayan di setiap wilayah. Dengan demikian, penentuan calon lokasi Kampung Nelayan Merah Putih dapat dilakukan berdasarkan data lapangan, bukan sekadar pertimbangan administratif.
Bagi masyarakat pesisir dan kawasan perairan daratan, program ini diharapkan dapat menjadi salah satu upaya mendorong peningkatan kesejahteraan melalui pembangunan kawasan nelayan yang direncanakan sesuai potensi dan kebutuhan setempat.
Status Lahan Jadi Perhatian Utama KKP
Di sisi lain, persoalan kesiapan lahan menjadi salah satu aspek yang mendapat perhatian dalam penyiapan calon lokasi Kampung Nelayan Merah Putih 2027.
Ketua Tim Kerja Pengelolaan Data dan Informasi Ketenalanayanan dan Pengendalian Pembangunan KNMP Wilayah III, Ilham, menegaskan bahwa akurasi data hasil survei sangat penting untuk mendukung kelancaran tahapan pembangunan.
Ia berkaca pada pengalaman pembangunan tahap sebelumnya, ketika persoalan status lahan kerap menjadi kendala utama di sejumlah daerah. Karena itu, verifikasi lahan sejak tahap perencanaan dinilai penting agar persoalan administrasi tidak menghambat pelaksanaan pembangunan fisik di kemudian hari.
"Banyak daerah yang tidak siap dari sisi lahan, seperti lahan yang belum clean and clear atau belum ada sertifikat kepemilikan. Harapan kami di Jambi, persoalan lahan ini bisa cepat tuntas sebelum kegiatan pembangunan fisik dimulai," tegas Ilham.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa penentuan calon lokasi KNMP tidak hanya mempertimbangkan potensi perikanan dan keberadaan masyarakat nelayan, tetapi juga kesiapan aspek legalitas lahan. Kejelasan status kepemilikan dan penguasaan lahan menjadi bagian penting yang harus ditelusuri sebelum lokasi ditetapkan untuk pembangunan.
Melalui verifikasi tersebut, KKP bersama mitra pembangunan diharapkan dapat mengidentifikasi sejak dini berbagai kendala yang berpotensi muncul. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya memastikan perencanaan pembangunan berjalan lebih terukur dan sesuai ketentuan.
Survei Empat Hari, Penetapan Lokasi Ditargetkan Akhir Desember
Tahap survei dan pendataan calon lokasi Kampung Nelayan Merah Putih 2027 dijadwalkan berlangsung selama empat hari. Hasil peninjauan lapangan akan menjadi bahan evaluasi dalam proses penentuan daftar lokasi final yang ditargetkan pada akhir Desember mendatang.
KKP bersama mitra pembangunan juga berkomitmen melakukan pengawasan serta pengendalian mutu atau quality control secara berlapis. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan data yang dikumpulkan benar-benar sesuai dengan kondisi lapangan dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan.
Pengawasan berlapis dinilai penting untuk meminimalkan kesalahan pendataan, memastikan kesiapan calon lokasi, serta mengidentifikasi persoalan yang perlu diselesaikan sebelum pembangunan dilaksanakan.
Dengan disiapkannya 67 titik survei di tujuh kabupaten, Provinsi Jambi mulai memetakan peluang pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih 2027. Namun, seluruh titik tersebut masih merupakan calon lokasi yang perlu melalui tahapan survei, verifikasi, dan penilaian sebelum ditetapkan secara final.
Program Kampung Nelayan Merah Putih diharapkan tidak hanya menghadirkan pembangunan fisik, tetapi juga mampu mendukung aktivitas ekonomi masyarakat nelayan, meningkatkan produktivitas sektor kelautan dan perikanan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi desa.
Melalui perencanaan yang matang, validasi data yang akurat, dan penyelesaian persoalan lahan sejak awal, pelaksanaan program KNMP 2027 di Jambi diharapkan dapat berjalan tepat sasaran, beroperasi secara optimal, dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat nelayan.